Senin, 02 Feb 2026 02:57 WIB

Kecelakaan Maut di Batu Tewaskan 4 Orang, Polda Jatim Lakukan Penyelidikan Mendalam

Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jatim, Kombes Pol Komarudin, SIK, MM,
Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jatim, Kombes Pol Komarudin, SIK, MM,

selalu.id – Kecelakaan maut yang melibatkan bus pariwisata Sakindra Trans, DK 7942 GB, di Kota Batu pada Rabu (8/1) malam pukul 19.15 WIB, telah menewaskan empat orang dan melukai belasan lainnya.  Bus tersebut menabrak sejumlah kendaraan di Jalan Imam Bonjol, Kota Batu, setelah sebelumnya membawa rombongan siswa SMK TI Bali Global dari sebuah kunjungan ke Museum Angkut.

Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jatim, Kombes Pol Komarudin, SIK, MM, menyatakan bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait kecelakaan tersebut.  "Sampai saat ini tercatat enam kendaraan roda empat dan sepuluh roda dua terlibat.  Total ada 14 korban, empat meninggal dunia, satu luka berat, dan sembilan luka ringan," ungkap Kombes Pol Komarudin kepada selalu.id, Kamis (9/1/2025).

Baca Juga: Identitas Mayat di Wonokusumo Terungkap, Diduga Dibacok Sekitar 60 Meter dari TKP

Seluruh korban luka-luka saat ini dirawat di dua rumah sakit di Kota Batu, yaitu RS Karsa Husada dan RS Hasta Bhrata.  Polisi masih terus memantau kondisi korban dan melakukan penyelidikan di lapangan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.  "Jalan Imam Bonjol merupakan jalan utama yang cukup padat, baik oleh warga lokal maupun wisatawan.  Namun, kita perlu penyelidikan lebih intensif," tambah Kombes Komarudin.

Berdasarkan keterangan awal dari pengemudi, rem bus diduga blong saat memasuki Jalan Imam Bonjol.  Namun, untuk memastikan hal tersebut, Polda Jatim akan menurunkan tim ahli untuk memeriksa kondisi rem bus secara detail.  "Sepanjang pemantauan kami, tidak ditemukan jejak atau bekas pengereman dari titik awal bus memasuki ruas jalan ini," jelas Kombes Komarudin.

Baca Juga: Diduga Sopir Mengantuk, Truk Cabai Tewaskan Pemotor di Mojokerto

Jalan Imam Bonjol memiliki kemiringan sekitar 5-7 derajat, yang cukup curam untuk kendaraan yang kehilangan kendali rem.  Kondisi ini diperkirakan menjadi faktor penyebab fatalitas kecelakaan, mengingat banyaknya kendaraan yang berada di jalur tersebut.  "Kami masih akan meminta keterangan dari korban yang dirawat di rumah sakit," imbuhnya.

Sementara itu, Kapolres Batu, AKBP Andy Yudha Pranata, SH, SIK, MSi, menambahkan bahwa bus tersebut membawa 39 siswa SMK TI Bali Global dan tiga guru setelah kunjungan di Museum Angkut.  Ada tiga titik lokasi utama kecelakaan, yaitu persimpangan Sultan Agung, depan Lippo Plaza Batu, dan Jalan Pattimura.

Baca Juga: Avanza Tabrak Belakang Truk di Tol Jombang Mojokerto, 2 Tewas

"Awalnya pengemudi berusaha membelokkan bus ke trotoar, berharap bisa mengerem, namun gagal.  Kemudian terjadilah kecelakaan di beberapa titik," jelas AKBP Andy. 

Ia menyampaikan duka cita mendalam atas korban meninggal dunia dan berharap jumlah korban jiwa tidak bertambah.  Kondisi siswa dan guru yang selamat umumnya baik, meskipun beberapa mengalami syok.  Polda Jatim berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini dan memberikan keadilan bagi para korban.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.