Senin, 02 Feb 2026 04:15 WIB

Lumba-lumba Terdampar di Pesisir Pantai Kenjeran

Lumba-lumba terdampar di pesisir Pantai Kenjeran
Lumba-lumba terdampar di pesisir Pantai Kenjeran

selalu.id – Seekor lumba-lumba ditemukan terdampar di perairan dangkal pesisir Pantai Kenjeran, sisi barat, dekat Jembatan Suramadu, Senin (3/2/2025).  Kejadian ini menghebohkan warga sekitar dan nelayan setempat yang langsung berupaya menyelamatkan mamalia laut tersebut.

Hadi Siswanto, Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) nelayan Sukolilo Kenjeran, menjelaskan kronologi penemuan lumba-lumba tersebut.  "Sekitar pukul 12.00 WIB, beberapa nelayan kami melihat sesosok makhluk besar terdampar di area utara pantai, dekat Jembatan Suramadu," ujar Hadi. 

"Setelah didekati, ternyata seekor lumba-lumba dengan warna abu-abu gelap dan panjang sekitar dua meter," tambah dia kepada selalu.id.

Lumba-lumba tersebut tampak lemah dan kesulitan bergerak di perairan dangkal yang surut.  Nelayan setempat, dengan sigap dan penuh hati-hati,  berupaya mengevakuasi lumba-lumba tersebut.  Namun, ketika lumba-lumba tersebut sudah dibawa keperairan agak dalam di tengah, lumba-lumba tersebut kembali lagi ke pinggir sekitar pukul 15.30 Wib.

Para nelayan terus berupaya menyelamatkan lumba-lumba tersebut menggunakan perahu kecil dan sejumlah alat bantu untuk memindahkan lumba-lumba ke perairan yang lebih dalam dan aman.

Seperti diketahui, proses evakuasi tersebut dibantu oleh tim dari Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) bersama nelayan sekitar berlangsung sekitar satu jam, di tengah tantangan arus laut yang cukup kuat.

"Kami khawatir lumba-lumba ini akan mati jika dibiarkan begitu saja. Untungnya, proses evakuasi berjalan lancar dan lumba-lumba tersebut berhasil dikembalikan ke laut lepas," ucapnya.

Menurut keterangan nelayan, lumba-lumba tersebut kemungkinan besar terlepas dar8 rombongan lumba-lumba lainnya sehingga membuat seekor lumba-lumba ini tersesat dan terdampar akibat arus laut yang cukup deras.  Mereka menduga lumba-lumba tersebut tengah mencari makanan di sekitar perairan dangkal tersebut dan terbawa arus hingga akhirnya terjebak. 

Kondisi perairan yang surut di sore hari juga diperkirakan memperparah kondisi lumba-lumba tersebut. Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi pihak terkait guna melakukan investigasi lebih lanjut terkait penyebab terdamparnya lumba-lumba tersebut.  Beberapa nelayan juga turut akan memantau apakah ada gerombolan lumba-lumba lagi atau hanya satu ekor ini saja.

Peristiwa ini juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan laut dan ekosistemnya.  Pencemaran laut dan kerusakan habitat dapat mengancam kehidupan satwa laut, termasuk lumba-lumba. 

Upaya konservasi dan perlindungan lingkungan laut perlu ditingkatkan untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.  Nelayan setempat juga berharap agar kejadian ini dapat menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan laut.

Baca Juga: Demo Nelayan Surabaya Tolak Reklamasi Berujung Ricuh

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.