Senin, 02 Feb 2026 11:08 WIB

Harga Cabai Tak Kunjung Turun, Pedagang dan Konsumen di Surabaya Terbebani

Cabai rawit
Cabai rawit

selalu.id – Harga cabai kecil di pasar tradisional Kota Surabaya masih tinggi, mencapai Rp100.000 per kilogram.  Kondisi ini telah berlangsung hampir satu bulan terakhir, bahkan sebelumnya sempat menyentuh angka Rp130.000 per kilogram.

Lonjakan harga ini berdampak signifikan terhadap omzet pedagang, karena konsumen mengurangi pembelian. Pantauan selalu.id di Pasar Dukuh Kupang, Surabaya, menunjukkan harga cabai kecil memang masih berada di angka Rp100.000 per kilogram.

Meskipun mengalami penurunan dari harga sebelumnya, harga ini tetap memberatkan konsumen.  Tidak hanya cabai, harga beberapa sayuran lain juga ikut merangkak naik.  Wortel misalnya, yang sebelumnya dijual seharga Rp16.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp20.000 per kilogram.

Sementara harga bawang merah dan putih relatif stabil, di kisaran Rp45.000 per kilogram. Rina Mei, seorang pedagang di Pasar Dukuh Kupang, menjelaskan bahwa kenaikan harga cabai disebabkan oleh cuaca buruk yang mengganggu pasokan. 

"Cuaca buruk beberapa waktu terakhir membuat panen cabai berkurang, sehingga pasokan ke pasar terbatas," ujar Rina, Rabu (15/1/2025). 

Akibatnya, harga jual pun melambung tinggi.  Lebih lanjut, Rina menambahkan bahwa kenaikan harga ini berdampak langsung pada pendapatannya.  "Omzet jualan saya turun drastis.  Banyak pembeli yang mengurangi jumlah pembelian karena harga yang mahal," keluhnya.

Kenaikan harga cabai dan beberapa komoditas pangan lainnya ini menimbulkan keresahan di kalangan pedagang dan konsumen.  Mereka berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok.  Kondisi ekonomi masyarakat yang lesu saat ini semakin diperparah dengan tingginya harga-harga tersebut, sehingga membuat beban hidup semakin berat.

Para pedagang dan pembeli berharap pemerintah dapat segera mengatasi masalah ini, baik melalui intervensi pasar maupun kebijakan lain yang dapat menjamin ketersediaan dan stabilitas harga komoditas pangan di pasaran. 

Mereka berharap agar pemerintah dapat memberikan solusi konkret untuk meringankan beban ekonomi masyarakat di tengah situasi yang sulit ini.  Kondisi ini tentu saja membutuhkan perhatian serius dari pemerintah untuk mencegah dampak yang lebih luas terhadap perekonomian masyarakat.

Baca Juga: Cabai Meroket Jelang Nataru, DPRD Nilai Pemkot Lambat Hadapi Gejolak Harga

Editor : Ading
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Kabar Gembira, Dari Keuangan hingga Karier

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.