Minggu, 08 Nov 2026 18:43 WIB

Libur Sekolah Ramadan: DPRD Jatim Usul Kegiatan Keagamaan Terstruktur

Wakil Ketua Komisi E, Jairi Irawan
Wakil Ketua Komisi E, Jairi Irawan

selalu.id – Komisi E DPRD Jawa Timur (Jatim) menyambut positif rencana pemerintah pusat terkait libur sekolah selama bulan Ramadan, namun meminta agar format pelaksanaannya dirancang matang dan melibatkan koordinasi intensif antara sekolah dan orang tua.  Wakil Ketua Komisi E, Jairi Irawan, menekankan pentingnya menghindari libur penuh selama sebulan dan menggantinya dengan kegiatan keagamaan yang terstruktur.

Keputusan libur sekolah Ramadan telah disepakati oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Agama, dan Kementerian Dalam Negeri.  Namun, hingga saat ini, belum ada edaran resmi yang dikeluarkan.  Jairi Irawan mengusulkan agar format libur sekolah dirancang sedemikian rupa sehingga siswa tetap mendapatkan kegiatan positif selama bulan Ramadan.  Ia menyarankan agar kegiatan keagamaan seperti mengaji dan kegiatan islami lainnya diintensifkan.

"Sebenarnya kami setuju dengan rencana libur sekolah Ramadan. Namun, perlu dicarikan format agar anak-anak sekolah tidak libur full selama sebulan. Harapannya, mereka bisa mengikuti kegiatan keagamaan yang bermanfaat," ungkap Jairi Irawan saat dikonfirmasi selalu.id di Surabaya, Kamis (16/1/2025).

Jairi menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi kegiatan anak-anak selama masa libur.  Koordinasi yang erat antara guru dan orang tua diperlukan untuk memastikan libur sekolah tidak terbuang sia-sia dan justru memberikan dampak positif bagi perkembangan spiritual dan intelektual siswa.  "Formatnya mungkin tetap ada ngaji dan semacamnya.  Format kegiatan keagamaan harus disiapkan. Butuh koordinasi intens, guru dengan para orang tua agar libur tersebut tidak sia-sia," tambahnya.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, membenarkan adanya kesepakatan tiga kementerian terkait libur sekolah Ramadan.  Namun, ia meminta masyarakat untuk menunggu edaran resmi yang akan dikeluarkan dalam waktu dekat.  Pengumuman resmi masih menunggu kepulangan Menteri Agama, Nasaruddin Umar, dari kunjungan kerja di Arab Saudi.

"Sudah kita bahas tadi malam lintas kementerian, tapi nanti pengumumannya tunggu sampai ada surat edaran bersama Kementerian Pendidikan Dasar Menengah, Kementerian Agama dan Kementerian Dalam Negeri," jelas Abdul Mu'ti pada Rabu (15/1/2025).

Abdul Mu'ti memastikan bahwa pengumuman resmi mengenai libur sekolah Ramadan akan dilakukan segera setelah surat edaran tersebut terbit.  "Tunggu sampai surat edarannya keluar ya. Mudah-mudahan dalam waktu singkat karena sekarang kan Pak Menteri Agama sedang dalam perjalanan dari Tanah Suci," ujarnya.

Meskipun belum ada detail resmi mengenai format libur sekolah,  pernyataan dari DPRD Jatim dan Mendikdasmen mengindikasikan bahwa pemerintah tengah berupaya untuk memastikan libur Ramadan memberikan manfaat maksimal bagi siswa, dengan menekankan pentingnya kegiatan keagamaan dan peran aktif orang tua dalam mendukung proses pembelajaran di luar sekolah.  Publik pun kini menantikan edaran resmi yang akan memberikan kepastian dan detail mengenai rencana libur sekolah Ramadan tersebut.

Baca Juga: DPRD Jatim Desak Evaluasi Sabo Dam dan Percepat Relokasi Warga Rawan Banjir Lahar Semeru

Editor : Ading
Berita Terbaru

Ibu Rumah Tangga hingga Akademisi Perempuan Turun Demo di Surabaya, Ini Lima Tuntutannya

Penyampaian aspirasi kali ini dikemas melalui pertunjukan seni, pembacaan puisi, musik biola, mimbar bebas hingga instalasi seni.

Pendemo Tolak Bunga Pemberian Polwan saat Demo di Taman Apsari Surabaya

Mereka membawa sejumlah aspirasi, salah satunya berkaitan dengan persoalan pajak pembalut.

BKK 2027 600 Juta/Desa, Subandi: Percepatan Pembangunan hingga Harmonisasi Perangkat

Pesan tersebut disampaikan Subandi saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Profesionalisme dan Akuntabilitas Aparatur Desa.

DLH Surabaya Temukan Solar Truk Sampah Dijual, Pelaku Diduga Orang Dalam

Kini DLH Surabaya menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Kabar Eks Kapolri dan Menteri Soal Dugaan Sadap Presiden, Kabareskrim: Tidak Benar

Polri telah menetapkan empat perwira tinggi Polri sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto.

Nasi Jagung Mbah Suci, Porsi Kuli Hanya 4.000 yang Buka 40 Tahun di Mojokerto

Warung kecilnya tak pernah sepi. Bukan karena tempatnya mewah. Tapi karena harganya dan porsinya yang bikin orang menyebutnya "porsi kuli".