Senin, 09 Nov 2026 03:34 WIB

DPRD Jatim Desak Perkuat Pelatihan Peternakan dan UMKM

Penguatan Pelatihan UMKM
Penguatan Pelatihan UMKM

selalu.id – Komisi B DPRD Jawa Timur mendesak pemerintah provinsi untuk meningkatkan intensitas pelatihan dan pendampingan bagi peternak dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jawa Timur. Desakan ini mencuat menyusul hasil reses anggota Komisi B dari Fraksi PKB, Muhammad Mughni, di daerah pemilihan Bojonegoro-Tuban pada Rabu (26/2/2025). 

Mughni menemukan sejumlah kendala yang menghambat perkembangan sektor peternakan dan UMKM di wilayah tersebut. Menurut Mughni,  sektor peternakan di Jawa Timur, yang didominasi usaha peternakan perorangan,  memiliki potensi besar namun terkendala minimnya pelatihan dan pendampingan. 

"Kebanyakan peternak di Jatim bekerja secara individual,  pengetahuan mereka didapat secara otodidak. Akibatnya, kualitas ternak seringkali rendah dan rentan terhadap penyakit," ungkap Mughni saat dikonfirmasi, Rabu (26/2/2025).

Ia mencontohkan,  wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang masih mengancam peternak di Jawa Timur.  Minimnya pengetahuan tentang pencegahan dan penanganan PMK menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan bagi para peternak.  "Pelatihan yang komprehensif,  termasuk materi pencegahan dan penanganan PMK, sangat krusial untuk melindungi peternak dari ancaman wabah ini," tegasnya.

Lebih lanjut, Mughni juga menyoroti permasalahan yang dihadapi pelaku UMKM di Jawa Timur.  Kendala utama yang mereka hadapi adalah pemasaran, manajemen usaha, dan akses permodalan.  "UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah, namun mereka masih kesulitan dalam memasarkan produk, mengelola keuangan, dan mendapatkan akses permodalan yang memadai," jelasnya.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Mughni mendorong pemerintah untuk menyelenggarakan pelatihan yang lebih terarah dan berbasis kebutuhan.  Pelatihan pemasaran digital, misalnya,  dianggap sangat penting untuk membantu UMKM meningkatkan jangkauan pasarnya.  Begitu pula dengan pelatihan manajemen keuangan yang dapat membantu UMKM dalam mengelola arus kas dan meningkatkan profitabilitas usaha.

"Pemerintah harus proaktif dalam memberikan pelatihan yang relevan dan berkelanjutan,  tidak hanya sekedar pelatihan sesaat.  Pendampingan pasca pelatihan juga sangat penting untuk memastikan keberhasilan program ini,"  tambahnya. 

Meskipun demikian, Ia berharap dengan peningkatan pelatihan dan pendampingan ini,  sektor peternakan dan UMKM di Jawa Timur dapat berkembang pesat dan berkontribusi lebih besar bagi perekonomian daerah.  DPRD Jatim akan terus mengawasi dan mendorong pemerintah untuk merealisasikan program pelatihan tersebut.

Mughni juga mengajak seluruh stakeholder untuk berkolaborasi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan peternak dan pelaku UMKM di Jawa Timur. Sementara itu, Pemprov Jatim diharapkan segera merespon desakan ini dengan langkah-langkah konkrit dan terukur.  Keberhasilan program pelatihan ini akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur.

Baca Juga: DPRD Jatim Desak Evaluasi Sabo Dam dan Percepat Relokasi Warga Rawan Banjir Lahar Semeru

Editor : Ading
Berita Terbaru

Peduli Krisis Air Bersih, SIER Salurkan 25.000 Liter Air dan Tiga Tandon untuk Warga Pasuruan

Dalam kegiatan tersebut, SIER menyalurkan bantuan berupa 25.000 liter air bersih serta tiga unit tandon air.

Presiden Prabowo Bertemu 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Ada Apa?

Selain para mantan Kapolri, pertemuan itu juga dihadiri Kapolri Jenderal Suyudi, Panglima TNI Jenderal Agus Sudibyo, dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Gus Fawait Ajak Kader LSN Bersatu Dukung Pemerintahan Presiden Prabowo

Kegiatan ini dihadiri Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono, jajaran Forkopimda Jember, pimpinan OPD, serta pengurus LSN.

Ibu Rumah Tangga hingga Akademisi Perempuan Turun Demo di Surabaya, Ini Lima Tuntutannya

Penyampaian aspirasi kali ini dikemas melalui pertunjukan seni, pembacaan puisi, musik biola, mimbar bebas hingga instalasi seni.

Pendemo Tolak Bunga Pemberian Polwan saat Demo di Taman Apsari Surabaya

Mereka membawa sejumlah aspirasi, salah satunya berkaitan dengan persoalan pajak pembalut.