Minggu, 06 Sep 2026 16:06 WIB

Normalisasi Sungai Kalianak Wacana Lama, DPRD Surabaya Soroti Keseriusan Pemkot

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 06 Feb 2025 13:19 WIB
Normalisasi sungai Kalianak
Normalisasi sungai Kalianak

selalu.id - Wacana normalisasi Sungai Kalianak kembali menjadi sorotan. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyatakan program ini merupakan langkah strategis untuk mengantisipasi banjir yang kerap melanda warga.

Namun anggota Komisi C DPRD Surabaya, Buchori Imron, yang meragukan keseriusan pemerintah dalam menangani permasalahan ini.

“Sungai Kalianak seharusnya sudah dinormalisasi sejak lama, bukan baru dibahas sekarang. Dulu lebarnya 20 meter di hulu dan 40 meter di hilir. Sekarang di hulu tinggal 2 meter, sementara di hilir hanya 18-20 meter. Ini jelas menunjukkan lemahnya pengawasan,” ujar Buchori, Kamis (6/2/2025).

Buchori menilai penyempitan sungai disebabkan oleh pelanggaran peraturan daerah dan maraknya bangunan liar. Ia menegaskan bahwa normalisasi Sungai Kalianak bukanlah wacana baru, melainkan janji lama yang hingga kini belum menunjukkan hasil nyata.

“Di sepanjang sungai, banyak rumah-rumah liar yang berdiri di atas aliran air. Ini yang disebut ‘rumah helikopter’. Kenapa dibiarkan? Padahal itu melanggar Perda,” tegasnya.

Ia juga menyoroti lemahnya pengawasan dari pihak kelurahan sebagai perwakilan pemerintah kota di tingkat bawah. Menurutnya, lurah seharusnya berperan aktif dalam memastikan sungai tetap berfungsi sebagaimana mestinya.

“Kalau pengawasan dilakukan dengan benar, hal seperti ini tidak akan terjadi. Ini soal ketegasan dan konsistensi. Tanah itu milik pemerintah, tapi banyak warga yang menempati tanpa kepastian hukum. Kalau ilegal, harus ditertibkan. Kalau dibiarkan, baik warga maupun pemerintah akan sama-sama dirugikan,” katanya.

Buchori menekankan agar Pemkot Surabaya tidak menjalankan program ini setengah hati. Ia meminta agar normalisasi Sungai Kalianak dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan, bukan sekadar janji politik semata.

“Kalau tidak serius, hasilnya pasti mengecewakan. Ini soal keselamatan warga dari ancaman banjir yang terus berulang. Jangan hanya menjadi wacana tanpa realisasi. Jika normalisasi dimulai, harus ada kepastian hingga tuntas,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Windo Gusman Prasetyo, mengatakan bahwa normalisasi Sungai Kalianak merupakan bagian dari upaya Pemkot Surabaya dalam mengatasi banjir, khususnya di wilayah Kecamatan Asemrowo dan Kecamatan Krembangan.

“Kami telah mengadakan rapat untuk menentukan titik-titik yang perlu diberi penanda (patok), serta membahas tahapan pemeliharaan yang akan dilakukan. Hari ini kami fokus pada penentuan titik tengah di Sungai Kalianak,” jelas Windo.

Baca Juga: Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Editor : Ading
Berita Terbaru

Membangun Kemandirian Teknologi Industri Maritim Indonesia melalui Robotika Bawah Air dalam Semangat Asta Cita

Laut Indonesia akhirnya bukan hanya menjadi kekayaan yang kita miliki, tetapi juga menjadi tempat kita membangun masa depan.

Bupati Jember Fawait Berangkatkan Peserta Tajemtra Meski Akui Baru Lepas Infus

Ia mengaku tidak ingin meninggalkan masyarakat yang telah datang dari berbagai wilayah untuk mengikuti Tajemtra.

Kolaborasi Pemkab Jember-KAI, 350 Peserta Tajemtra Berangkat ke Tanggul Naik Kereta Khusus

Penggunaan kereta api untuk mengangkut peserta diharapkan dapat memberikan perjalanan yang aman dan nyaman.

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item