Senin, 02 Feb 2026 01:43 WIB

Kecelakaan di Gerbang Tol Ciawi, Delapan Orang Tewas dan Belasan Orang Luka

Kecelakaan di Tol Ciawi
Kecelakaan di Tol Ciawi

selalu.id – Sebuah kecelakaan maut terjadi di Gerbang Tol Ciawi 2, Bogor pada Selasa (4/2) malam pukul 23.30 WIB, menewaskan delapan orang dan melukai sebelas lainnya. Peristiwa bermula ketika sebuah truk pengangkut galon air mineral yang melaju dari arah Ciawi menuju Jakarta mengalami rem blong dan menabrak sejumlah kendaraan yang sedang mengantre untuk melakukan transaksi pembayaran tol.

Berdasarkan keterangan Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol. Eko Prasetyo, truk tersebut menghantam enam kendaraan yang sedang terparkir di gardu tol. Tiga kendaraan mengalami kerusakan parah dan terbakar hebat, sementara tiga lainnya ringsek akibat benturan keras.  "Diduga kuat rem truk mengalami kerusakan sehingga tidak mampu dikendalikan," ujar Kombes Eko dalam konferensi pers di lokasi kejadian.

Baca Juga: Identitas Mayat di Wonokusumo Terungkap, Diduga Dibacok Sekitar 60 Meter dari TKP

Diketahui, api yang membakar tiga kendaraan, termasuk truk pengangkut galon dan dua mobil Avanza, dengan cepat merambat.  Petugas pemadam kebakaran langsung dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api dan melakukan evakuasi korban.  Proses evakuasi berlangsung hingga dini hari dan menyita waktu cukup lama karena kondisi kendaraan yang hancur dan terbakar.

Korban tewas dan luka-luka langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciawi untuk mendapatkan perawatan medis.  Identifikasi korban masih dalam proses, namun pihak kepolisian telah berhasil menghubungi keluarga para korban.  Kondisi sopir truk yang selamat hingga saat ini masih belum sadarkan diri dan tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Baca Juga: Diduga Sopir Mengantuk, Truk Cabai Tewaskan Pemotor di Mojokerto

Akibat kecelakaan ini, Gerbang Tol Ciawi 2 sempat ditutup sementara untuk proses evakuasi dan penyelidikan.  Meskipun beberapa gardu tol telah kembali beroperasi pada pukul 04.00 WIB, namun gardu 07, 05, 03, dan 01 masih ditutup sementara untuk perbaikan.  Jasa Marga mengimbau pengguna jalan untuk menggunakan jalur alternatif di gardu 11, 13, dan 09, serta tetap berhati-hati dan tertib dalam antrean.

Kasus kecelakaan ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan dan memastikan tidak ada unsur kelalaian atau kriminalitas.  Polisi juga akan melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kendaraan, khususnya sistem pengereman truk pengangkut galon, untuk memastikan penyebab rem blong. 

Baca Juga: Avanza Tabrak Belakang Truk di Tol Jombang Mojokerto, 2 Tewas

Hasil penyelidikan akan diumumkan setelah proses investigasi selesai.  Pihak kepolisian menghimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk selalu mengecek kondisi kendaraan sebelum berkendara, terutama sistem pengereman, untuk mencegah terjadinya kecelakaan serupa.  Kecelakaan ini menjadi pengingat penting akan pentingnya keselamatan berkendara dan kewaspadaan di jalan raya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.