Senin, 02 Feb 2026 01:49 WIB

Kader PDIP Surabaya Bubuhkan Cap Jempol Berdarah untuk Ketum Megawati

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 10 Jan 2025 13:39 WIB
Apel Kesetiaan kader PDIP Surabaya
Apel Kesetiaan kader PDIP Surabaya

selalu.id - Ratusan kader, simpatisan, dan pengurus DPC PDI Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya menggelar apel kesetiaan di kantor DPC PDIP Surabaya, Jalan Setail, Wonokromo, Jumat (10/1/2025).

Acara ini menjadi momen penting dalam peringatan HUT ke-52 PDIP, yang dilanjutkan dengan aksi simbolis pembubuhan cap jempol berdarah sebagai bentuk dukungan kepada Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

Sekretaris DPD PDIP Kota Surabaya, Baktiono, menjelaskan bahwa kegiatan ini menunjukkan loyalitas penuh kepada Megawati, yang diharapkan kembali memimpin PDIP dalam Kongres mendatang pada April 2025.

“Kami sudah sepakat, berikrar, dan berjanji bahwa pada Kongres PDIP ke-6 nanti, kami akan kembali mencalonkan dan mendukung Ibu Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum,” ujar Baktiono.

Pembubuhan cap jempol darah, menurut Baktiono, bukan kali pertama dilakukan oleh kader PDIP di Surabaya. Tradisi ini sebelumnya juga dilakukan saat peristiwa Kudatuli pada 27 Juli 1996 sebagai bentuk perlawanan terhadap rezim Orde Baru yang mencoba mengintervensi partai.

“Dulu, pada masa perjuangan PDI pro-Megawati, cap jempol darah menjadi simbol setia melawan upaya pihak lain yang ingin mengacak-acak partai. Hari ini, simbol itu kami ulangi sebagai bentuk kesetiaan dan kesiapan melawan gangguan apapun terhadap PDIP,” jelasnya.

Kader senior PDIP yang juga Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, menegaskan bahwa seluruh kader PDIP Surabaya telah sepakat mendukung Megawati.

Ia menegaskan, meski ada sedikit riak perbedaan pendapat, seluruh kader di Surabaya solid memberikan dukungan kepada sang ketua umum.

“Cap jempol darah ini adalah simbol kesetiaan kami. Surabaya satu suara, tidak ada pilihan lain selain mendukung Ibu Megawati untuk kembali memimpin partai,” tegas Armuji.

Selain aksi simbolis, DPC PDIP Kota Surabaya juga akan menggelar mimbar bebas pada Minggu (12/1/2025).

Kegiatan ini terbuka untuk kader, simpatisan, maupun masyarakat umum yang ingin menyampaikan pendapat tentang situasi politik saat ini atau memberikan pandangan terkait masa depan partai.

“Kami memanfaatkan hak kebebasan berserikat, berkumpul, dan berpendapat dalam kerangka Demokrasi Pancasila. Semua boleh berbicara di mimbar bebas ini,” ujar Baktiono.

Sementara itu, Wakil Ketua DPC PDIP Surabaya Bidang Organisasi, E Purwadi, menjelaskan bahwa rangkaian peringatan akan dimulai dengan apel pada pagi hari.


Menurutnya, aksi ini melambangkan loyalitas kader kepada Megawati yang dianggap berhasil memimpin partai dari masa Orde Baru hingga sekarang. Selain itu, langkah ini juga menjadi bentuk dukungan menjelang Kongres PDIP yang akan digelar pada April 2025.

“Cap jempol berdarah ini menunjukkan komitmen kami, bahwa kesetiaan kepada Ibu Megawati tidak hanya sebatas organisasi, tetapi juga sebagai simbol perjuangan. Kami mendukung penuh Ibu Megawati untuk terus memimpin PDIP,” tegasnya

Baca Juga: Hadapi Maraknya Korupsi, PDIP Perkuat Sistem Antipolitik Uang

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.