Minggu, 01 Nov 2026 21:59 WIB

Wali Kota Eri Sidak Bozem Simo, Begini Temuannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 11 Des 2024 10:03 WIB
Eri Cahyadi
Eri Cahyadi

selalu.id - Saat Surabaya dilanda hujan deras dan angin Selasa (10/12/2024) sore kemarin, sejumlah titik kawasan kota mengalami banjir atau genangan. Bahkan hingga menyebabkan jebolnya tanggul sungai.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi pun melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi Bozem Simo yang jebol dan menyebabkan banjir di kawasan Simo, Rabu (11/12/2024) pagi.

Dalam kunjungannya, Eri menemukan sejumlah masalah yang menjadi penyebab utama banjir, termasuk penumpukan sampah di area bozem yang menghambat aliran air.

Menurut Eri, Bozem Simo seharusnya berfungsi menampung dan mengatur aliran air dari sejumlah kawasan, seperti Dukuh Kupang Barat, SWK, hingga Kampung Air. Namun, bozem tersebut tidak berfungsi optimal karena dipenuhi sampah.

“Bozem ini besar sekali, seharusnya bisa menampung air dari Dukuh Kupang sampai Simo. Tapi sekarang fungsinya terganggu karena sampah menumpuk. Kalau tidak digeruk, air yang masuk ke bozem pasti meluap dan menyebabkan banjir,” ujar Eri di lokasi.

Untuk mengatasi permasalahan ini, Eri memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Satpol PP Surabaya untuk bergerak cepat. Ia memberi tenggat waktu dua minggu untuk membersihkan seluruh sampah yang ada di bozem dan sekitarnya.

“Saya minta teman-teman PU, DLH, dan Satpol PP dalam waktu dua minggu membersihkan semua sampah di bozem. Setelah itu, kami akan pasang batu tumpuk untuk memperkuat struktur bozem,” tegasnya.

Selain itu, Eri juga menyoroti adanya tempat pembuangan sampah sementara (TPS) di sekitar bozem yang dinilai tidak tertata. Ia meminta DLH segera menata ulang area tersebut agar tidak ada lagi sampah yang menumpuk di sekitar bozem.

“TPS di sini harus ditata ulang. Jangan ada lagi gerobak sampah yang ditumpuk sembarangan. Sampah ini menjadi salah satu penyebab bozem tidak berfungsi dengan baik,” ujarnya.

Eri menjelaskan bahwa Bozem Simo menerima aliran air dari berbagai wilayah, termasuk Dukuh Kupang Barat 1, Dukuh Kupang Barat Lebar, Dukuh Kupang 20, dan Dukuh Kupang 25.

Dengan fungsi vital seperti ini, seharusnya bozem mampu mencegah genangan atau banjir jika dikelola dengan baik.

“Logikanya, kalau bozem ini berfungsi dengan baik, tidak mungkin ada banjir. Tapi karena sampah menumpuk, air tidak bisa ditampung dengan maksimal,” ungkapnya.

Baca Juga: Pemkab Sidoarjo Ratakan 21 Lapak di Eks Lokalisasi Krengseng, Penataan Kawasan Berlanjut

Editor : Ading
Berita Terbaru

Muaythai Jatim Mulai Petakan Regenerasi Atlet untuk PON 2028

Gebrakan ini dilakukan setelah Baso Juherman kembali terpilih secara aklamasi untuk memimpin Pengprov MI Jatim periode 2026–2031.

Gudang Minyak Goreng di Kemuning Sidoarjo Ludes Terbakar

Mengenai pemicu amukan api serta estimasi kerugian materiil, pihak Damkarmat Sidoarjo mengaku masih belum bisa memastikannya, begitupun penyebabnya.

Haul Akbar Sidoarjo 2026, Bupati Subandi Ajak Warga Perkuat Moral dan Persatuan

Bupati Sidoarjo Subandi mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kebersamaan dan saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat.

Syaiful Mahdi Terpilih jadi Ketum KONI Nganjuk, Berikut Gebrakan yang Disiapkan

Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi pun mendorong pengembangan sport center berbasis sport science dengan menggandeng perguruan tinggi dan insan pers.

Wajib Catat, Ini Daftar 21 Penyakit dan Layanan yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Masyarakat pun diimbau untuk lebih cermat memahami daftar layanan yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan sebelum mendatangi fasilitas kesehatan.

Aturan Operasional Pasar Tanjungsari Surabaya Dikeluhkan: Pedagang Tugi, Buah Cepat Busuk

Pedagang mendesak Pemkot Surabaya melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk mendorong revisi perda tentang perdagangan dan perindustrian.