Sabtu, 06 Jun 2026 02:27 WIB

DPRD Kecewa OPD Tak Hadiri Undangan, Diinformasikan Serempak ke Jakarta Pelantikan Eri-Armuji

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 24 Feb 2025 10:51 WIB
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko

selalu.id – DPRD Surabaya kecewa terhadap organisasi perangkat daerah (OPD) Kota Surabaya yang tidak menghadiri rapat penting pada Kamis, 20 Februari 2025 lalu.

Rapat yang dijadwalkan untuk membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Hunian Layak akhirnya dibatalkan karena absennya perwakilan OPD.

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya


Informasi yang dihimpun selalu.id dikabarkan sejumlah camat, ataupun Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berangkat ke Jakarta, untuk hadir pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya terpilih 2025-2030, Eri Cahyadi-Armuji.

Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, menyesalkan sikap OPD yang tidak memprioritaskan agenda DPRD.

“Seharusnya, ketika DPRD memberikan undangan kepada kepala perangkat daerah, mereka memprioritaskan untuk hadir. Jika pun berhalangan, setidaknya ada komunikasi atau konfirmasi dengan staf komisi,” kata Yona, saat dihubungi selalu.id, Senin (24/2/2025).

Menurutnya, ketidakhadiran kepala dinas atau kepala bagian dalam rapat DPRD sudah berulang kali terjadi, di mana mereka hanya mengirim perwakilan staf.

“Beberapa kali kepala-kepala OPD diundang selalu diwakilkan stafnya itu sama artinya dengan tidak mengapresisasi Lembaga Legislatif,” tegasnya.

Politisi Gerindra itu menegaskan bahwa jika kondisi ini terus berulang, DPRD akan mempertimbangkan untuk tidak melanjutkan agenda rapat di komisi maupun pansus.

“Kedepan jika kami mengundang kepala-kepala dinas/bagian dan tidak dihadiri langsung oleh yang bersangkutan. Maka kami kembali akan pertimbangkan untuk melanjutkan atau tidak agenda-agenda rapat,baik di pansus maupun di komisi,” terangnya.

Sementara,  Ketua Panitia Khusus (Pansus) Raperda Hunian Layak, Muhammad Saifuddin, menilai sikap OPD tersebut tidak hanya mencoreng marwah DPRD tetapi juga menghambat pembahasan kebijakan yang berkaitan langsung dengan kepentingan warga.

“Ini sangat melecehkan kami, padahal undangan rapat ini ditandatangani langsung oleh Ketua DPRD Kota Surabaya. Karena ketidakhadiran pihak Pemkot, akhirnya rapat ini batal digelar,” tegas Saifuddinz

Politis Demokrat itu menilai , pembahasan hunian layak sangat penting dalam upaya menjadikan Surabaya sebagai smart city, yang memastikan warganya mendapatkan tempat tinggal yang layak dan sesuai standar

“Ini bukan hanya soal rapat, tetapi menyangkut kehidupan warga Surabaya. Kami kecewa karena tak satu pun OPD hadir. Ke depan, kami akan menjadwalkan ulang rapat dan berharap ada itikad baik dari mereka,” tambahnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.