Senin, 02 Feb 2026 03:59 WIB

Penghuni Gedung Setan Minta Pindah ke Rusun, Ini Tanggapan Wali Kota Eri

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 23 Des 2024 14:33 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi
Wali Kota Eri Cahyadi

selalu.id - Usai ambruknya atap gedung, penghuni Gedung Setan di kawasan Banyu Urip, Kecamatan Sawahan, Surabaya, meminta untuk direlokasi ke rumah susun (rusun) milik Pemerintah Kota (Pemkot).

Namun, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa permintaan tersebut sulit dipenuhi mengingat antrean panjang calon penghuni rusun yang saat ini sudah mencapai lebih dari 15 ribu orang.

“Yang KTP Surabaya, kabeh omah e di pinggir kali yo minta rusun yang mana kita harus hitung dulu yang mana jadi makanya kita lihat. Rumah susun itu loh yang antre 15 ribu lebih gak mungkin kita gunakan (penghuni gedung setan) ke rumah susun,” ujar Eri, Senin (23/12/2024).

Eri juga menjelaskan bahwa Gedung Setan bukan merupakan aset Pemkot Surabaya, melainkan bangunan yang status kepemilikannya tidak jelas. Hal ini membuat Pemkot harus berhati-hati dalam mengambil langkah.

“Kita harus pastikan dulu ini gedung milik siapa. Jangan sampai kita membangun atau memperbaiki sesuatu yang bukan milik Pemkot, karena itu bisa menimbulkan masalah hukum. Kami akan koordinasi dengan RT, RW, dan LPMK setempat, serta meminta pendampingan kejaksaan,” jelasnya.

Selain itu, Eri menilai banyak penghuni Gedung Setan yang KTP-nya bukan dari wilayah tersebut.

“itu bisa digunakan apakah warga setuju digunakan Fasum atau apa ya kita nanti lihat aturannya dulu ya. Jangan sampai kita ambil langkah gak sesuai aturan karena yang sebagian besar warga di sana bukan pemilik KTP setempat. Kalau ditanya ini rumah siapa, malah tidak ada yang tahu,” ungkapnya.

Sebagai alternatif, Pemkot Surabaya menawarkan program rumah susun milik sendiri (rusunami) kepada warga yang sudah memiliki kemampuan ekonomi.

Rusunami ini ditawarkan dengan harga terjangkau agar warga dapat memiliki tempat tinggal layak secara mandiri.

“Makanya kita kerahkan dengan rusunami, kelompok kelompok warga yang sudah mulai bisa menggerakkan ekonominya maka diberikan rusunami milik sendiri tapi dengan harga murah. Makanya kita menghitung untuk itu,” pungkasnya.

Baca Juga: Ramai Candaan Admin Medsos, DPRD Sebut Tidak Tutupi Kerja Nyata Eri Cahyadi

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.