Kamis, 24 Sep 2026 20:50 WIB

DPRD Surabaya Sarankan Ini untuk Atasi Banjir

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 15 Jan 2025 15:27 WIB
Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Achmad Nurdjayanto
Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Achmad Nurdjayanto

selalu.id – DPRD Surabaya mendorong Pemerintah Kota untuk berinovasi, salah satunya dengan memanfaatkan alat penyedot sedimen untuk penanganan banjir di Kota Pahlawan.

Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Achmad Nurdjayanto, menegaskan pentingnya penggunaan alat modern untuk membersihkan sedimentasi di saluran air.

Menurutnya, endapan lumpur yang menumpuk di saluran menjadi salah satu penyebab utama terjadinya banjir.

“Pemkot perlu segera mengadopsi alat penyedot sedimen. Alat ini jauh lebih efektif dibandingkan metode manual yang selama ini digunakan,” ujar Achmad.

Ia juga menyarankan agar setiap kelurahan memiliki alat tersebut, sehingga proses pembersihan dapat dilakukan secara teratur dan efisien.

Selain mendesak pengadaan alat, Achmad juga meminta Pemkot Surabaya untuk fokus pada perawatan saluran air secara berkala. Menurutnya, pembangunan saja tidak cukup jika tidak diimbangi dengan perawatan rutin.

Ia menyoroti perlunya data akurat mengenai kondisi saluran air di kota ini agar langkah preventif dapat segera diambil saat terjadi kendala.

“Saat ini, metode pembersihan masih banyak mengandalkan tenaga manusia, yang jelas tidak relevan untuk kota sebesar Surabaya. Dengan alat penyedot sedimen, sedimentasi di saluran bisa diminimalkan, dan risiko banjir dapat berkurang secara signifikan,” jelas politisi Partai Golkar ini.

Achmad juga mengapresiasi pembangunan box culvert yang telah menjangkau hampir 80 persen wilayah Surabaya. Namun, ia menilai bahwa tanpa perawatan yang memadai, fungsi dari infrastruktur tersebut tidak akan optimal.

Lebih lanjut ia menyarankan agar anggaran penanganan banjir, yang mencapai Rp1,4 triliun, sebagian dialokasikan untuk pengadaan alat penyedot sedimen.

“Pengadaan alat ini jauh lebih hemat biaya dibandingkan pembangunan baru. Selain itu, alat ini bisa digunakan untuk membersihkan saluran primer yang sulit dijangkau tenaga manusia, seperti di kawasan Menur dan Banyu Urip,” tambahnya.

Achmad juga mencontohkan alat penyedot yang sudah digunakan di berbagai daerah di Indonesia, termasuk oleh Kementerian PUPR. Alat tersebut dinilai mampu membersihkan sedimentasi di saluran besar dengan lebih cepat dan efektif.

Ia menutup dengan harapan agar Pemkot Surabaya segera mengambil langkah inovatif untuk menyelesaikan masalah banjir.

“Inovasi seperti alat penyedot sedimen bukan hanya solusi jangka pendek, tapi juga investasi jangka panjang untuk menjaga infrastruktur kota tetap berfungsi optimal. Jika terus mengandalkan cara manual, potensi kerugian akibat banjir akan terus meningkat,” pungkasnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Telusuri Riwayat Tanah di Karangpoh, BPN Mangkir RDP

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jalan Karangbong Sidoarjo Dalam Ancaman Banjir dan Kerusakan, DPRD Bilang Begini

Selain infrastruktur fisik, ulah kendaraan bertonase besar yang melintas tidak sesuai jam operasional turut memicu kerusakan.

Momen Siswa SMP Labschool Unesa 3 Surabaya dan Mahasiswa Asing Belajar Bahasa hingga Kuliner Tradisional

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen nyata SMP Labschool Unesa 3 dalam mencetak generasi muda yang berwawasan global tanpa melupakan akar budaya.

Kapasitas Pelabuhan Meningkat, Pakar UGM: Integrasi Logistik Darat jangan Diabaikan!

Prof. Kuncoro Harto Widodo, mengatakan pertumbuhan arus peti kemas perlu diimbangi dengan penguatan seluruh simpul dalam ekosistem logistik. 

6,1 Juta Batang Rokok dan Ribuan Liter Miras di Pasuruan Dimusnahkan

Gus Shobih menyebut tindakan ini juga bagian dari transparansi dan akuntabilitas pengelolaan Barang Menjadi Milik Negara (BMMN) hasil operasi penindakan.

Polda Jatim Bongkar Penipuan Kripto dan Saham Jaringan Internasional, Sita Uang Rp81,5 M

Atas ungkap ini, Kapolda Jatim Irjen Nanang Avianto pun mewanti-wanti masyarakat agar tidak gampang tergiur iming-iming investasi berimbal hasil tidak wajar.

7 Jam Geledah BPN Jatim, Ini Barang Bukti yang Disita KPK

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut perkara dugaan korupsi yang sebelumnya diungkap tim lembaga antirasuah di BPN Kota Mojokerto.