Selasa, 21 Jul 2026 20:01 WIB

UNESA dan PSSI Jalin Kerja Sama Sport Science Tingkatkan Performa Timnas Putri

Kerjasama PSSI dan UNESA
Kerjasama PSSI dan UNESA

selalu.id – Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) resmi menjalin kerja sama strategis dalam pengembangan dan penguatan Tim Nasional (Timnas) Sepak Bola Putri Indonesia.  Kerja sama ini difokuskan pada penerapan sport science untuk meningkatkan performa tim di berbagai aspek, mulai dari fisik, teknik, taktik, hingga mental.

Peluncuran kerja sama ini dilakukan di Rektorat UNESA Kampus Lidah Wetan, Surabaya, Kamis siang. Kerja sama ini merupakan langkah signifikan dalam upaya meningkatkan prestasi Timnas Putri Indonesia.  Rektor UNESA, Prof. Nur Hasan, melalui Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK), Prof. Dwi Cahyo Kartiko, menyatakan kesiapan UNESA untuk mendukung penuh program ini. 

UNESA telah menyiapkan tim ahli sport science yang terdiri dari 15 orang dari berbagai lintas fakultas untuk secara rutin memantau dan memberikan dukungan kepada Timnas Putri.  Tim ini akan melakukan analisis mendalam dan memberikan program latihan yang terukur untuk meningkatkan kemampuan para pemain.

"UNESA berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh dalam meningkatkan prestasi Timnas Putri Indonesia.  Tim ahli kami akan bekerja keras dan terus mengawal Timnas Putri hingga performa mereka meningkat secara signifikan," ujar Prof. Dwi Cahyo Kartiko, kepada selalu.id, Jumat (16/1/2025).

Sementara itu, Anggota Exco PSSI, Vivin Cahyani Sungkono, menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari upaya PSSI untuk memperkuat ekosistem sepak bola putri di Indonesia.  Target jangka pendeknya adalah meningkatkan peringkat FIFA Timnas Putri Indonesia.  Pada tahun lalu, Timnas Putri berada di peringkat 109, kemudian naik ke peringkat 97.  Dengan kerja keras dan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk UNESA, PSSI optimis peringkat tersebut dapat terus meningkat.

"Kerja sama ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas Timnas Putri Indonesia.  Kami berharap dengan dukungan sport science dari UNESA, Timnas Putri dapat mencapai prestasi yang lebih baik," lanjut kata Vivin Cahyani Sungkono.

PSSI menargetkan Timnas Putri Indonesia, di bawah asuhan pelatih Satoru Mochizuki (Coach Mochi), dapat meraih prestasi gemilang di Piala ASEAN Women Championship 2025 yang akan diselenggarakan di Jakarta pada bulan Juli mendatang.  Kerja sama dengan UNESA diharapkan dapat menjadi kunci keberhasilan dalam mencapai target tersebut. 

Penerapan sport science yang terukur dan terencana diyakini akan mampu meningkatkan kemampuan fisik, teknik, taktik, dan mental para pemain Timnas Putri, sehingga mereka dapat tampil maksimal dan meraih hasil terbaik di ajang internasional tersebut.  PSSI optimistis kerja sama ini akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi perkembangan sepak bola putri Indonesia.

Baca Juga: Pengamat: Soekarno Cup U-17 Berpotensi Dongkrak Elektabilitas Eri Cahyadi

Editor : Ading
Berita Terbaru

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.

Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Menurut Yuga, efektivitas kebijakan tidak cukup diukur dari besarnya potongan yang diberikan, tetapi dari peningkatan transaksi jual beli properti.

Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis

Gus Fawait juga umumkan pembentukan Forum Komunikasi Pondok Pesantren sebagai wadah resmi mempererat koordinasi antara Pemkab Jember dengan seluruh ponpes.

Gebrakan Menko AHY di Benoa: Relokasi Kapal Perikanan demi Terwujudnya Marina District

Nantinya, Marina District akan mampu menampung hingga 180 unit yacht dengan ukuran maksimal panjang 90 meter. 

Nenek di Mojokerto jadi Korban Perampasan, Kalung Emas 7 Gram Raib

Saat beraksi, pelaku berpura-pura memberi makanan kepada korban, kemudian langsung merampas kalung emas yang dipakai korban. 

Puluhan Motor dan Truk Terjaring Razia di Mojokerto, Banyak yang Belum Bayar Pajak

Razia ini digelar karena jumlah warga yang membayar pajak kendaraan bermotor dan memperpanjang uji berkala kendaraan atau KIR mengalami penurunan.