Senin, 02 Feb 2026 06:55 WIB

DPRD Jatim Desak Perkuat Pelatihan Peternakan dan UMKM

Penguatan Pelatihan UMKM
Penguatan Pelatihan UMKM

selalu.id – Komisi B DPRD Jawa Timur mendesak pemerintah provinsi untuk meningkatkan intensitas pelatihan dan pendampingan bagi peternak dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jawa Timur. Desakan ini mencuat menyusul hasil reses anggota Komisi B dari Fraksi PKB, Muhammad Mughni, di daerah pemilihan Bojonegoro-Tuban pada Rabu (26/2/2025). 

Mughni menemukan sejumlah kendala yang menghambat perkembangan sektor peternakan dan UMKM di wilayah tersebut. Menurut Mughni,  sektor peternakan di Jawa Timur, yang didominasi usaha peternakan perorangan,  memiliki potensi besar namun terkendala minimnya pelatihan dan pendampingan. 

"Kebanyakan peternak di Jatim bekerja secara individual,  pengetahuan mereka didapat secara otodidak. Akibatnya, kualitas ternak seringkali rendah dan rentan terhadap penyakit," ungkap Mughni saat dikonfirmasi, Rabu (26/2/2025).

Ia mencontohkan,  wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang masih mengancam peternak di Jawa Timur.  Minimnya pengetahuan tentang pencegahan dan penanganan PMK menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan bagi para peternak.  "Pelatihan yang komprehensif,  termasuk materi pencegahan dan penanganan PMK, sangat krusial untuk melindungi peternak dari ancaman wabah ini," tegasnya.

Lebih lanjut, Mughni juga menyoroti permasalahan yang dihadapi pelaku UMKM di Jawa Timur.  Kendala utama yang mereka hadapi adalah pemasaran, manajemen usaha, dan akses permodalan.  "UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah, namun mereka masih kesulitan dalam memasarkan produk, mengelola keuangan, dan mendapatkan akses permodalan yang memadai," jelasnya.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Mughni mendorong pemerintah untuk menyelenggarakan pelatihan yang lebih terarah dan berbasis kebutuhan.  Pelatihan pemasaran digital, misalnya,  dianggap sangat penting untuk membantu UMKM meningkatkan jangkauan pasarnya.  Begitu pula dengan pelatihan manajemen keuangan yang dapat membantu UMKM dalam mengelola arus kas dan meningkatkan profitabilitas usaha.

"Pemerintah harus proaktif dalam memberikan pelatihan yang relevan dan berkelanjutan,  tidak hanya sekedar pelatihan sesaat.  Pendampingan pasca pelatihan juga sangat penting untuk memastikan keberhasilan program ini,"  tambahnya. 

Meskipun demikian, Ia berharap dengan peningkatan pelatihan dan pendampingan ini,  sektor peternakan dan UMKM di Jawa Timur dapat berkembang pesat dan berkontribusi lebih besar bagi perekonomian daerah.  DPRD Jatim akan terus mengawasi dan mendorong pemerintah untuk merealisasikan program pelatihan tersebut.

Mughni juga mengajak seluruh stakeholder untuk berkolaborasi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan peternak dan pelaku UMKM di Jawa Timur. Sementara itu, Pemprov Jatim diharapkan segera merespon desakan ini dengan langkah-langkah konkrit dan terukur.  Keberhasilan program pelatihan ini akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur.

Baca Juga: Pengakuan Istri Siri Kusnadi dalam Kasus Korupsi Pokir DPRD Jatim: Dapat Rumah hingga Mobil Mewah

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.