Senin, 02 Feb 2026 04:50 WIB

Soal Retret, Gerindra Surabaya Ingatkan Eri-Armuji Didukung Koalisi Pemerintahan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 24 Feb 2025 15:11 WIB
Ketua DPC Gerindra Surabaya, Cahyo Harjo Prakoso
Ketua DPC Gerindra Surabaya, Cahyo Harjo Prakoso

selalu.id – DPC Partai Gerindra Surabaya menekankan pentingnya kepala daerah, termasuk Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Wakil Wali Kota Armuji, untuk tetap menjaga harmoni politik dan mendukung agenda pemerintahan pusat. 

 

Baca Juga: Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

Hal ini disampaikan menyusul kegiatan retret bagi kepala daerah yang dilantik serentak oleh Presiden Prabowo Subianto.

 

Ketua DPC Gerindra Surabaya, Cahyo Harjo Prakoso, menilai retret tersebut sebagai langkah strategis untuk menyelaraskan visi dan misi dalam pemerintahan. 

 

Ia menekankan bahwa kepala daerah memiliki tugas utama sebagai pelayan rakyat, tanpa memandang latar belakang politik.

 

“Retret ini adalah upaya agar kepala daerah yang baru dilantik memahami bahwa mereka adalah pejuang rakyat. Mereka harus bekerja untuk kepentingan rakyat, tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras, atau partai yang mendukung atau tidak mendukung mereka,” kata Cahyo, kepada selalu.id, Senin (24/2/2025).

 

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya komunikasi lintas daerah, terutama dalam menangani permasalahan yang membutuhkan koordinasi antarwilayah, seperti banjir di Surabaya.

 

“Persoalan seperti ini tidak bisa diselesaikan oleh Surabaya sendiri. Diperlukan kerja sama dengan daerah penyangga. Inilah yang ingin dibangun oleh Presiden Prabowo, yakni kepala daerah yang memiliki semangat gotong royong dan komunikasi yang baik,” tegasnya.

Baca Juga: Sambil Ingatkan Ancaman Provokasi, Eri–Armuji Pamer Kekompakan

 

Hal yang sama disampaikan Wakil Ketua DPC Gerindra Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, mengingatkan bahwa retreat ini merupakan program pemerintah pusat untuk memberikan pembekalan kepada kepala daerah terpilih.

 

“Retret ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi ada materi dari kementerian dan Lemhannas. Sebagai kepala daerah, sudah selayaknya mereka tunduk dan patuh pada perintah presiden sebagai mandataris MPR,” ujar Yona.

 

Ia juga menegaskan bahwa Eri Cahyadi dan Armuji diusung oleh 18 partai politik, yang mayoritas adalah partai koalisi pemerintahan. Oleh karena itu, ia menilai kepemimpinan di Surabaya seharusnya selaras dengan arah kebijakan nasional.

Baca Juga: Tutup Tahun 2025, Berikut Nilai Pemerintahan Eri–Armuji Menurut Catatan Politisi Golkar Arif Fathoni

 

“Ini bukan soal patuh atau tidak patuh kepada presiden, tetapi soal kepatutan sebagai kepala daerah yang diusung oleh banyak partai. Mereka harus menjaga harmoni politik dan menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan kelompok,” katanya.

 

Menurut Yona, Eri-Armuji pasti memahami pentingnya menjaga kondusivitas politik di Surabaya agar roda pemerintahan berjalan dengan baik.

 

“Pemerintahan yang solid dan harmonis adalah kunci utama menuju Indonesia maju. Kepala daerah harus bisa bekerja dalam satu arah, bersama pemerintah pusat, agar pembangunan bisa berjalan lebih cepat dan efektif,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.