Minggu, 08 Nov 2026 18:43 WIB

Pacific Caesar Surabaya Kalah Tipis dari Prawira Bandung di IBL

Indonesian Basketball League (IBL) di GOR Pacific Caesar Surabaya
Indonesian Basketball League (IBL) di GOR Pacific Caesar Surabaya

selalu.id – Pacific Caesar Surabaya harus mengakui keunggulan Prawira Bandung dengan skor tipis 81-82 dalam pertandingan sengit pekan kedua Indonesian Basketball League (IBL) di GOR Pacific Caesar Surabaya, Rabu (15/1/2025) malam.  Meskipun sempat unggul signifikan di awal pertandingan, tuan rumah akhirnya harus menyerah di detik-detik akhir laga.

Sejak kuarter pertama, Pacific Caesar Surabaya tampil agresif dan berhasil mendominasi permainan.  Dukungan penuh dari pendukung setia mereka di GOR Pacific Caesar Surabaya  membuat tim tuan rumah mampu mencetak 31 poin berbanding 18 poin yang diraih Prawira Bandung.  Permainan cepat dan serangan-serangan terarah menjadi kunci keunggulan Pacific Caesar di awal laga.

Namun, Prawira Bandung menunjukkan daya juang tinggi di kuarter kedua.  Permainan impresif dari pemain asing mereka, Norbetas Giga, berhasil membalikkan keadaan.  Prawira Bandung mampu menambah 24 poin, sementara Pacific Caesar hanya mampu menambah 15 poin.  Skor di akhir kuarter kedua menjadi 46-33 untuk keunggulan Pacific Caesar.

Tensi pertandingan semakin meningkat di kuarter ketiga.  Kedua tim saling jual beli serangan dengan tempo tinggi.  Miguel Angel Miranda, pemain asing Pacific Caesar, menjadi andalan tim dengan sumbangan poin krusial.  Namun, Prawira Bandung terus membayangi dan  menutup kuarter ketiga dengan skor 67-65 untuk keunggulan tipis Pacific Caesar.

Kuarter keempat menjadi penentuan.  Prawira Bandung, yang sebelumnya tampak tertinggal,  bermain lebih efektif dan dominan.  Pacific Caesar, yang berusaha mempertahankan keunggulan,  terlihat terburu-buru dalam beberapa serangan di menit-menit akhir.  Kesalahan-kesalahan kecil dan kurangnya ketepatan dalam tembakan menjadi faktor penentu kekalahan tuan rumah.  Akhirnya, Prawira Bandung berhasil mengamankan kemenangan dengan skor 82-81.

Pelatih Pacific Caesar Surabaya, Dhimaz Aniz Setiaputra, mengakui bahwa timnya kurang beruntung di menit-menit akhir pertandingan.  "Tim kita di menit-menit terakhir kurang beruntung. Padahal di menit-menit awal tim kita selalu unggul," ujar Dhimaz usai pertandingan. 

Ia juga menekankan pentingnya memperbaiki konsistensi permainan dan mengurangi kesalahan di masa mendatang. Sementara itu, pemain Pacific Caesar Surabaya, Daffa,  mengakui bahwa timnya terlalu terburu-buru dalam mengejar poin di kuarter terakhir.  "Kita terlalu terburu-buru untuk mengejar poin, padahal awalnya poin kita lebih unggul, tapi berhasil disusul oleh tim lawan,"  ungkap Daffa. 

Ia menambahkan bahwa tim akan melakukan evaluasi dan berlatih lebih keras untuk menghadapi pertandingan selanjutnya. Kekalahan tipis ini tentu menjadi pelajaran berharga bagi Pacific Caesar Surabaya.  Mereka perlu meningkatkan fokus dan strategi permainan, terutama di momen-momen krusial agar dapat meraih hasil yang lebih baik di pertandingan-pertandingan IBL selanjutnya. 

Pertandingan melawan Prawira Bandung ini membuktikan ketatnya persaingan di IBL musim ini dan menunjukkan bahwa setiap pertandingan akan berjalan sangat ketat hingga peluit panjang berbunyi.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Ibu Rumah Tangga hingga Akademisi Perempuan Turun Demo di Surabaya, Ini Lima Tuntutannya

Penyampaian aspirasi kali ini dikemas melalui pertunjukan seni, pembacaan puisi, musik biola, mimbar bebas hingga instalasi seni.

Pendemo Tolak Bunga Pemberian Polwan saat Demo di Taman Apsari Surabaya

Mereka membawa sejumlah aspirasi, salah satunya berkaitan dengan persoalan pajak pembalut.

BKK 2027 600 Juta/Desa, Subandi: Percepatan Pembangunan hingga Harmonisasi Perangkat

Pesan tersebut disampaikan Subandi saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Profesionalisme dan Akuntabilitas Aparatur Desa.

DLH Surabaya Temukan Solar Truk Sampah Dijual, Pelaku Diduga Orang Dalam

Kini DLH Surabaya menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Kabar Eks Kapolri dan Menteri Soal Dugaan Sadap Presiden, Kabareskrim: Tidak Benar

Polri telah menetapkan empat perwira tinggi Polri sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto.

Nasi Jagung Mbah Suci, Porsi Kuli Hanya 4.000 yang Buka 40 Tahun di Mojokerto

Warung kecilnya tak pernah sepi. Bukan karena tempatnya mewah. Tapi karena harganya dan porsinya yang bikin orang menyebutnya "porsi kuli".