Senin, 16 Feb 2026 22:34 WIB

Rhenald Kasali Soroti Rekrutmen dan Fenomena Strawberry Generation di Green Industrial Awards 2024

PT SIER
PT SIER

selalu.id – Dalam malam penganugerahan “Green Industrial Awards dan SIER Customer Gathering 2024”, yang digelar di Grand Ballroom Vasa Hotel Surabaya pada Jumat (29/11/2024), Guru Besar Ilmu Manajemen Universitas Indonesia, Prof Rhenald Kasali PhD, memberikan pandangan mendalam tentang tantangan dunia kerja saat ini.

Ia menekankan, proses perekrutan karyawan baru harus dilakukan dengan lebih cermat dan menyeluruh, tidak hanya menilai keterampilan teknis atau latar belakang pendidikan.

Dalam sesi talkshow yang dipandu oleh Emil Faizza, Prof Rhenald menjawab pertanyaan dari Taufiqurrochman, Manufacturing Head PT SC Johnson Manufacturing, mengenai tantangan dalam merekrut karyawan.

Prof Rhenald menekankan pentingnya melihat aspek yang lebih mendalam, termasuk latar belakang emosional, masa kecil, dan pengaruh keluarga calon karyawan. “Anak-anak sekarang banyak yang menghadapi persoalan dalam kecerdasan sosial. Karena itu, perusahaan tidak cukup hanya memberikan pelatihan keterampilan, tetapi juga harus membentuk mentalitas karyawan,” tegasnya.

Prof Rhenald juga mengulas fenomena Strawberry Generation, generasi muda yang dikenal kreatif tetapi cenderung rapuh dan mudah menyerah. Fenomena ini, katanya, tidak dapat dilepaskan dari peran orang tua yang disebutnya sebagai Strawberry Parents.

“Di balik adanya Strawberry Generation, ada Strawberry Parents—orang tua yang terlalu protektif, memanjakan anak-anak mereka, dan kurang memberikan ruang untuk membangun kemandirian,” jelasnya.

Sebagai contoh, ia mengutip kasus di Surabaya, di mana orang tua menyuruh anak menggonggong dalam perselisihan siswa antar sekolah. Pola asuh seperti ini, katanya, melemahkan mental anak dan menciptakan generasi yang rapuh.

Fenomena ini, lanjutnya, menjadi tantangan dalam dunia kerja saat ini. Generasi muda yang kurang memiliki kecerdasan sosial sering kali kesulitan menghadapi tekanan di tempat kerja.

“Ada fenomena ‘muntaber’—mundur tanpa berita—yang sering terjadi di perusahaan. Bahkan alasan ketidakhadiran yang mereka sampaikan terkadang tidak masuk akal, seperti ‘tidak masuk kerja karena kucingnya sakit,’” tambahnya, yang disambut tawa dari para tamu undangan.

Namun, Prof Rhenald menyoroti perbedaan mencolok antara anak-anak dari keluarga dengan etos kerja yang kuat dan mereka yang dibesarkan dalam lingkungan protektif. Anak-anak dari keluarga pejuang, katanya, memiliki mentalitas yang lebih tangguh dan produktivitas yang lebih tinggi.

Ia memberikan contoh lulusan SMK dari sekolah milik Djarum di Kudus, yang gajinya bahkan bisa dua kali lipat lebih besar dari lulusan sarjana. “Anak-anak dari keluarga pejuang ini memiliki keunggulan mental dan produktivitas yang luar biasa. Mereka terbiasa bekerja keras dan menghadapi tantangan, yang menjadikan mereka aset berharga bagi perusahaan,” paparnya.

Selain memberikan pandangan terkait dunia kerja, Prof Rhenald juga menyampaikan apresiasi kepada Direktur Utama PT SIER, Didik Prasetiyono, atas pidatonya yang inspiratif mengenai pengelolaan kawasan industri.

Ia menilai penguasaan materi Didik yang mendalam, mencerminkan komitmen SIER dalam mendorong praktik industri berkelanjutan dan terintegrasi dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

“Paparan Dirut SIER menggambarkan bagaimana kepemimpinan yang kuat mampu mengarahkan perusahaan menuju keberlanjutan dan inovasi yang relevan dengan tantangan global saat ini,” ujar Prof. Rhenald.

Di akhir sesi, Prof Rhenald memberikan pesan penting kepada perusahaan untuk lebih selektif dalam merekrut karyawan. Ia menegaskan bahwa selain keterampilan teknis, karakter, kecerdasan sosial, dan ketahanan mental calon karyawan juga harus menjadi pertimbangan utama.

“Tantangan dunia kerja saat ini tidak hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga soal membangun karakter dan ketahanan. Perusahaan yang sukses adalah perusahaan yang mampu menciptakan lingkungan kerja yang mendukung pengembangan kedua aspek tersebut,” tutupnya.

Acara Green Industrial Awards 2024, yang diselenggarakan oleh PT SIER, tidak hanya menjadi ajang untuk memberikan penghargaan kepada tenant-tenant terbaik di kawasan industri SIER Surabaya dan PIER Pasuruan, tetapi juga menjadi forum refleksi mendalam. Tidak hanya membahas keberlanjutan dari sisi lingkungan, tetapi juga pentingnya membangun sumber daya manusia yang tangguh dan siap menghadapi dinamika dunia kerja.

Baca Juga: Mengalirkan Kebaikan di HUT ke-52 SIER, Dirut Danareksa Turut Donorkan Darah

Editor : Ading
Berita Terbaru

Apa Sih Makna Filosofis Imlek di Tahun Kuda Api 2026, Ini Penjelasan Dosen UK Petra

Dosen Bahasa Mandarin Universitas Kristen Petra, Dr Olivia menyebut Imlek sebagai titik balik untuk memperbaiki diri dan mempererat relasi.

Potret Warga Binaan Lapas Mojokerto Bersih-bersih Masjid Sambut Ramadan

Sebanyak 15 pegawai Lapas Kelas IIB Mojokerto diterjunkan, dibantu oleh empat warga binaan yang telah melalui proses pembinaan serta pengawasan yang ketat.

Universitas Muhammad Seruji Jember Tegaskan Komitmen Cetak Lulusan Unggul

Sebanyak 196 mahasiswa dari enam fakultas resmi dikukuhkan sebagai sarjana dalam prosesi yang berlangsung khidmat, tertib, dan penuh rasa syukur.

Harga Ayam di Surabaya Naik saat Imlek dan Jelang Ramadan, DPRD Minta RPU Dimaksimalkan

Kondisi tersebut berisiko menekan stok di pasaran dan memicu kenaikan harga apabila tidak diantisipasi sejak dini.

Gila, Paman-Bibi di Surabaya Aniaya Balita 4 Tahun Hingga Terluka dan Kelaparan

Akibat ulah sang paman dan bibinya itu, korban mengalami sejumlah luka di tubuhnya bahkan sampai rambutnya botak.

Luapan Air Rendam Rel di Grobogan, Sejumlah KA Jarak Jauh Terlambat dan Dialihkan

Sejumlah kereta api jarak jauh mengalami keterlambatan dan harus dialihkan perjalanannya, termasuk tujuan Surabaya.