Kamis, 04 Jun 2026 14:40 WIB

Efisiensi Anggaran, Menkes: Tak Pengaruhi Layanan Kesehatan Daerah

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin

selalu.id – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memberikan jaminan bahwa kebijakan efisiensi anggaran pemerintah tidak akan mengganggu layanan kesehatan di seluruh Indonesia.  Pernyataan ini disampaikan Menkes seusai memberikan sosialisasi dalam Kongres Muslimat NU di Asrama Haji Surabaya, Jumat (14/2/2025).

Efisiensi anggaran, yang diinstruksikan Presiden Prabowo Subianto untuk diterapkan di seluruh kementerian, memang berdampak pada setiap lembaga pemerintahan.  Namun, Menkes Budi Gunadi menekankan bahwa Kementerian Kesehatan telah melakukan perencanaan anggaran yang matang. 

"Semuanya kena efisiensi, tapi di Kementerian Kesehatan, kita sudah menghitung dengan cermat," tegasnya.

Budi Gunadi menjelaskan bahwa Kementerian Kesehatan masih memiliki anggaran yang cukup untuk menjalankan program-programnya.  Ia memastikan bahwa pelayanan kesehatan dasar tetap terjaga, termasuk program pemeriksaan kesehatan gratis yang menjadi prioritas pemerintah. 

"Kita masih punya anggaran yang cukup. Namun, jika ada kekurangan, Presiden akan memberikan tambahan khusus, termasuk untuk program cek kesehatan gratis," tambahnya.

Menkes juga menekankan pentingnya penghematan anggaran demi menjaga stabilitas keuangan negara.  Meskipun efisiensi diterapkan, ia memastikan hal tersebut tidak akan mengorbankan kualitas layanan kesehatan di daerah.  "Tapi kalau anggarannya bisa dihemat, ya harus hemat. Ini demi stabilitas keuangan negara," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Kementerian Kesehatan telah melakukan berbagai strategi untuk mencapai efisiensi tanpa mengorbankan mutu pelayanan.  Strategi ini meliputi optimalisasi penggunaan sumber daya, peningkatan efisiensi operasional, dan penguatan sistem manajemen keuangan. "Kami telah melakukan berbagai upaya untuk memastikan efisiensi anggaran tidak berdampak negatif terhadap pelayanan kesehatan masyarakat," jelas Menkes.

Lebih lanjut, Menkes Budi Gunadi Sadikin mengajak seluruh pihak untuk mendukung kebijakan efisiensi anggaran ini.  Ia berharap masyarakat dapat memahami bahwa penghematan ini dilakukan untuk kepentingan jangka panjang dan stabilitas ekonomi negara, yang pada akhirnya akan berdampak positif bagi seluruh sektor, termasuk sektor kesehatan.

"Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di seluruh Indonesia, meskipun dengan adanya efisiensi anggaran.  Kerja sama dan dukungan dari semua pihak sangat penting untuk mencapai tujuan ini," pungkas Menkes. 

Kepastian ini diharapkan dapat meredakan kekhawatiran masyarakat mengenai potensi penurunan kualitas layanan kesehatan akibat kebijakan efisiensi anggaran pemerintah. 

Baca Juga: Eri Cahyadi Siapkan Tiga Jurus Fiskal Atasi Pemotongan TKD

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.