Jumat, 05 Jun 2026 01:24 WIB

Harga Cabai Tak Kunjung Turun, Pedagang dan Konsumen di Surabaya Terbebani

Cabai rawit
Cabai rawit

selalu.id – Harga cabai kecil di pasar tradisional Kota Surabaya masih tinggi, mencapai Rp100.000 per kilogram.  Kondisi ini telah berlangsung hampir satu bulan terakhir, bahkan sebelumnya sempat menyentuh angka Rp130.000 per kilogram.

Lonjakan harga ini berdampak signifikan terhadap omzet pedagang, karena konsumen mengurangi pembelian. Pantauan selalu.id di Pasar Dukuh Kupang, Surabaya, menunjukkan harga cabai kecil memang masih berada di angka Rp100.000 per kilogram.

Meskipun mengalami penurunan dari harga sebelumnya, harga ini tetap memberatkan konsumen.  Tidak hanya cabai, harga beberapa sayuran lain juga ikut merangkak naik.  Wortel misalnya, yang sebelumnya dijual seharga Rp16.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp20.000 per kilogram.

Sementara harga bawang merah dan putih relatif stabil, di kisaran Rp45.000 per kilogram. Rina Mei, seorang pedagang di Pasar Dukuh Kupang, menjelaskan bahwa kenaikan harga cabai disebabkan oleh cuaca buruk yang mengganggu pasokan. 

"Cuaca buruk beberapa waktu terakhir membuat panen cabai berkurang, sehingga pasokan ke pasar terbatas," ujar Rina, Rabu (15/1/2025). 

Akibatnya, harga jual pun melambung tinggi.  Lebih lanjut, Rina menambahkan bahwa kenaikan harga ini berdampak langsung pada pendapatannya.  "Omzet jualan saya turun drastis.  Banyak pembeli yang mengurangi jumlah pembelian karena harga yang mahal," keluhnya.

Kenaikan harga cabai dan beberapa komoditas pangan lainnya ini menimbulkan keresahan di kalangan pedagang dan konsumen.  Mereka berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok.  Kondisi ekonomi masyarakat yang lesu saat ini semakin diperparah dengan tingginya harga-harga tersebut, sehingga membuat beban hidup semakin berat.

Para pedagang dan pembeli berharap pemerintah dapat segera mengatasi masalah ini, baik melalui intervensi pasar maupun kebijakan lain yang dapat menjamin ketersediaan dan stabilitas harga komoditas pangan di pasaran. 

Mereka berharap agar pemerintah dapat memberikan solusi konkret untuk meringankan beban ekonomi masyarakat di tengah situasi yang sulit ini.  Kondisi ini tentu saja membutuhkan perhatian serius dari pemerintah untuk mencegah dampak yang lebih luas terhadap perekonomian masyarakat.

Baca Juga: Beda dengan Surabaya, Harga Cabai dan Ayam di Mojokerto Justru Melejit Naik

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.