Minggu, 06 Sep 2026 03:05 WIB

Jelang Tahun Baru, Harga Cabai dan Komoditas Pangan di Surabaya Melonjak

Bahan pangan pokok
Bahan pangan pokok

selalu.id - Menjelang pergantian malam Tahun Baru, harga beberapa komoditas pangan di pasar tradisional Surabaya mengalami lonjakan signifikan. Dalam satu minggu terakhir, harga cabai rawit meroket dari Rp17.000-20.000 per kilogram menjadi Rp75.000 hingga Rp85.000 per kilogram. Kenaikan harga ini membuat para pedagang mengeluh karena omset penjualan mereka menurun.

Ruslan (43), seorang pedagang cabai di Pasar Keputran Surabaya, mengungkapkan bahwa kenaikan harga cabai dalam seminggu terakhir telah berdampak pada penjualannya. "Ada kenaikan pak ya, memang seminggu ini naik terus pak. Dulunya sebelum itu kan cuman Rp17 ribu sampai Rp25 ribu gitu, sekarang mau gak mau ya jual Rp75 ribu," terangnya kepada selalu.id, Selasa (31/12/2024) pagi.

Kenaikkan ini, selain disebabkan oleh jumlah pasokan yang kurang, juga dikarenakan musim penghujan yang memiliki curah cukup tinggi. Pasalnya, banyak cabai yang membusuk akibat cuaca ekstrem satu pekan terakhir ini. Disamping itu, momment pergantian tahun baru banyak dirayakan oleh masyarakat. Faktor inilah yang membuat harga cabai semakin melambung.

Tidak hanya cabai saja yang mengalami kenaikkan, jagung dan ikan-ikan hasil tangkapan nelayan maupun hasil budidaya peternak yang dijual di pasar-pasar tradisional juga mengalami lonjakan harga. Seperti, ikan Gurame yang sebelumnya hanya Rp35.000 per kilogramnya, sekarang menjadi Rp45.000 hingga Rp50.000 per kilogramnya.

"Hari ini banyak yang naik, cabai kecil cabai merah naik (harga), sayuran juga naik khususnya jagung mas," ungkap Indah (38) seorang ibu rumah tangga yang belanja di Pasar Keputran Surabaya.

Kenaikan harga bahan pangan jelang pergantian malam tahun baru ini dikeluhkan oleh masyarakat, khususnya kalangan ekonomi menengah ke bawah. "Kalau bisa setiap mau Natal dan Tahun Baru harganya normal lah, jangan naik semua tinggi semua naiknya. Ya susah pak kalau terlalu tinggi, kebutuhan lain kita ini kan banyak," keluh Mutiya (56), seorang pembeli bahan pangan.

Baik pedagang pasar maupun masyarakat berharap pemerintah dapat melakukan stabilisasi harga untuk meringankan beban mereka. Kenaikan harga bahan pangan jelang Nataru memang menjadi fenomena tahunan yang kerap terjadi. Namun, diharapkan pemerintah dapat mengambil langkah-langkah konkret untuk menekan kenaikan harga, seperti operasi pasar atau subsidi biaya angkut.

Kendati demikian, kenaikan harga sejumlah bahan pangan jelang Nataru di Surabaya menjadi bukti bahwa kebutuhan pokok masyarakat rentan terhadap fluktuasi harga. Pemerintah diharapkan dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menstabilkan harga dan memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau.

Baca Juga: Beda dengan Surabaya, Harga Cabai dan Ayam di Mojokerto Justru Melejit Naik

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.