Jumat, 04 Sep 2026 16:19 WIB

Tolak Permintaan Maaf, Keluarga Nenek Korban Tabrak Lari Tuntut Proses Hukum

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 24 Des 2024 12:52 WIB
Nenek pesepa korban tabrak lari
Nenek pesepa korban tabrak lari

selalu.id – Keluarga Prasetya Ningsih (63), seorang tukang sapu yang menjadi korban tabrak lari pengemudi Mercedes-Benz hitam, menolak tawaran damai meski pelaku telah meminta maaf dan menawarkan bantuan.

Adik ipar korban, Djangkung Wasesa, mengungkapkan bahwa pihak keluarga telah menerima santunan dari pelaku, tetapi tetap ingin kasus ini diproses hukum hingga tuntas.

“Pengacara pelaku sempat meminta maaf dan menyampaikan penyesalan, termasuk menawarkan pengobatan. Namun, keluarga memilih untuk tidak gegabah dalam mengambil keputusan,” ujar Djangkung kepada Selalu.id usai pemakaman korban, Selasa (24/12/2024).

Menurut Djangkung, pelaku dan keluarganya hanya menyampaikan permohonan maaf serta dukungan doa untuk almarhumah tanpa ada pembicaraan lebih lanjut terkait perdamaian.

“Mereka juga menawarkan bantuan selama masa berkabung hingga tujuh hari, tetapi tidak ada langkah konkret soal damai,” tambahnya.

Keluarga Ningsih bersikeras membawa kasus ini ke ranah hukum, terlebih dengan dugaan bahwa pelaku mengemudi dalam keadaan mabuk.

“Ini soal nyawa manusia. Kami ingin hukum berjalan sebagaimana mestinya. Apalagi hukuman maksimalnya hanya empat tahun. Tidak ada alasan untuk memaafkan begitu saja,” tegas Djangkung.

Manajemen Pakuwon, tempat Ningsih bekerja, turut mendampingi keluarga sejak malam kejadian hingga proses pemakaman. “Pakuwon sangat membantu kami sejak awal, dari kejadian hingga pengurusan pemakaman,” ungkap Djangkung.

Korban, yang akrab dipanggil Mami oleh kerabatnya, sempat menjalani perawatan di RSUD dr. Soetomo akibat pendarahan otak yang parah, namun nyawanya tidak tertolong.

Mami, yang bekerja sebagai tukang sapu selama lebih dari enam tahun, juga dikenal berjualan minuman di kawasan Kenjeran saat hari libur atau hari raya. “Beliau sangat pekerja keras. Bahkan di hari libur atau Lebaran pun tetap bekerja,” kenang Djangkung.

Sebelumnya, kecelakaan terjadi pada Senin (23/12/2024) sore di kawasan Pakuwon City, sebelum berlanjut ke Jalan Kenjeran. Berdasarkan rekaman kamera dashboard salah satu pengguna jalan, Mercy hitam bernopol L 1725 FH melaju kencang dan menabrak Ningsih, yang sedang mengendarai sepeda dan mengenakan jas hujan hijau.

Sepeda yang dikendarai korban terpental jauh, sementara darah mengucur dari kepala korban. Pelaku bukannya berhenti, malah melarikan diri dan memicu kecelakaan beruntun di Jalan Kenjeran.

Di lokasi kedua, pelaku menabrak tiga mobil—Honda Brio kuning, Toyota Avanza putih (yang tercebur ke sungai), dan Nissan Livina abu-abu—serta empat sepeda motor.

Pelaku, Septian Uki Wijaya, akhirnya diamankan polisi. Ia mengaku mabuk setelah mengonsumsi dua botol bir sebelum mengemudi.

“Maaf, Pak. Saya salah. Saya mabuk dan siap bertanggung jawab,” katanya kepada petugas kepolisian.

Baca Juga: Kecelakaan Beruntun Libatkan 6 Mobil Terjadi di Raya Darmo Surabaya

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.

Tiga OPD Pemkab Jember Sabet Penghargaan Public Service of The Year 2026

Gus Fawait menegaskan apresiasi ini bukan sekadar piala biasa, melainkan pelecut semangat agar Pemkab Jember terus melahirkan terobosan baru.