Jumat, 05 Jun 2026 03:03 WIB

Terima 10 Tuntutan Demonstran, DPRD Jatim Dorong Dialog dengan Pemerintah Pusat

Demonstrasi bertajuk "Indonesia Gelap" di depan Gedung DPRD Jawa Timur
Demonstrasi bertajuk "Indonesia Gelap" di depan Gedung DPRD Jawa Timur

selalu.id – Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur, Fuad Benardi,  mengungkapkan bahwa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara telah menyampaikan sepuluh tuntutan terkait kebijakan efisiensi pemerintah, khususnya di sektor pendidikan.  Tuntutan tersebut mencakup berbagai hal, mulai dari peninjauan ulang efisiensi beasiswa pendidikan seperti Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah), hingga peningkatan kesejahteraan dosen melalui penyesuaian tunjangan kinerja.  Evaluasi ulang program Makan Bergizi Gratis juga menjadi bagian dari tuntutan tersebut.

Benardi menjelaskan bahwa mayoritas poin tuntutan tersebut sebenarnya diarahkan kepada pemerintah pusat.  Meskipun demikian, DPRD Jatim tetap merespon secara serius dan berkomitmen untuk menindaklanjuti aspirasi mahasiswa.  "Ketua DPRD Jatim telah menandatangani surat penerimaan tuntutan tersebut, dan humas DPRD Jatim akan mempublikasikannya di media sosial serta mengirimkan surat resmi kepada DPR RI," ujar Benardi.  Ia menambahkan bahwa langkah ini bertujuan untuk memastikan tuntutan mahasiswa tersebut sampai ke telinga pemerintah pusat dan mendapatkan perhatian yang layak.

Anggota DPRD Jatim ini juga meluruskan kesalahpahaman terkait efisiensi anggaran.  Beredar kabar bahwa beberapa lembaga superbody seperti KPK, TNI-Polri, dan Kemenhan, terbebas dari efisiensi anggaran.  "Itu tidak benar," tegas Bernardi.  Ia menjelaskan bahwa berdasarkan informasi terbaru, Polri sendiri mengalami pemotongan anggaran sebesar 20,5 triliun rupiah, sementara TNI dan Kemenhan mengalami pemotongan sekitar 26 triliun rupiah.  DPR RI pun turut terkena dampak efisiensi anggaran.  "Semua Kementerian dan Lembaga terkena dampak efisiensi,"  tegasnya.

Benardi menekankan bahwa langkah efisiensi ini diperlukan mengingat beban utang negara yang sangat besar.  "Tahun ini saja, kita harus membayar utang (negara) sebesar 800 triliun rupiah," ujarnya.  Jumlah yang fantastis ini mengharuskan pemerintah untuk mengambil langkah-langkah efisiensi dan penghematan anggaran secara menyeluruh.

Terkait metode penyampaian aspirasi, Bernardi menjelaskan bahwa DPRD Jatim membuka ruang komunikasi dan dialog dengan mahasiswa.  Meskipun gedung DPRD memiliki keterbatasan ruang,  pihaknya siap menerima perwakilan mahasiswa untuk berdiskusi.  "Jika mahasiswa ingin berdialog, silakan.  Kami siap menampung aspirasi dan memperjuangkannya,"  ungkapnya.  Ia juga menambahkan bahwa  DPRD Jatim siap memfasilitasi komunikasi melalui berbagai media, termasuk media sosial, untuk memastikan aspirasi mahasiswa tersampaikan dengan efektif.

Lebih lanjut, Benardi menegaskan bahwa semua tuntutan mahasiswa akan ditampung dan diperjuangkan.  DPRD Jatim akan meneruskan surat resmi kepada DPR RI,  sekaligus mendorong koordinasi dan komunikasi yang intensif antara pemerintah pusat dan daerah untuk mencari solusi terbaik bagi permasalahan yang dihadapi.  Komitmen ini menunjukkan keseriusan DPRD Jatim dalam merespon aspirasi mahasiswa dan memperjuangkan kepentingan rakyat.

Baca Juga: DPRD Jatim Sebut UMKM Waktunya Naik Kelas di Tengah Rupiah Melemah

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.