Sabtu, 06 Jun 2026 07:52 WIB

DPRD Jatim Desak Perkuat Pelatihan Peternakan dan UMKM

Penguatan Pelatihan UMKM
Penguatan Pelatihan UMKM

selalu.id – Komisi B DPRD Jawa Timur mendesak pemerintah provinsi untuk meningkatkan intensitas pelatihan dan pendampingan bagi peternak dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jawa Timur. Desakan ini mencuat menyusul hasil reses anggota Komisi B dari Fraksi PKB, Muhammad Mughni, di daerah pemilihan Bojonegoro-Tuban pada Rabu (26/2/2025). 

Mughni menemukan sejumlah kendala yang menghambat perkembangan sektor peternakan dan UMKM di wilayah tersebut. Menurut Mughni,  sektor peternakan di Jawa Timur, yang didominasi usaha peternakan perorangan,  memiliki potensi besar namun terkendala minimnya pelatihan dan pendampingan. 

"Kebanyakan peternak di Jatim bekerja secara individual,  pengetahuan mereka didapat secara otodidak. Akibatnya, kualitas ternak seringkali rendah dan rentan terhadap penyakit," ungkap Mughni saat dikonfirmasi, Rabu (26/2/2025).

Ia mencontohkan,  wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang masih mengancam peternak di Jawa Timur.  Minimnya pengetahuan tentang pencegahan dan penanganan PMK menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan bagi para peternak.  "Pelatihan yang komprehensif,  termasuk materi pencegahan dan penanganan PMK, sangat krusial untuk melindungi peternak dari ancaman wabah ini," tegasnya.

Lebih lanjut, Mughni juga menyoroti permasalahan yang dihadapi pelaku UMKM di Jawa Timur.  Kendala utama yang mereka hadapi adalah pemasaran, manajemen usaha, dan akses permodalan.  "UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah, namun mereka masih kesulitan dalam memasarkan produk, mengelola keuangan, dan mendapatkan akses permodalan yang memadai," jelasnya.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Mughni mendorong pemerintah untuk menyelenggarakan pelatihan yang lebih terarah dan berbasis kebutuhan.  Pelatihan pemasaran digital, misalnya,  dianggap sangat penting untuk membantu UMKM meningkatkan jangkauan pasarnya.  Begitu pula dengan pelatihan manajemen keuangan yang dapat membantu UMKM dalam mengelola arus kas dan meningkatkan profitabilitas usaha.

"Pemerintah harus proaktif dalam memberikan pelatihan yang relevan dan berkelanjutan,  tidak hanya sekedar pelatihan sesaat.  Pendampingan pasca pelatihan juga sangat penting untuk memastikan keberhasilan program ini,"  tambahnya. 

Meskipun demikian, Ia berharap dengan peningkatan pelatihan dan pendampingan ini,  sektor peternakan dan UMKM di Jawa Timur dapat berkembang pesat dan berkontribusi lebih besar bagi perekonomian daerah.  DPRD Jatim akan terus mengawasi dan mendorong pemerintah untuk merealisasikan program pelatihan tersebut.

Mughni juga mengajak seluruh stakeholder untuk berkolaborasi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan peternak dan pelaku UMKM di Jawa Timur. Sementara itu, Pemprov Jatim diharapkan segera merespon desakan ini dengan langkah-langkah konkrit dan terukur.  Keberhasilan program pelatihan ini akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur.

Baca Juga: DPRD Jatim Sebut UMKM Waktunya Naik Kelas di Tengah Rupiah Melemah

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.