Senin, 02 Feb 2026 05:06 WIB

Debat Pilgub Ungkap Kekecewaan Kinerja Pemprov Jatim

Debat Pilgub Jatim
Debat Pilgub Jatim

selalu.id - Disesi ketiga acara 'Debat Publik Kedua Pilgub Jatim 2024', terkait bagaimana strategi penyaluran bantuan sosial bagi korban bencana secara cepat tepat ? Paslon nomor urut 2 Cawagub Emil Elestianto Dardak mengungkapkan, bahwa pihaknya bakal fokus mengenai rencana dan bantuan sosial untuk bencana, adalah fokus untuk bisa meringankan penderitaan korban bencana ada uang anggaran.

"Biaya tentunya tidak terduga, yang bisa adalah di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk bisa segera memberikan bantuan langsung kepada masyarakat. Tapi biasanya di hari pertama pada saat terjadi bencana yang harus cepet itu ada titiknya sangat penting. Lalu begitu mereka mulai ada waktu untuk pengungsi tanya di tempat pengungsian seperti yang terjadi di yang ada di Terkena erupsi biasanya mereka kemudian bisa memilih untuk tinggal," paparnya.

Baca Juga: Legislator Jatim Dukung Ide Syarif Waja Bae Hubungkan Seni dan Peluang Ekonomi

Sementara itu, ditempat yang sama, Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Lukmanul Hakim juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap minimnya dukungan dari pemerintah provinsi terhadap pesantren selama lima tahun terakhir. Dalam pernyataannya, Lukman menilai bahwa meskipun ada klaim tentang keberpihakan, realitasnya menunjukkan hal yang berbeda.

"Ada catatan sedikit bahwa sepanjang pemerintahan lima tahun kemarin terkait upaya keberpihakan kepada pesantren, tetapi nyatanya sampai saat ini belum ada pergub pesantren," ujar Lukman.

Baca Juga: Seniman Surabaya ini Punya Cara Pandang Berbeda Soal Hubungan DKS dan Pemkot

Lukman menambahkan bahwa kondisi ini membuat banyak pesantren di Jawa Timur mengalami kesulitan. Yang terjadi adalah banyak pesantren yang justru kasihan karena belum mendapatkan perhatian maksimal dari pemerintahan provinsi. Dia menekankan pentingnya perhatian yang lebih besar dari pemerintah untuk membantu pesantren yang menjadi pilar penting dalam pendidikan agama dan karakter masyarakat.

Lukman menggarisbawahi perlunya regulasi yang jelas untuk mengatur pengelolaan pesantren. Dengan adanya regulasi seperti pergub, Lukman berharap pesantren bisa mendapatkan dukungan yang layak dari pemerintah, baik dalam bentuk anggaran maupun program pemberdayaan. Ia meyakini bahwa dukungan pemerintah yang lebih baik akan meningkatkan peran pesantren dalam masyarakat.

Baca Juga: Khofifah-Emil Siap Pimpin Jatim, Latihan Baris Berbaris Menuju Pelantikan

Lukmanul Khakim menegaskan komitmennya untuk menjadikan pesantren sebagai prioritas dalam program pemerintahannya jika terpilih. Dalam pandangannya, keberpihakan yang kuat terhadap pesantren akan menghasilkan generasi yang berakhlak dan berilmu, siap menghadapi tantangan zaman.

Melalui pernyataannya, Lukman mengajak masyarakat untuk menyadari pentingnya peran pesantren dalam pembangunan sosial dan ekonomi di Jawa Timur. Dengan demikian, dia berharap bahwa pesantren tidak akan lagi merasa terabaikan dan dapat berkontribusi lebih maksimal bagi kemajuan daerah.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.