Senin, 20 Jul 2026 09:09 WIB

Identitas Mayat di Wonokusumo Terungkap, Diduga Dibacok Sekitar 60 Meter dari TKP

Foto: Korban pembacokan ditemukan meninggal dunia di depan warung kopi kawasan Wonokusumo, Surabaya, Minggu (18/1/2026).
Foto: Korban pembacokan ditemukan meninggal dunia di depan warung kopi kawasan Wonokusumo, Surabaya, Minggu (18/1/2026).

selalu.id - Umar (34), warga Jalan Kedung Mangu, ditemukan tewas bersimbah darah di depan Warkop Coffee Black, Jalan Wonokusumo Jaya, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya, Minggu (18/1/2026) sekitar pukul 05.45 WIB.

Saat ditemukan, korban mengenakan sarung dan peci putih. Di samping jasad korban terdapat sepeda motor Yamaha warna biru tua bernomor polisi L 5506 DAM.

Baca Juga: Kontainer Tabrak Lima Motor di Pasuruan, 3 Orang Tewas

Petugas gabungan dari Polsek Semampir, Unit Inafis Polres Pelabuhan Tanjung Perak, dan BPBD Kota Surabaya mengevakuasi jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban mengalami sejumlah luka akibat senjata tajam di bagian perut kanan, kaki, dan punggung. Kanit Reskrim Polsek Semampir Iptu Su’ud menyebut korban diduga diserang di lokasi lain sebelum ditemukan tergeletak di depan warung kopi.

“Sebelum mengembuskan napas terakhir, korban pertama kali ditusuk di depan rumah Jalan Wonokusumo Jaya Nomor 14 RT 4, sekitar 60 meter dari lokasi ditemukan. Di sekitar lokasi penusukan terdapat banyak ceceran darah,” ujar Su’ud saat dikonfirmasi, Senin (19/1/2026).

Informasi tambahan disampaikan Wakil Ketua RW XI Kecamatan Semampir, Anwar. Ia mengatakan pembacokan diduga dilakukan oleh sekitar empat orang yang datang menggunakan mobil berwarna putih.

Baca Juga: Sengaja Lintasi Rel, Pria Misterius Tewas Tertabrak Kereta di Krian

“Saksi mata melihat korban dibacok saat masih berada di atas sepeda motor. Korban bukan warga wilayah sini, begitu juga pelaku yang diduga bukan orang sekitar,” kata Anwar.

Identitas korban terungkap setelah polisi menelusuri data kendaraan bermotor yang ditemukan di lokasi. STNK sepeda motor tercatat atas nama MZAK alias Abidin, warga Dupak Bangunsari, Surabaya.

Orang tua Abidin, Bukhori, menyampaikan bahwa sepeda motor tersebut telah dipinjam Umar selama sekitar lima bulan. Menurut Abidin, ia mengenal korban dan pernah tergabung dalam komunitas Biker Scoopy.

Baca Juga: Ini Dia Tampang Pelaku Pembacokan Pelajar SMA hingga Tewas saat HUT Persebaya

Abidin juga menyebut korban sempat memiliki permasalahan dengan seseorang terkait dugaan penipuan. “Menurut cerita dari Fauzen, Umar pernah bermusuhan karena masalah penipuan dengan orang yang disebut berasal dari Sidoarjo,” ujarnya.

Kapolsek Semampir Kompol Herry Iswanto menyatakan pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif dan mengidentifikasi pelaku pembacokan.

“Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Kami terus melakukan pendalaman agar pelaku segera terungkap,” tegasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

1 Rumah dan 3 Lapak di Dukuh Kupang Surabaya Terbakar

Berdasarkan laporan petugas, objek yang terbakar meliputi satu rumah milik Suprapti serta tiga lapak usaha.

Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo.

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi," ujar Fawait.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.