Selasa, 20 Okt 2026 02:40 WIB

Penghuni Gedung Setan Minta Pindah ke Rusun, Ini Tanggapan Wali Kota Eri

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 23 Des 2024 14:33 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi
Wali Kota Eri Cahyadi

selalu.id - Usai ambruknya atap gedung, penghuni Gedung Setan di kawasan Banyu Urip, Kecamatan Sawahan, Surabaya, meminta untuk direlokasi ke rumah susun (rusun) milik Pemerintah Kota (Pemkot).

Namun, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa permintaan tersebut sulit dipenuhi mengingat antrean panjang calon penghuni rusun yang saat ini sudah mencapai lebih dari 15 ribu orang.

“Yang KTP Surabaya, kabeh omah e di pinggir kali yo minta rusun yang mana kita harus hitung dulu yang mana jadi makanya kita lihat. Rumah susun itu loh yang antre 15 ribu lebih gak mungkin kita gunakan (penghuni gedung setan) ke rumah susun,” ujar Eri, Senin (23/12/2024).

Eri juga menjelaskan bahwa Gedung Setan bukan merupakan aset Pemkot Surabaya, melainkan bangunan yang status kepemilikannya tidak jelas. Hal ini membuat Pemkot harus berhati-hati dalam mengambil langkah.

“Kita harus pastikan dulu ini gedung milik siapa. Jangan sampai kita membangun atau memperbaiki sesuatu yang bukan milik Pemkot, karena itu bisa menimbulkan masalah hukum. Kami akan koordinasi dengan RT, RW, dan LPMK setempat, serta meminta pendampingan kejaksaan,” jelasnya.

Selain itu, Eri menilai banyak penghuni Gedung Setan yang KTP-nya bukan dari wilayah tersebut.

“itu bisa digunakan apakah warga setuju digunakan Fasum atau apa ya kita nanti lihat aturannya dulu ya. Jangan sampai kita ambil langkah gak sesuai aturan karena yang sebagian besar warga di sana bukan pemilik KTP setempat. Kalau ditanya ini rumah siapa, malah tidak ada yang tahu,” ungkapnya.

Sebagai alternatif, Pemkot Surabaya menawarkan program rumah susun milik sendiri (rusunami) kepada warga yang sudah memiliki kemampuan ekonomi.

Rusunami ini ditawarkan dengan harga terjangkau agar warga dapat memiliki tempat tinggal layak secara mandiri.

“Makanya kita kerahkan dengan rusunami, kelompok kelompok warga yang sudah mulai bisa menggerakkan ekonominya maka diberikan rusunami milik sendiri tapi dengan harga murah. Makanya kita menghitung untuk itu,” pungkasnya.

Baca Juga: Ramai Candaan Admin Medsos, DPRD Sebut Tidak Tutupi Kerja Nyata Eri Cahyadi

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Ruang aman untuk mendengar cerita, arahan, dan perhatian emosional dinilai jauh lebih krusial agar anak merasa terlindungi di rumah sendiri.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).