Sabtu, 22 Agu 2026 16:08 WIB

Lumba-lumba Terdampar di Pesisir Pantai Kenjeran

Lumba-lumba terdampar di pesisir Pantai Kenjeran
Lumba-lumba terdampar di pesisir Pantai Kenjeran

selalu.id – Seekor lumba-lumba ditemukan terdampar di perairan dangkal pesisir Pantai Kenjeran, sisi barat, dekat Jembatan Suramadu, Senin (3/2/2025).  Kejadian ini menghebohkan warga sekitar dan nelayan setempat yang langsung berupaya menyelamatkan mamalia laut tersebut.

Hadi Siswanto, Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) nelayan Sukolilo Kenjeran, menjelaskan kronologi penemuan lumba-lumba tersebut.  "Sekitar pukul 12.00 WIB, beberapa nelayan kami melihat sesosok makhluk besar terdampar di area utara pantai, dekat Jembatan Suramadu," ujar Hadi. 

"Setelah didekati, ternyata seekor lumba-lumba dengan warna abu-abu gelap dan panjang sekitar dua meter," tambah dia kepada selalu.id.

Lumba-lumba tersebut tampak lemah dan kesulitan bergerak di perairan dangkal yang surut.  Nelayan setempat, dengan sigap dan penuh hati-hati,  berupaya mengevakuasi lumba-lumba tersebut.  Namun, ketika lumba-lumba tersebut sudah dibawa keperairan agak dalam di tengah, lumba-lumba tersebut kembali lagi ke pinggir sekitar pukul 15.30 Wib.

Para nelayan terus berupaya menyelamatkan lumba-lumba tersebut menggunakan perahu kecil dan sejumlah alat bantu untuk memindahkan lumba-lumba ke perairan yang lebih dalam dan aman.

Seperti diketahui, proses evakuasi tersebut dibantu oleh tim dari Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) bersama nelayan sekitar berlangsung sekitar satu jam, di tengah tantangan arus laut yang cukup kuat.

"Kami khawatir lumba-lumba ini akan mati jika dibiarkan begitu saja. Untungnya, proses evakuasi berjalan lancar dan lumba-lumba tersebut berhasil dikembalikan ke laut lepas," ucapnya.

Menurut keterangan nelayan, lumba-lumba tersebut kemungkinan besar terlepas dar8 rombongan lumba-lumba lainnya sehingga membuat seekor lumba-lumba ini tersesat dan terdampar akibat arus laut yang cukup deras.  Mereka menduga lumba-lumba tersebut tengah mencari makanan di sekitar perairan dangkal tersebut dan terbawa arus hingga akhirnya terjebak. 

Kondisi perairan yang surut di sore hari juga diperkirakan memperparah kondisi lumba-lumba tersebut. Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi pihak terkait guna melakukan investigasi lebih lanjut terkait penyebab terdamparnya lumba-lumba tersebut.  Beberapa nelayan juga turut akan memantau apakah ada gerombolan lumba-lumba lagi atau hanya satu ekor ini saja.

Peristiwa ini juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan laut dan ekosistemnya.  Pencemaran laut dan kerusakan habitat dapat mengancam kehidupan satwa laut, termasuk lumba-lumba. 

Upaya konservasi dan perlindungan lingkungan laut perlu ditingkatkan untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.  Nelayan setempat juga berharap agar kejadian ini dapat menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan laut.

Baca Juga: THP Kenjeran Jadi Etalase Wisata Surabaya di Munas APEKSI 2025

Editor : Ading
Berita Terbaru

Meniti Kasih di Ruang Tak Terbatas: Ketika Seni, Kuliner dan Cinta Menyatu di Grand Wedding Fair 2026

Untuk melengkapi persiapan calon pengantin, pameran yang berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB ini juga menghadirkan lebih dari 30 penawaran eksklusif.

Semarak HUT RI ke-81, 120 Regu Ramaikan Gerak Jalan Merah Putih di Kota Mojokerto

Mengusung tema kemerdekaan dan Majapahit, para peserta menampilkan kreatifitasnya dengan mengenakan beragam kostum.

Perkuat Minat Baca, PT Pelindo Daya Sejahtera Serahkan Bantuan Perpustakaan ke SD Al Istiqomah Surabaya

Bantuan buku mulai dari ilmu pengetahuan umum, ensiklopedia, pendidikan karakter, kumpulan cerita anak, hingga buku‑buku edukatif lainnya.

Wali Kota Eri: Pemilik Kos Surabaya Jangan Cuma Cari Untung, Jaga Keamanan Lingkungan!

Eri mengatakan, penguatan pengawasan lingkungan menjadi bagian dari upaya mencegah terjadinya tindak kekerasan maupun perbuatan asusila terhadap anak.

Ternyata, Masih Banyak Pelajar di Sidoarjo yang Bolos Sekolah 

Bupati Subandi meminta pihak sekolah lebih aktif mengawasi kehadiran siswa selama jam pelajaran berlangsung, begitupun orang tua harus intens komunikasi.

Kisah Pilu Gadis di Surabaya, Disetubuhi Ayah Tiri Sejak SD hingga Dicekoki Ekstasi

Atas perbuatannya itu, terdakwa divonis 18 tahun penjara dan denda Rp2,5 miliar. Bila tak dibayar, akan diganti hukuman 310 hari.