Selasa, 21 Jul 2026 22:33 WIB

Harga Cabai Tak Kunjung Turun, Pedagang dan Konsumen di Surabaya Terbebani

Cabai rawit
Cabai rawit

selalu.id – Harga cabai kecil di pasar tradisional Kota Surabaya masih tinggi, mencapai Rp100.000 per kilogram.  Kondisi ini telah berlangsung hampir satu bulan terakhir, bahkan sebelumnya sempat menyentuh angka Rp130.000 per kilogram.

Lonjakan harga ini berdampak signifikan terhadap omzet pedagang, karena konsumen mengurangi pembelian. Pantauan selalu.id di Pasar Dukuh Kupang, Surabaya, menunjukkan harga cabai kecil memang masih berada di angka Rp100.000 per kilogram.

Meskipun mengalami penurunan dari harga sebelumnya, harga ini tetap memberatkan konsumen.  Tidak hanya cabai, harga beberapa sayuran lain juga ikut merangkak naik.  Wortel misalnya, yang sebelumnya dijual seharga Rp16.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp20.000 per kilogram.

Sementara harga bawang merah dan putih relatif stabil, di kisaran Rp45.000 per kilogram. Rina Mei, seorang pedagang di Pasar Dukuh Kupang, menjelaskan bahwa kenaikan harga cabai disebabkan oleh cuaca buruk yang mengganggu pasokan. 

"Cuaca buruk beberapa waktu terakhir membuat panen cabai berkurang, sehingga pasokan ke pasar terbatas," ujar Rina, Rabu (15/1/2025). 

Akibatnya, harga jual pun melambung tinggi.  Lebih lanjut, Rina menambahkan bahwa kenaikan harga ini berdampak langsung pada pendapatannya.  "Omzet jualan saya turun drastis.  Banyak pembeli yang mengurangi jumlah pembelian karena harga yang mahal," keluhnya.

Kenaikan harga cabai dan beberapa komoditas pangan lainnya ini menimbulkan keresahan di kalangan pedagang dan konsumen.  Mereka berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok.  Kondisi ekonomi masyarakat yang lesu saat ini semakin diperparah dengan tingginya harga-harga tersebut, sehingga membuat beban hidup semakin berat.

Para pedagang dan pembeli berharap pemerintah dapat segera mengatasi masalah ini, baik melalui intervensi pasar maupun kebijakan lain yang dapat menjamin ketersediaan dan stabilitas harga komoditas pangan di pasaran. 

Mereka berharap agar pemerintah dapat memberikan solusi konkret untuk meringankan beban ekonomi masyarakat di tengah situasi yang sulit ini.  Kondisi ini tentu saja membutuhkan perhatian serius dari pemerintah untuk mencegah dampak yang lebih luas terhadap perekonomian masyarakat.

Baca Juga: Beda dengan Surabaya, Harga Cabai dan Ayam di Mojokerto Justru Melejit Naik

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.