Kamis, 03 Sep 2026 15:12 WIB

Rhenald Kasali Soroti Rekrutmen dan Fenomena Strawberry Generation di Green Industrial Awards 2024

PT SIER
PT SIER

selalu.id – Dalam malam penganugerahan “Green Industrial Awards dan SIER Customer Gathering 2024”, yang digelar di Grand Ballroom Vasa Hotel Surabaya pada Jumat (29/11/2024), Guru Besar Ilmu Manajemen Universitas Indonesia, Prof Rhenald Kasali PhD, memberikan pandangan mendalam tentang tantangan dunia kerja saat ini.

Ia menekankan, proses perekrutan karyawan baru harus dilakukan dengan lebih cermat dan menyeluruh, tidak hanya menilai keterampilan teknis atau latar belakang pendidikan.

Dalam sesi talkshow yang dipandu oleh Emil Faizza, Prof Rhenald menjawab pertanyaan dari Taufiqurrochman, Manufacturing Head PT SC Johnson Manufacturing, mengenai tantangan dalam merekrut karyawan.

Prof Rhenald menekankan pentingnya melihat aspek yang lebih mendalam, termasuk latar belakang emosional, masa kecil, dan pengaruh keluarga calon karyawan. “Anak-anak sekarang banyak yang menghadapi persoalan dalam kecerdasan sosial. Karena itu, perusahaan tidak cukup hanya memberikan pelatihan keterampilan, tetapi juga harus membentuk mentalitas karyawan,” tegasnya.

Prof Rhenald juga mengulas fenomena Strawberry Generation, generasi muda yang dikenal kreatif tetapi cenderung rapuh dan mudah menyerah. Fenomena ini, katanya, tidak dapat dilepaskan dari peran orang tua yang disebutnya sebagai Strawberry Parents.

“Di balik adanya Strawberry Generation, ada Strawberry Parents—orang tua yang terlalu protektif, memanjakan anak-anak mereka, dan kurang memberikan ruang untuk membangun kemandirian,” jelasnya.

Sebagai contoh, ia mengutip kasus di Surabaya, di mana orang tua menyuruh anak menggonggong dalam perselisihan siswa antar sekolah. Pola asuh seperti ini, katanya, melemahkan mental anak dan menciptakan generasi yang rapuh.

Fenomena ini, lanjutnya, menjadi tantangan dalam dunia kerja saat ini. Generasi muda yang kurang memiliki kecerdasan sosial sering kali kesulitan menghadapi tekanan di tempat kerja.

“Ada fenomena ‘muntaber’—mundur tanpa berita—yang sering terjadi di perusahaan. Bahkan alasan ketidakhadiran yang mereka sampaikan terkadang tidak masuk akal, seperti ‘tidak masuk kerja karena kucingnya sakit,’” tambahnya, yang disambut tawa dari para tamu undangan.

Namun, Prof Rhenald menyoroti perbedaan mencolok antara anak-anak dari keluarga dengan etos kerja yang kuat dan mereka yang dibesarkan dalam lingkungan protektif. Anak-anak dari keluarga pejuang, katanya, memiliki mentalitas yang lebih tangguh dan produktivitas yang lebih tinggi.

Ia memberikan contoh lulusan SMK dari sekolah milik Djarum di Kudus, yang gajinya bahkan bisa dua kali lipat lebih besar dari lulusan sarjana. “Anak-anak dari keluarga pejuang ini memiliki keunggulan mental dan produktivitas yang luar biasa. Mereka terbiasa bekerja keras dan menghadapi tantangan, yang menjadikan mereka aset berharga bagi perusahaan,” paparnya.

Selain memberikan pandangan terkait dunia kerja, Prof Rhenald juga menyampaikan apresiasi kepada Direktur Utama PT SIER, Didik Prasetiyono, atas pidatonya yang inspiratif mengenai pengelolaan kawasan industri.

Ia menilai penguasaan materi Didik yang mendalam, mencerminkan komitmen SIER dalam mendorong praktik industri berkelanjutan dan terintegrasi dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

“Paparan Dirut SIER menggambarkan bagaimana kepemimpinan yang kuat mampu mengarahkan perusahaan menuju keberlanjutan dan inovasi yang relevan dengan tantangan global saat ini,” ujar Prof. Rhenald.

Di akhir sesi, Prof Rhenald memberikan pesan penting kepada perusahaan untuk lebih selektif dalam merekrut karyawan. Ia menegaskan bahwa selain keterampilan teknis, karakter, kecerdasan sosial, dan ketahanan mental calon karyawan juga harus menjadi pertimbangan utama.

“Tantangan dunia kerja saat ini tidak hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga soal membangun karakter dan ketahanan. Perusahaan yang sukses adalah perusahaan yang mampu menciptakan lingkungan kerja yang mendukung pengembangan kedua aspek tersebut,” tutupnya.

Acara Green Industrial Awards 2024, yang diselenggarakan oleh PT SIER, tidak hanya menjadi ajang untuk memberikan penghargaan kepada tenant-tenant terbaik di kawasan industri SIER Surabaya dan PIER Pasuruan, tetapi juga menjadi forum refleksi mendalam. Tidak hanya membahas keberlanjutan dari sisi lingkungan, tetapi juga pentingnya membangun sumber daya manusia yang tangguh dan siap menghadapi dinamika dunia kerja.

Baca Juga: Konsisten Bangun Citra Positif, SIER Raih Penghargaan Indonesia PR Award 2026

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bupati Subandi Wanti-wanti Petugas Puskesmas Sidoarjo: Birokrat Sifatnya Melayani, Gak Boleh Emosi!

Bukan sekadar urusan medis, sikap para petugas hingga kelayakan fasilitas di Puskesmas dinilai sangat menentukan kualitas pengalaman berobat warga.

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.