Rabu, 24 Jun 2026 02:19 WIB

Pacific Caesar Surabaya Kalah Tipis dari Prawira Bandung di IBL

Indonesian Basketball League (IBL) di GOR Pacific Caesar Surabaya
Indonesian Basketball League (IBL) di GOR Pacific Caesar Surabaya

selalu.id – Pacific Caesar Surabaya harus mengakui keunggulan Prawira Bandung dengan skor tipis 81-82 dalam pertandingan sengit pekan kedua Indonesian Basketball League (IBL) di GOR Pacific Caesar Surabaya, Rabu (15/1/2025) malam.  Meskipun sempat unggul signifikan di awal pertandingan, tuan rumah akhirnya harus menyerah di detik-detik akhir laga.

Sejak kuarter pertama, Pacific Caesar Surabaya tampil agresif dan berhasil mendominasi permainan.  Dukungan penuh dari pendukung setia mereka di GOR Pacific Caesar Surabaya  membuat tim tuan rumah mampu mencetak 31 poin berbanding 18 poin yang diraih Prawira Bandung.  Permainan cepat dan serangan-serangan terarah menjadi kunci keunggulan Pacific Caesar di awal laga.

Namun, Prawira Bandung menunjukkan daya juang tinggi di kuarter kedua.  Permainan impresif dari pemain asing mereka, Norbetas Giga, berhasil membalikkan keadaan.  Prawira Bandung mampu menambah 24 poin, sementara Pacific Caesar hanya mampu menambah 15 poin.  Skor di akhir kuarter kedua menjadi 46-33 untuk keunggulan Pacific Caesar.

Tensi pertandingan semakin meningkat di kuarter ketiga.  Kedua tim saling jual beli serangan dengan tempo tinggi.  Miguel Angel Miranda, pemain asing Pacific Caesar, menjadi andalan tim dengan sumbangan poin krusial.  Namun, Prawira Bandung terus membayangi dan  menutup kuarter ketiga dengan skor 67-65 untuk keunggulan tipis Pacific Caesar.

Kuarter keempat menjadi penentuan.  Prawira Bandung, yang sebelumnya tampak tertinggal,  bermain lebih efektif dan dominan.  Pacific Caesar, yang berusaha mempertahankan keunggulan,  terlihat terburu-buru dalam beberapa serangan di menit-menit akhir.  Kesalahan-kesalahan kecil dan kurangnya ketepatan dalam tembakan menjadi faktor penentu kekalahan tuan rumah.  Akhirnya, Prawira Bandung berhasil mengamankan kemenangan dengan skor 82-81.

Pelatih Pacific Caesar Surabaya, Dhimaz Aniz Setiaputra, mengakui bahwa timnya kurang beruntung di menit-menit akhir pertandingan.  "Tim kita di menit-menit terakhir kurang beruntung. Padahal di menit-menit awal tim kita selalu unggul," ujar Dhimaz usai pertandingan. 

Ia juga menekankan pentingnya memperbaiki konsistensi permainan dan mengurangi kesalahan di masa mendatang. Sementara itu, pemain Pacific Caesar Surabaya, Daffa,  mengakui bahwa timnya terlalu terburu-buru dalam mengejar poin di kuarter terakhir.  "Kita terlalu terburu-buru untuk mengejar poin, padahal awalnya poin kita lebih unggul, tapi berhasil disusul oleh tim lawan,"  ungkap Daffa. 

Ia menambahkan bahwa tim akan melakukan evaluasi dan berlatih lebih keras untuk menghadapi pertandingan selanjutnya. Kekalahan tipis ini tentu menjadi pelajaran berharga bagi Pacific Caesar Surabaya.  Mereka perlu meningkatkan fokus dan strategi permainan, terutama di momen-momen krusial agar dapat meraih hasil yang lebih baik di pertandingan-pertandingan IBL selanjutnya. 

Pertandingan melawan Prawira Bandung ini membuktikan ketatnya persaingan di IBL musim ini dan menunjukkan bahwa setiap pertandingan akan berjalan sangat ketat hingga peluit panjang berbunyi.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Dorong Percepatan Investasi, DPMPTSP Jatim Gelar Bimtek OSS RBA dan LKPM

Melalui bimtek ini, pelaku usaha mendapat pembekalan terkait penggunaan sistem OSS RBA serta tata cara penyusunan LKPM.

Kemaki Minta KPK dan Kejati Usut Tuntas Dugaan Korupsi Anggaran APBD Jatim

Kemaki meminta Gubernu Jatim Khofifah Indar Parawansa untuk mencopot Kepala Dinas Kelautan Perikanan (KKP) Jatim serta memblacklist kontraktor yang bermasalah.

Lagi Ramai Pemadaman Listrik, DPRD Jatim Minta Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan

Penguatan ini dinilai menjadi solusi menjawab peningkatan kebutuhan listrik baik bagi masyarakat maupun pelaku usaha.

LIRA Minta Anggaran DPRD Probolinggo Rp81,41 Miliar Berdampak Langsung bagi Masyarakat

‎LIRA pun mendesak DPRD untuk meninjau kembali anggaran kegiatan yang dianggap kurang prioritas dalam pembahasan APBD Tahun 2027.

Khitan Massal HUT ke-52 SIER, 100 Anak Ikuti Layanan Khitan Modern Tanpa Jahitan

Metode yang digunakan adalah teknologi khitan modern Bipolar Tech atau Bipolar Sealer.

Dugaan Penyebab Tewasnya Bocah 5 Tahun saat Kebakaran Rumah di Surabaya

Korban saat kejadian berada di dalam rumah bersama kakak kandungnya, Aldery yang berusia 15 tahun yang berhasil selamat meski terluka.