Kamis, 17 Sep 2026 08:16 WIB

Pemkot Surabaya Bakal Jadikan Non ASN Tak Lolos PPPK Pekerja Paruh Waktu

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 17 Feb 2025 13:13 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi
Wali Kota Eri Cahyadi

selalu.id – Efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat tak membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya gegabah dalam mengambil kebijakan agar tidak menambah pengangguran.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menegaskan pihaknya tidak akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap tenaga kontrak atau Non-Aparatur Sipil Negara (ASN).

Sebagai solusinya, tenaga kontrak administrasi yang tidak lolos seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh akan dialihkan menjadi PPPK paruh waktu. Sementara yang lolos akan menjadi pegawai PPPK penuh.

“Saya pastikan tidak ada PHK bagi tenaga Non-ASN di Pemkot Surabaya. Mereka yang bekerja sebagai tenaga kontrak administrasi tetap kami akomodasi dalam skema PPPK, baik paruh waktu maupun penuh,” ujar Eri Cahyadi, Senin (16/2/2025).

Orang nomor satu di Surabaya itu menyebut langkah yang dia ambil agar agar kebijakan efisiensi anggaran yang tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tidak berdampak pada kesejahteraan tenaga Non-ASN. 

Menurut Eri, pendekatan ini berbeda dengan daerah lain yang melakukan PHK terhadap tenaga kontrak akibat efisiensi. Ia menegaskan bahwa di Surabaya, tenaga Non-ASN tetap memiliki pekerjaan selama mereka menjalankan tugas sesuai aturan.

“Kalau di daerah lain banyak yang di-PHK, kalau di Surabaya ikut memutus tenaga kontrak, angka pengangguran pasti meningkat. Jadi saya pastikan tidak ada PHK, kecuali ada yang melanggar aturan atau tidak masuk kerja,” tegasnya.

Selain tenaga administrasi, tenaga kerja lapangan seperti petugas penyapuan dan pengerukan saluran juga tetap dipertahankan dengan skema kontrak jasa. Eri menegaskan bahwa skema ini sudah berlaku sejak lama dan tetap akan berjalan meskipun ada kebijakan efisiensi anggaran.

“Satgas penyapuan dan pengerukan saluran itu bukan pegawai administrasi, melainkan tenaga berbasis jasa. Skema ini tetap kita jalankan di Surabaya,” pungkasnya.

Baca Juga: Jam Operasional Tak Relevan, Perda Surabaya Diprotes Pedagang Buah Pasar Tanjung Sari

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sisi Gelap Warkop Jalan Kunti Surabaya, Pesan Kopi Bisa Sambil Nyabu

Dari pengungkapan ini, polisi menyita barang bukti 10 poket sabu seberat total 65,51 gram. Saat ini, kasusnya terus dilakukan pengembangan.

Indonesia Diprediksi Hujan Lebat dan Angin Kencang Besok, Ini Wilayahnya

Meski sebagian besar wilayah Indonesia tengah dikepung kemarau terik, potensi hujan lebat hingga angin kencang masih mengintai. BMKG mengimbau selalu waspada.

Turun Langsung Dengarkan Masukan Tenant, SIER Dapat Pujian Soal Keamanan Kawasan

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, SIER juga menyampaikan sejumlah pengembangan fasilitas dan layanan yang dapat mendukung kebutuhan tenant.

Diberhentikan Lewat WA, Relawan SPPG Porong Sidoarjo Pertanyakan Prosedur Evaluasi dan Hak BPJS

Relawan yang diberhentikan itu adalah Egidius Nehe alias Egis. Ia mengaku terkejut lantaran menerima pemberitahuan pemutusan tugas hanya melalui pesan WA.

Penduduk Surabaya Tembus 3 Juta, Dapil dan Kursi DPRD Berpeluang Dirombak

Kondisi ini dimanfaatkan DPRD Kota Surabaya untuk mengawal peluang penambahan lima kursi legislatif pada Pemilihan Legislatif (Pileg) mendatang.

Bukan Sekadar Ambil Alih, Ini Rencana PDAM Surabaya Masuk Perumahan Air Mandiri

Langkah ini diambil guna memastikan kesetaraan akses air bersih di Kota Surabaya.