Minggu, 19 Jul 2026 20:41 WIB

Dilema Eri Cahyadi Antara Instruksi Megawati atau Ketua APEKSI, Pengamat: Ada Beban Psikologis

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 21 Feb 2025 14:49 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

selalu.id - Pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam menyebut adanya dilema yang dihadapi oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi terkait kehadirannya dalam retret kepemimpinan kepala daerah di Akademi Militer (Akmil) Magelang pada 21-28 Februari 2025.

Sebagai kader PDIP, Eri terikat pada instruksi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang melarang seluruh kepala daerah dari PDIP untuk mengikuti acara tersebut, usai Sekjen Hasto Kristiyanto ditahan KPK.

Namun, sebagai Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), Eri juga memiliki tanggung jawab untuk hadir dalam forum yang diinisiasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tersebut.

Surokim menilai, kondisi yang dihadapi Eri Cahyadi akan menjadi beban moral dalam pilihannya untuk mengikuti intruksi Ketua Umum PDIP Megawati.

“Sebagai Ketua APEKSI, tentu ada beban moral jika tidak hadir,” kata Surokim, saat dihubungi selalu.id, Jumat (21/2/2025).

Menurutnya, dia memprediksi bahwa orang nomor satu di Surabaya itu akan lebih memilih perintah Megawati.

“Namun, saya prediksi beliau akan lebih memilih patuh kepada Bu Mega, karena ada beban sejarah dan tanggung jawab kepada partai yang mengusung serta mendukung pemerintahannya,” ujarnya.

Apalagi, penggelaran retret ini juga  menjadi ajang strategis bagi kepala daerah untuk menyamakan frekuensi dengan pemerintah pusat serta memperkuat koordinasi antar-daerah. Dia menyebut hal ini akan menjadi beban psikologis Eri Cahyadi.

“Pasti  ada beban psikologis, karena ini merupakan acara yang melibatkan Presiden. Acara ini bisa menjadi pintu masuk bagi kepala daerah untuk koordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah lain,” jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, memastikan dirinya tidak mengikuti retreat kepemimpinan kepala daerah di Akademi Militer (Akmil) Magelang pada 21-28 Februari 2025.

Armuji  juga menegaskan bahwa dirinya telah berada di Surabaya dan tidak menuju Magelang.

“Saya gak melok, saya sudah (langsung) balik di Surabaya,” ujar Armuji saat dihubungi awak media.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi diketahui masih berada di Jakarta sejak pagi. Terkait jadwal retreat bagi wakil kepala daerah, Armuji menyebut bahwa sesi tersebut berlangsung pada 27-28 Februari 2025.

Saat ditanya lebih lanjut mengenai alasannya memilih tetap di Surabaya, Armuji kembali menegaskan bahwa ia mengikuti instruksi Ketua Umum PDIP.

“Kan sudah ada instruksi Ketua Umum yang jelas. Saya di Surabaya,” tegasnya.

Baca Juga: Dalih Wali Kota Surabaya Eri soal Konten Sidaknya Disamakan dengan Armuji

Editor : Ading
Berita Terbaru

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.

Demi Tambahan Penghasilan, Perempuan Penjual Roti di Surabaya Kasus Narkoba Lagi

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sembilan paket sabu dengan berat total 96,884 gram serta 10 butir ekstasi seberat 4,274 gram.

Nobar Final Piala Dunia 2026 di Mojokerto Bakal Digelar di GOR Seni Majapahit

Ika Puspitasari, menyampaikan bahwa penyelenggaraan nobar merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Mojokerto menghadirkan ruang publik yang positif.

Demi Target 250 Emas Porprov Jatim 2027, KONI Kota Surabaya Gelar Tes Narkoba

Langkah itu juga menjadi bentuk pencegahan terhadap penyalahgunaan narkotika di kalangan atlet yang tengah dipersiapkan menghadapi Porprov Jatim 2027.

Krisis Air Bersih, Warga Kunjorowesi Mojokerto Bergantung Sisa Air Hujan

Akibat krisis air bersih ini, warga Dusun Kandangan harus bergantung pada sisa air hujan yang disimpan di kolam penampungan air atau tandon.