Senin, 02 Feb 2026 01:49 WIB

Dilema Eri Cahyadi Antara Instruksi Megawati atau Ketua APEKSI, Pengamat: Ada Beban Psikologis

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 21 Feb 2025 14:49 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

selalu.id - Pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam menyebut adanya dilema yang dihadapi oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi terkait kehadirannya dalam retret kepemimpinan kepala daerah di Akademi Militer (Akmil) Magelang pada 21-28 Februari 2025.

Sebagai kader PDIP, Eri terikat pada instruksi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang melarang seluruh kepala daerah dari PDIP untuk mengikuti acara tersebut, usai Sekjen Hasto Kristiyanto ditahan KPK.

Namun, sebagai Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), Eri juga memiliki tanggung jawab untuk hadir dalam forum yang diinisiasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tersebut.

Surokim menilai, kondisi yang dihadapi Eri Cahyadi akan menjadi beban moral dalam pilihannya untuk mengikuti intruksi Ketua Umum PDIP Megawati.

“Sebagai Ketua APEKSI, tentu ada beban moral jika tidak hadir,” kata Surokim, saat dihubungi selalu.id, Jumat (21/2/2025).

Menurutnya, dia memprediksi bahwa orang nomor satu di Surabaya itu akan lebih memilih perintah Megawati.

“Namun, saya prediksi beliau akan lebih memilih patuh kepada Bu Mega, karena ada beban sejarah dan tanggung jawab kepada partai yang mengusung serta mendukung pemerintahannya,” ujarnya.

Apalagi, penggelaran retret ini juga  menjadi ajang strategis bagi kepala daerah untuk menyamakan frekuensi dengan pemerintah pusat serta memperkuat koordinasi antar-daerah. Dia menyebut hal ini akan menjadi beban psikologis Eri Cahyadi.

“Pasti  ada beban psikologis, karena ini merupakan acara yang melibatkan Presiden. Acara ini bisa menjadi pintu masuk bagi kepala daerah untuk koordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah lain,” jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, memastikan dirinya tidak mengikuti retreat kepemimpinan kepala daerah di Akademi Militer (Akmil) Magelang pada 21-28 Februari 2025.

Armuji  juga menegaskan bahwa dirinya telah berada di Surabaya dan tidak menuju Magelang.

“Saya gak melok, saya sudah (langsung) balik di Surabaya,” ujar Armuji saat dihubungi awak media.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi diketahui masih berada di Jakarta sejak pagi. Terkait jadwal retreat bagi wakil kepala daerah, Armuji menyebut bahwa sesi tersebut berlangsung pada 27-28 Februari 2025.

Saat ditanya lebih lanjut mengenai alasannya memilih tetap di Surabaya, Armuji kembali menegaskan bahwa ia mengikuti instruksi Ketua Umum PDIP.

“Kan sudah ada instruksi Ketua Umum yang jelas. Saya di Surabaya,” tegasnya.

Baca Juga: Anak Pejabat Dapat UKT Rp15 Juta, Program Beasiswa Pemuda Tangguh Kota Surabaya Disorot

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.