Senin, 02 Feb 2026 06:58 WIB

Ramai Candaan Admin Medsos, DPRD Sebut Tidak Tutupi Kerja Nyata Eri Cahyadi

Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan
Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan

selalu.id - Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan, menanggapi terkait insiden candaan tim admin media sosial Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang viral di Instagram. Menurut Eri Irawan, itu adalah murni kesalahan individu yang bersangkutan serta tidak mencerminkan karakter kepemimpinan Eri Cahyadi serta capaian kinerjanya, mulai dari perbaikan ribuan rumah tidak layak huni (Rutilahu) hingga pembangunan infrastruktur, mulai dari pengendalian banjir sampai pengurai kemacetan.

Potongan video yang viral itu menampilkan percakapan seorang admin medsos yang tanpa sengaja terekam saat siaran langsung Instagram dijeda. Candaannya dalam bahasa Indonesia kurang-lebih, “Kalau ada hujan lagi, rekaman video bapak turun ke lapangan kita simpan aja. Nanti bisa diunggah lagi.”

Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Ucapan itu sempat menuai pro-kontra dari warganet yang menilai kegiatan lapangan wali kota hanya pencitraan. Padahal, insiden percakapan terjadi justru ketika Eri Cahyadi berada di lapangan.

“Rasanya kok tidak adil jika ada kesalahan individu admin medsos yang di luar koordinasi dengan wali kota kemudian kita menyebut wali kota hanya pencitraan. Kepentingan politik mungkin menghasilkan debat dan framing tentang insiden itu, tapi hasil kerja yang dirasakan rakyat tak bisa menampik fakta bahwa kinerja Pemkot Surabaya sudah di jalur yang tepat, mulai dari penurunan kemiskinan, stunting, dan sebagainya,” ujar Eri Irawan.

“Lagipula sebenarnya banyak orang tahu, Pak Eri Cahyadi ini malah cenderung kerjanya teknokratis tanpa banyak sorotan kamera. Buat apa pencitraan, wong sudah dua periode jadi walikota dengan kepercayaan rakyat yang tinggi,” imbuhnya.

Eri mengatakan, kesalahan admin medsos pejabat publik bukan kali pertama terjadi. Beberapa admin medsos pejabat publik juga pernah melakukannya. “Terlepas dari itu semua, sikap anak muda admin medsos itu yang mau meminta maaf dan mengakui kesalahan adalah hal yang baik. Tinggal bagaimana kita dewasa menyikapinya dengan memberi maaf ke yang bersangkutan,” ujarnya.

“Anak muda dalam perjalanannya bisa jadi ada kesalahan dalam tindakan. Namun sejarah anak-anak muda adalah sejarah pembelajaran hidup. Kearifan datang dari sana. Kebijaksanaan muncul dari pengalaman pahit agar ke depan bisa semakin baik lagi,” ujarnya.

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Eri Irawan menambahkan, kerja nyata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi ke depan perlu terus didorong agar semakin membawa banyak kemaslahatan bagi publik Kota Pahlawan. Eri Irawan mencatat sejumlah capaian kinerja wali kota Surabaya, mulai dari perbaikan ribuan rumah tidak layak huni (Rutilahu) hingga pembangunan infrastruktur, mulai dari pengendalian banjir sampai pengurai kemacetan.

“Kami memantau detil kinerja Pemkot Surabaya. Tentu belum sepenuhnya sempurna, tetapi sudah berada di jalur yang benar, bahkan sangat progresif,” ujar Eri kepada media, Minggu (2/11/2025).

Dia mencontohkan soal perbaikan Rutilahu dalam program “Dandan Omah”. Sejak diluncurkan Wali Kota Eri Cahyadi pada 2021, program Dandan Omah telah memperbaiki 9.500 rumah. Tahun 2025 memperbaiki 2.069 Rutilahu, dan pada 2026 dinaikkan menjadi 2.300 Rutilahu.

“Ini menunjukkan bagaimana kerja nyata dirasakan masyarakat miskin. Saya kemarin, misalnya, mengecek perbaikan rutilahu pengemudi becak yang selama ini beliau tidur di atas becaknya di depan sebuah masjid karena kondisi rumah tidak layak. Alhamdulillah, kini selesai direnovasi menjadi layak huni,” jelas Eri.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

Eri juga mencontohkan bagaimana kinerja Wali Kota Eri Cahyadi dalam membereskan masalah pelebaran ruas Jalan Tambang Boyo-Pacar Keling yang diikuti dengan normalisasi sungai. “Kini kita melihat bagaimana kawasan tersebut semakin rapi. Tinggal evaluasi terkait rekayasa lalu lintasnya agar mobilitas tambah lancar,” ujarnya.

Demikian pula pengendalian banjir yang mendapat pembenahan dengan memperkuat integrasi antar-saluran, baik itu drainase perkampungan maupun skala kota, meskipun tentu semuanya dikerjakan bertahap sesuai kapasitas anggaran.

“Titik-titik langganan banjir sebagian sudah tidak lagi tergenang lama. Memang belum semua titik genangan teratasi, tapi sudah berkurang signifikan dari sekitar 400 titik banjir pada 2021 kini menjadi sekitar 190 titik,” ujarnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.

6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau

Selain menawarkan pesona alam yang luar biasa, kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini juga menyimpan budaya lokal yang kental.