Rabu, 04 Feb 2026 04:27 WIB

Krisis Pendapatan Mengintai Jawa Timur: Fraksi PKB Desak Aksi Nyata

Muhammad Ashari, juru bicara Fraksi PKB di DPRD Jawa Timur
Muhammad Ashari, juru bicara Fraksi PKB di DPRD Jawa Timur

selalu.id - Bayang-bayang krisis keuangan menyelimuti Jawa Timur, seiring prediksi penurunan pendapatan daerah yang mencapai hampir Rp 6 triliun (tepatnya Rp 5,9 triliun) pada tahun 2025. Prediksi suram ini tertuang dalam Nota Keuangan dan Rancangan APBD Jawa Timur tahun 2025, yang memproyeksikan pendapatan daerah hanya sebesar Rp 26,161 triliun, jauh di bawah revisi APBD tahun 2024 yang mencapai Rp 32,127 triliun.

Situasi ini telah memicu perdebatan sengit di DPRD Jawa Timur, dengan Fraksi PKB yang paling lantang menyuarakan keprihatinan atas sikap pesimis pemerintah provinsi. Fraksi PKB menilai bahwa proyeksi pendapatan daerah 2025 terlalu konservatif dan tidak mencerminkan potensi sebenarnya dari Jawa Timur.

Muhammad Ashari, juru bicara Fraksi PKB di DPRD Jawa Timur, melontarkan kritik tajam terhadap proyeksi anggaran pemerintah. Ia menilai target pendapatan yang ditetapkan terlalu rendah, tidak sejalan dengan capaian pendapatan Jawa Timur dalam enam tahun terakhir yang selalu melampaui angka Rp 30 triliun.

"Proyeksi ini terlalu pesimis dan tidak mencerminkan potensi sebenarnya dari Jawa Timur. Pemerintah harus lebih proaktif dan inovatif dalam mencari sumber pendapatan baru, mengeksplorasi potensi yang belum tergali, dan mendiversifikasi sumber pendapatan," tegas Ashari

Dalam agenda paripurna pekan lalu, Ashari mengajukan beberapa strategi potensial untuk meningkatkan pendapatan daerah, antara lain:

- Ekstensifikasi Retribusi Daerah: Memperluas cakupan retribusi daerah untuk menangkap sumber pendapatan yang belum termanfaatkan.

- Diversifikasi Pendapatan Daerah Lainnya: Mencari sumber pendapatan baru di luar sumber pendapatan tradisional.

Terkait kekhawatiran atas penurunan PAD dan peluang yang terlewatkan, Ashari juga mengungkapkan kekhawatirannya atas penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diproyeksikan mencapai Rp 16,4 triliun pada tahun 2025, turun 22 persen dari tahun sebelumnya. Ia menilai angka ini seharusnya jauh lebih tinggi, mengingat realisasi PAD tahun 2023 mencapai Rp 22,3 triliun dan target PAD tahun 2024 sebesar Rp 21,2 triliun.

Ashari menekankan bahwa masih banyak potensi PAD yang belum tergarap, di luar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), seperti:

- Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB):  Meningkatkan potensi pendapatan dari pajak MBLB.

- Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB):  Menetapkan target yang lebih ambisius untuk penerimaan PBBKB tahun 2025.

- Pajak Rokok:  Mengeksplorasi potensi pendapatan dari pajak rokok sebagai sumber pendapatan yang signifikan.

Meski begitu, Ashari juga mendesak pemerintah untuk lebih optimis dalam memproyeksikan pendapatan dari Pengelolaan Kekayaan Daerah. Ia mencatat bahwa proporsi pendapatan dari sektor ini masih relatif kecil dibandingkan dengan total PAD.

"Fraksi PKB berharap proporsi pendapatan dari Pengelolaan Kekayaan Daerah, khususnya melalui kontribusi BUMD melalui setoran dividen, dapat meningkat di masa depan. Hal ini dapat menjadi pengungkit signifikan bagi PAD Jawa Timur," tuturnya.

Selain itu, Fraksi PKB mendorong pemerintah untuk memanfaatkan peluang peningkatan pendapatan melalui Dana Insentif Daerah (DID) yang dialokasikan oleh Kementerian Keuangan. Fraksi PKB yakin bahwa potensi pendapatan Jawa Timur tahun 2025 bisa jauh lebih besar dibandingkan realisasi pendapatan tahun 2023, mengingat capaian pendapatan Jawa Timur yang selalu melampaui target dalam beberapa tahun terakhir.

Desakan Fraksi PKB ini muncul di tengah situasi kritis yang dihadapi Jawa Timur. Kemampuan provinsi untuk melewati krisis keuangan ini bergantung pada kesediaan pemerintah untuk mengambil langkah proaktif dan inovatif dalam meningkatkan pendapatan, serta memperjuangkan formula pembagian pendapatan yang lebih adil dengan pemerintah pusat.

Menambah beban keuangan, Jawa Timur juga menghadapi potensi penurunan pendapatan dari pajak kendaraan bermotor akibat perubahan formula bagi hasil antara pemerintah pusat dan daerah. Formula baru yang akan berlaku pada tahun 2025 akan membuat Jawa Timur hanya menerima 34 persen dari pendapatan pajak kendaraan bermotor, turun dari 70 persen saat ini. Pergeseran ini berpotensi mengakibatkan kerugian pendapatan yang signifikan bagi Jawa Timur, diperkirakan mencapai Rp 4 triliun.

Desakan Fraksi PKB untuk bertindak tegas muncul di tengah situasi krusial bagi Jawa Timur. Kemampuan provinsi untuk menghadapi badai keuangan ini bergantung pada komitmen pemerintah untuk menerapkan strategi pendapatan yang lebih proaktif dan inovatif, serta memperjuangkan formula bagi hasil yang lebih adil dengan pemerintah pusat.

Baca Juga: Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Editor : Ading
Berita Terbaru

Balita 2 Tahun di Probolinggo Hilang Misterius

Balita itu bernama Muhammad Arsyad Arrazi, berusia 2 tahun, anak dari pasangan Abdul Manan dan Zuharo, warga Dusun Polai, Desa Sumendi.

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya.