Sabtu, 26 Sep 2026 01:52 WIB

DPRD Kecewa OPD Tak Hadiri Undangan, Diinformasikan Serempak ke Jakarta Pelantikan Eri-Armuji

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 24 Feb 2025 10:51 WIB
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko

selalu.id – DPRD Surabaya kecewa terhadap organisasi perangkat daerah (OPD) Kota Surabaya yang tidak menghadiri rapat penting pada Kamis, 20 Februari 2025 lalu.

Rapat yang dijadwalkan untuk membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Hunian Layak akhirnya dibatalkan karena absennya perwakilan OPD.

Baca Juga: Pungli Rekrutmen Pemkot Surabaya: Jangan Cuma Tangkap Kroco, Seret Penikmat Aliran Dananya!


Informasi yang dihimpun selalu.id dikabarkan sejumlah camat, ataupun Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berangkat ke Jakarta, untuk hadir pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya terpilih 2025-2030, Eri Cahyadi-Armuji.

Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, menyesalkan sikap OPD yang tidak memprioritaskan agenda DPRD.

“Seharusnya, ketika DPRD memberikan undangan kepada kepala perangkat daerah, mereka memprioritaskan untuk hadir. Jika pun berhalangan, setidaknya ada komunikasi atau konfirmasi dengan staf komisi,” kata Yona, saat dihubungi selalu.id, Senin (24/2/2025).

Menurutnya, ketidakhadiran kepala dinas atau kepala bagian dalam rapat DPRD sudah berulang kali terjadi, di mana mereka hanya mengirim perwakilan staf.

“Beberapa kali kepala-kepala OPD diundang selalu diwakilkan stafnya itu sama artinya dengan tidak mengapresisasi Lembaga Legislatif,” tegasnya.

Politisi Gerindra itu menegaskan bahwa jika kondisi ini terus berulang, DPRD akan mempertimbangkan untuk tidak melanjutkan agenda rapat di komisi maupun pansus.

“Kedepan jika kami mengundang kepala-kepala dinas/bagian dan tidak dihadiri langsung oleh yang bersangkutan. Maka kami kembali akan pertimbangkan untuk melanjutkan atau tidak agenda-agenda rapat,baik di pansus maupun di komisi,” terangnya.

Sementara,  Ketua Panitia Khusus (Pansus) Raperda Hunian Layak, Muhammad Saifuddin, menilai sikap OPD tersebut tidak hanya mencoreng marwah DPRD tetapi juga menghambat pembahasan kebijakan yang berkaitan langsung dengan kepentingan warga.

“Ini sangat melecehkan kami, padahal undangan rapat ini ditandatangani langsung oleh Ketua DPRD Kota Surabaya. Karena ketidakhadiran pihak Pemkot, akhirnya rapat ini batal digelar,” tegas Saifuddinz

Politis Demokrat itu menilai , pembahasan hunian layak sangat penting dalam upaya menjadikan Surabaya sebagai smart city, yang memastikan warganya mendapatkan tempat tinggal yang layak dan sesuai standar

“Ini bukan hanya soal rapat, tetapi menyangkut kehidupan warga Surabaya. Kami kecewa karena tak satu pun OPD hadir. Ke depan, kami akan menjadwalkan ulang rapat dan berharap ada itikad baik dari mereka,” tambahnya.

Baca Juga: ASN Surabaya jangan Enak-anakan, Begini Pesan Tegas DPRD

Editor : Ading
Berita Terbaru

Layanan Home Care Pemkab Jember Dilirik Kemenkes, Jadi Inspirasi Daerah Lain

Meski begitu, Kemenkes tetap memberikan perhatian pada evaluasi program secara berkala guna memastikan efektivitasnya di lapangan.

Progres RSUD Sedati Lampaui Target, Wabup Sidoarjo Wanti-wanti soal Kualitas Material

Inspeksi mendadak ini dilakukan menyusul adanya laporan dari masyarakat terkait dugaan lambannya pengerjaan fisik di lokasi.

Pemkot Surabaya Larang Sekolah Jual Seragam Mulai Tahun Depan, Ini Penjelasannya

Selain penyelarasan desain, Pemkot Surabaya secara eksplisit melarang pihak sekolah negeri melakukan aktivitas jual beli seragam kepada siswa maupun orang tua.

RAPBD Jatim 2027 Turun 8,2 Persen, Golkar Pertanyakan Pemangkasan Belanja Modal

Golkar pun meminta Pemprov Jawa Timur menjelaskan strategi menjaga ketersediaan infrastruktur, konektivitas, hingga pemerataan layanan publik.

Viral Wadah MBG di Patrang Jember Disebut Kurang Bersih, Ini Kata Pihak Pengelola

Keluhan tersebut mengemuka setelah akun Facebook IWJ Ofisial milik Muhamad Abas mengunggah foto wadah makanan atau ompreng MBG yang dinilai kurang bersih.

Ketika Energi Bersih Menentukan Masa Depan Industri Indonesia

Dalam pidato pembukaan General Debate pada 22 September, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyebut dunia sedang menghadapi empat tests of power.