Senin, 09 Feb 2026 03:08 WIB

Pemkot Surabaya Bakal Jadikan Non ASN Tak Lolos PPPK Pekerja Paruh Waktu

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 17 Feb 2025 13:13 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi
Wali Kota Eri Cahyadi

selalu.id – Efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat tak membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya gegabah dalam mengambil kebijakan agar tidak menambah pengangguran.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menegaskan pihaknya tidak akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap tenaga kontrak atau Non-Aparatur Sipil Negara (ASN).

Sebagai solusinya, tenaga kontrak administrasi yang tidak lolos seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh akan dialihkan menjadi PPPK paruh waktu. Sementara yang lolos akan menjadi pegawai PPPK penuh.

“Saya pastikan tidak ada PHK bagi tenaga Non-ASN di Pemkot Surabaya. Mereka yang bekerja sebagai tenaga kontrak administrasi tetap kami akomodasi dalam skema PPPK, baik paruh waktu maupun penuh,” ujar Eri Cahyadi, Senin (16/2/2025).

Orang nomor satu di Surabaya itu menyebut langkah yang dia ambil agar agar kebijakan efisiensi anggaran yang tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tidak berdampak pada kesejahteraan tenaga Non-ASN. 

Menurut Eri, pendekatan ini berbeda dengan daerah lain yang melakukan PHK terhadap tenaga kontrak akibat efisiensi. Ia menegaskan bahwa di Surabaya, tenaga Non-ASN tetap memiliki pekerjaan selama mereka menjalankan tugas sesuai aturan.

“Kalau di daerah lain banyak yang di-PHK, kalau di Surabaya ikut memutus tenaga kontrak, angka pengangguran pasti meningkat. Jadi saya pastikan tidak ada PHK, kecuali ada yang melanggar aturan atau tidak masuk kerja,” tegasnya.

Selain tenaga administrasi, tenaga kerja lapangan seperti petugas penyapuan dan pengerukan saluran juga tetap dipertahankan dengan skema kontrak jasa. Eri menegaskan bahwa skema ini sudah berlaku sejak lama dan tetap akan berjalan meskipun ada kebijakan efisiensi anggaran.

“Satgas penyapuan dan pengerukan saluran itu bukan pegawai administrasi, melainkan tenaga berbasis jasa. Skema ini tetap kita jalankan di Surabaya,” pungkasnya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Percepat Overlay Jalan yang Rawan Genangan saat Hujan

Editor : Ading
Berita Terbaru

Ironi Mengakusisi Bumi Kita Sendiri, Sebuah Memoar Panjang "Merakyatkan" Hutan

Tulisan ini didedikan untuk Almarhum Rurid Rudianto, Ketua Pokja Perhutanan Sosial PWNU Jatim yang berpulang pada 8 Februari 2026.

Sate 'Nggarai Tangi' di Pinggiran Sawah Mojokerto, Begini Khasiatnya untuk Pria Dewasa

Kebanyakan pelanggan pria meminta atau request panggangan sate daging setengah matang.

Sidak ke Pasar Wonokromo, Menteri LH: Adipura Surabaya Perlu Dikoreksi 

Hanif melanjutkan bahwa kawasan di sepanjang jalan protokol juga menunjukkan adanya tempat penimbunan sampah sementara yang tidak terkelola dengan baik.

Di Tengah Proses Hukum, KBS Nyatakan Perawatan Satwa Masih Prioritas Utama

“Perawatan dan pemeliharaan satwa tetap menjadi prioritas utama kami," ujar Nurika

Usai 14 Bulan Misi Perdamaian di Lebanon, KRI Sultan Iskandar Muda-367 Kembali ke Surabaya 

Selama bertugas di Laut Mediterania, kapal ini melaksanakan 33 kali operasi.

2026, PGN Perkuat Kompetensi SDM dan Soliditas Ekosistem Kerja 

Kepercayaan pekerja pada keberlanjutan perusahaan juga terlihat dari tingkat perputaran pekerja (turn over) kurang dari 3%.