Jumat, 05 Jun 2026 23:48 WIB

Wali Kota Eri Sidak Bozem Simo, Begini Temuannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 11 Des 2024 10:03 WIB
Eri Cahyadi
Eri Cahyadi

selalu.id - Saat Surabaya dilanda hujan deras dan angin Selasa (10/12/2024) sore kemarin, sejumlah titik kawasan kota mengalami banjir atau genangan. Bahkan hingga menyebabkan jebolnya tanggul sungai.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi pun melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi Bozem Simo yang jebol dan menyebabkan banjir di kawasan Simo, Rabu (11/12/2024) pagi.

Dalam kunjungannya, Eri menemukan sejumlah masalah yang menjadi penyebab utama banjir, termasuk penumpukan sampah di area bozem yang menghambat aliran air.

Menurut Eri, Bozem Simo seharusnya berfungsi menampung dan mengatur aliran air dari sejumlah kawasan, seperti Dukuh Kupang Barat, SWK, hingga Kampung Air. Namun, bozem tersebut tidak berfungsi optimal karena dipenuhi sampah.

“Bozem ini besar sekali, seharusnya bisa menampung air dari Dukuh Kupang sampai Simo. Tapi sekarang fungsinya terganggu karena sampah menumpuk. Kalau tidak digeruk, air yang masuk ke bozem pasti meluap dan menyebabkan banjir,” ujar Eri di lokasi.

Untuk mengatasi permasalahan ini, Eri memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Satpol PP Surabaya untuk bergerak cepat. Ia memberi tenggat waktu dua minggu untuk membersihkan seluruh sampah yang ada di bozem dan sekitarnya.

“Saya minta teman-teman PU, DLH, dan Satpol PP dalam waktu dua minggu membersihkan semua sampah di bozem. Setelah itu, kami akan pasang batu tumpuk untuk memperkuat struktur bozem,” tegasnya.

Selain itu, Eri juga menyoroti adanya tempat pembuangan sampah sementara (TPS) di sekitar bozem yang dinilai tidak tertata. Ia meminta DLH segera menata ulang area tersebut agar tidak ada lagi sampah yang menumpuk di sekitar bozem.

“TPS di sini harus ditata ulang. Jangan ada lagi gerobak sampah yang ditumpuk sembarangan. Sampah ini menjadi salah satu penyebab bozem tidak berfungsi dengan baik,” ujarnya.

Eri menjelaskan bahwa Bozem Simo menerima aliran air dari berbagai wilayah, termasuk Dukuh Kupang Barat 1, Dukuh Kupang Barat Lebar, Dukuh Kupang 20, dan Dukuh Kupang 25.

Dengan fungsi vital seperti ini, seharusnya bozem mampu mencegah genangan atau banjir jika dikelola dengan baik.

“Logikanya, kalau bozem ini berfungsi dengan baik, tidak mungkin ada banjir. Tapi karena sampah menumpuk, air tidak bisa ditampung dengan maksimal,” ungkapnya.

Baca Juga: Sidak Alun-alun Sidoarjo, Wabup Catat Persoalan Parkir dan Penerangan

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.