Senin, 20 Jul 2026 11:00 WIB

Tolak Permintaan Maaf, Keluarga Nenek Korban Tabrak Lari Tuntut Proses Hukum

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 24 Des 2024 12:52 WIB
Nenek pesepa korban tabrak lari
Nenek pesepa korban tabrak lari

selalu.id – Keluarga Prasetya Ningsih (63), seorang tukang sapu yang menjadi korban tabrak lari pengemudi Mercedes-Benz hitam, menolak tawaran damai meski pelaku telah meminta maaf dan menawarkan bantuan.

Adik ipar korban, Djangkung Wasesa, mengungkapkan bahwa pihak keluarga telah menerima santunan dari pelaku, tetapi tetap ingin kasus ini diproses hukum hingga tuntas.

“Pengacara pelaku sempat meminta maaf dan menyampaikan penyesalan, termasuk menawarkan pengobatan. Namun, keluarga memilih untuk tidak gegabah dalam mengambil keputusan,” ujar Djangkung kepada Selalu.id usai pemakaman korban, Selasa (24/12/2024).

Menurut Djangkung, pelaku dan keluarganya hanya menyampaikan permohonan maaf serta dukungan doa untuk almarhumah tanpa ada pembicaraan lebih lanjut terkait perdamaian.

“Mereka juga menawarkan bantuan selama masa berkabung hingga tujuh hari, tetapi tidak ada langkah konkret soal damai,” tambahnya.

Keluarga Ningsih bersikeras membawa kasus ini ke ranah hukum, terlebih dengan dugaan bahwa pelaku mengemudi dalam keadaan mabuk.

“Ini soal nyawa manusia. Kami ingin hukum berjalan sebagaimana mestinya. Apalagi hukuman maksimalnya hanya empat tahun. Tidak ada alasan untuk memaafkan begitu saja,” tegas Djangkung.

Manajemen Pakuwon, tempat Ningsih bekerja, turut mendampingi keluarga sejak malam kejadian hingga proses pemakaman. “Pakuwon sangat membantu kami sejak awal, dari kejadian hingga pengurusan pemakaman,” ungkap Djangkung.

Korban, yang akrab dipanggil Mami oleh kerabatnya, sempat menjalani perawatan di RSUD dr. Soetomo akibat pendarahan otak yang parah, namun nyawanya tidak tertolong.

Mami, yang bekerja sebagai tukang sapu selama lebih dari enam tahun, juga dikenal berjualan minuman di kawasan Kenjeran saat hari libur atau hari raya. “Beliau sangat pekerja keras. Bahkan di hari libur atau Lebaran pun tetap bekerja,” kenang Djangkung.

Sebelumnya, kecelakaan terjadi pada Senin (23/12/2024) sore di kawasan Pakuwon City, sebelum berlanjut ke Jalan Kenjeran. Berdasarkan rekaman kamera dashboard salah satu pengguna jalan, Mercy hitam bernopol L 1725 FH melaju kencang dan menabrak Ningsih, yang sedang mengendarai sepeda dan mengenakan jas hujan hijau.

Sepeda yang dikendarai korban terpental jauh, sementara darah mengucur dari kepala korban. Pelaku bukannya berhenti, malah melarikan diri dan memicu kecelakaan beruntun di Jalan Kenjeran.

Di lokasi kedua, pelaku menabrak tiga mobil—Honda Brio kuning, Toyota Avanza putih (yang tercebur ke sungai), dan Nissan Livina abu-abu—serta empat sepeda motor.

Pelaku, Septian Uki Wijaya, akhirnya diamankan polisi. Ia mengaku mabuk setelah mengonsumsi dua botol bir sebelum mengemudi.

“Maaf, Pak. Saya salah. Saya mabuk dan siap bertanggung jawab,” katanya kepada petugas kepolisian.

Baca Juga: Detik-detik Kecelakaan Beruntun 3 Truk dan Satu Motor di Mojokerto Terekam CCTV

Editor : Ading
Berita Terbaru

1 Rumah dan 3 Lapak di Dukuh Kupang Surabaya Terbakar

Berdasarkan laporan petugas, objek yang terbakar meliputi satu rumah milik Suprapti serta tiga lapak usaha.

Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo.

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi," ujar Fawait.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.