Kamis, 04 Jun 2026 21:27 WIB

Wali Kota Eri Sidak Bozem Simo, Begini Temuannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 11 Des 2024 10:03 WIB
Eri Cahyadi
Eri Cahyadi

selalu.id - Saat Surabaya dilanda hujan deras dan angin Selasa (10/12/2024) sore kemarin, sejumlah titik kawasan kota mengalami banjir atau genangan. Bahkan hingga menyebabkan jebolnya tanggul sungai.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi pun melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi Bozem Simo yang jebol dan menyebabkan banjir di kawasan Simo, Rabu (11/12/2024) pagi.

Dalam kunjungannya, Eri menemukan sejumlah masalah yang menjadi penyebab utama banjir, termasuk penumpukan sampah di area bozem yang menghambat aliran air.

Menurut Eri, Bozem Simo seharusnya berfungsi menampung dan mengatur aliran air dari sejumlah kawasan, seperti Dukuh Kupang Barat, SWK, hingga Kampung Air. Namun, bozem tersebut tidak berfungsi optimal karena dipenuhi sampah.

“Bozem ini besar sekali, seharusnya bisa menampung air dari Dukuh Kupang sampai Simo. Tapi sekarang fungsinya terganggu karena sampah menumpuk. Kalau tidak digeruk, air yang masuk ke bozem pasti meluap dan menyebabkan banjir,” ujar Eri di lokasi.

Untuk mengatasi permasalahan ini, Eri memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Satpol PP Surabaya untuk bergerak cepat. Ia memberi tenggat waktu dua minggu untuk membersihkan seluruh sampah yang ada di bozem dan sekitarnya.

“Saya minta teman-teman PU, DLH, dan Satpol PP dalam waktu dua minggu membersihkan semua sampah di bozem. Setelah itu, kami akan pasang batu tumpuk untuk memperkuat struktur bozem,” tegasnya.

Selain itu, Eri juga menyoroti adanya tempat pembuangan sampah sementara (TPS) di sekitar bozem yang dinilai tidak tertata. Ia meminta DLH segera menata ulang area tersebut agar tidak ada lagi sampah yang menumpuk di sekitar bozem.

“TPS di sini harus ditata ulang. Jangan ada lagi gerobak sampah yang ditumpuk sembarangan. Sampah ini menjadi salah satu penyebab bozem tidak berfungsi dengan baik,” ujarnya.

Eri menjelaskan bahwa Bozem Simo menerima aliran air dari berbagai wilayah, termasuk Dukuh Kupang Barat 1, Dukuh Kupang Barat Lebar, Dukuh Kupang 20, dan Dukuh Kupang 25.

Dengan fungsi vital seperti ini, seharusnya bozem mampu mencegah genangan atau banjir jika dikelola dengan baik.

“Logikanya, kalau bozem ini berfungsi dengan baik, tidak mungkin ada banjir. Tapi karena sampah menumpuk, air tidak bisa ditampung dengan maksimal,” ungkapnya.

Baca Juga: Sidak Alun-alun Sidoarjo, Wabup Catat Persoalan Parkir dan Penerangan

Editor : Ading
Berita Terbaru

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Gugat MK Soal Masa Berlaku SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.

Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Narkotika Internasional Senilai Puluhan Miliar

Saat ini penyidik masih mengembangkan kedua perkara tersebut guna mengungkap jaringan yang lebih luas.

Maling yang Sering Curi Lampu Lalulintas di Semampir Surabaya Dibekuk, Ini Identitasnya

Saat ini pelaku telah ditetapkan tersangka dan ditahan di Mapolsek Semampir untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.