Senin, 20 Jul 2026 09:37 WIB

Kader PDIP Surabaya Bubuhkan Cap Jempol Berdarah untuk Ketum Megawati

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 10 Jan 2025 13:39 WIB
Apel Kesetiaan kader PDIP Surabaya
Apel Kesetiaan kader PDIP Surabaya

selalu.id - Ratusan kader, simpatisan, dan pengurus DPC PDI Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya menggelar apel kesetiaan di kantor DPC PDIP Surabaya, Jalan Setail, Wonokromo, Jumat (10/1/2025).

Acara ini menjadi momen penting dalam peringatan HUT ke-52 PDIP, yang dilanjutkan dengan aksi simbolis pembubuhan cap jempol berdarah sebagai bentuk dukungan kepada Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

Sekretaris DPD PDIP Kota Surabaya, Baktiono, menjelaskan bahwa kegiatan ini menunjukkan loyalitas penuh kepada Megawati, yang diharapkan kembali memimpin PDIP dalam Kongres mendatang pada April 2025.

“Kami sudah sepakat, berikrar, dan berjanji bahwa pada Kongres PDIP ke-6 nanti, kami akan kembali mencalonkan dan mendukung Ibu Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum,” ujar Baktiono.

Pembubuhan cap jempol darah, menurut Baktiono, bukan kali pertama dilakukan oleh kader PDIP di Surabaya. Tradisi ini sebelumnya juga dilakukan saat peristiwa Kudatuli pada 27 Juli 1996 sebagai bentuk perlawanan terhadap rezim Orde Baru yang mencoba mengintervensi partai.

“Dulu, pada masa perjuangan PDI pro-Megawati, cap jempol darah menjadi simbol setia melawan upaya pihak lain yang ingin mengacak-acak partai. Hari ini, simbol itu kami ulangi sebagai bentuk kesetiaan dan kesiapan melawan gangguan apapun terhadap PDIP,” jelasnya.

Kader senior PDIP yang juga Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, menegaskan bahwa seluruh kader PDIP Surabaya telah sepakat mendukung Megawati.

Ia menegaskan, meski ada sedikit riak perbedaan pendapat, seluruh kader di Surabaya solid memberikan dukungan kepada sang ketua umum.

“Cap jempol darah ini adalah simbol kesetiaan kami. Surabaya satu suara, tidak ada pilihan lain selain mendukung Ibu Megawati untuk kembali memimpin partai,” tegas Armuji.

Selain aksi simbolis, DPC PDIP Kota Surabaya juga akan menggelar mimbar bebas pada Minggu (12/1/2025).

Kegiatan ini terbuka untuk kader, simpatisan, maupun masyarakat umum yang ingin menyampaikan pendapat tentang situasi politik saat ini atau memberikan pandangan terkait masa depan partai.

“Kami memanfaatkan hak kebebasan berserikat, berkumpul, dan berpendapat dalam kerangka Demokrasi Pancasila. Semua boleh berbicara di mimbar bebas ini,” ujar Baktiono.

Sementara itu, Wakil Ketua DPC PDIP Surabaya Bidang Organisasi, E Purwadi, menjelaskan bahwa rangkaian peringatan akan dimulai dengan apel pada pagi hari.


Menurutnya, aksi ini melambangkan loyalitas kader kepada Megawati yang dianggap berhasil memimpin partai dari masa Orde Baru hingga sekarang. Selain itu, langkah ini juga menjadi bentuk dukungan menjelang Kongres PDIP yang akan digelar pada April 2025.

“Cap jempol berdarah ini menunjukkan komitmen kami, bahwa kesetiaan kepada Ibu Megawati tidak hanya sebatas organisasi, tetapi juga sebagai simbol perjuangan. Kami mendukung penuh Ibu Megawati untuk terus memimpin PDIP,” tegasnya

Baca Juga: Kisah Menyentuh Rizky Andranata, Dari Bukan Siapa-siapa Kini Masuk PDIP

Editor : Ading
Berita Terbaru

1 Rumah dan 3 Lapak di Dukuh Kupang Surabaya Terbakar

Berdasarkan laporan petugas, objek yang terbakar meliputi satu rumah milik Suprapti serta tiga lapak usaha.

Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo.

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi," ujar Fawait.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.