Minggu, 08 Nov 2026 04:57 WIB

APK Kotak Kosong Hilang, Diduga Oknum ASN Terlibat

Spanduk Kotak Kosong
Spanduk Kotak Kosong

selalu.id - Spanduk dan banner-banner yang berisikan seputar sosialisasi Kotak Kosong yang sebelumnya tertempel dibeberapa titik di kota Surabaya, diketahui hilang, disinyalir kuat ada dugaan keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam penertibannya.

Diketahui, pihak Gerakan Coblos Kotak Kosong tengah menyebar pamflet selebaran, spanduk dan banner yang isinya mengenai sosialisasi seputar Kotak Kosong di Pilkada kota Surabaya 2024. Namun, tak berlangsung lama APK dari Gerakan Coblos Kotak Kosong yang tertempel dan terpasang ini hilang seketika.

Ketua Gerakan Coblos Kotak Kosong Harijono mengatakan, bahwa pihaknya sebelum melakukan sosialisasi, baik itu pemasangan spanduk maupun banner, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Menurut Harijono, untuk aturan yang telah ditetapkan oleh Bawaslu dan KPU memang tidak boleh melakukan pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) di area pertamanan atau area hijau kota Surabaya.

"Di acara sosialisasi coblos kotak kosong ini, kita mau menegakkan demokrasi. Karena partai ini sudah diborong oleh petahana. Dan karena itu demokrasi ini sudah mati," ungkap pentolan Gerakan Coblos Kotak Kosong ini kepada selalu.id di Surabaya, Selasa (29/10/2024).

Sementara itu, terkait dengan beberapa spanduk dan banner yang terpasang diketahui, lanjut Harijono menerangkan, telah dicopot paksa oleh para ASN. Meski pihaknya sudah berkoordinasi dengan Bawslu dan KPU, namun masih belum ada upaya tegas dari pihak Bawaslu maupun KPU.

Sementara, Humas Gerakan Coblos Kotak Kosong Diana Samar juga mengatakan, bahwa kotak kosong merupakan bentuk perlawanan untuk melawan arogansi partai, dimana ada 18 partai yang terlibat didalamnya.

Pihaknya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Surabaya supaya tidak memilih untuk Golput. "Kotak Kosong sudah diberi ruang oleh KPU dan Bawaslu untuk melakukan sosialisasi, dan kami melakukannya sesuai dengan aturan yang berlaku," jelas Ketua Arek Suroboyo Bergerak ini.

Baca Juga: Kecewa Berat, KPU Surabaya Dinilai Gagal Sosialisasikan Kotak Kosong

Editor : Ading
Berita Terbaru

Dramatis! Gol Menit Akhir Ivan Mamut Bawa Persija Bungkam Persebaya 1-0 dan Rebut Puncak Klasemen

Gol dramatis Ivan Mamut di penghujung laga memastikan Macan Kemayoran merangkak naik ke puncak klasemen sementara.

Vasa Hotel Surabaya Siapkan Kejutan Liburan Akhir Tahun Lewat Maison des Merveilles

Rudyanto Effendi, mengungkapkan bahwa para tamu akan dimanjakan dengan berbagai menu tradisi klasik Natal yang sarat cita rasa.

Misteri Bunker Jepang di Nganjuk, Konon jadi Bekas Penjara Presiden Soeharto

​Selain itu, benteng ini juga disebut-sebut menjadi tempat penahanan para pejuang yang terlibat dalam pemberontakan Pembela Tanah Air (PETA) di Blitar.

Lagi Heboh! Ahli Fisika Ramal Bumi Kiamat Pekan Depan, Begini Faktanya ​

​Topik ini sontak menarik perhatian publik, mengingat tidak ada satupun makhluk yang mengetahui pasti kapan dunia berakhir.

Aturan Baru Panti Pijat Mulai Desember 2026

Dengan aturan baru ini, panti pijat berkonsep terbuka resmi masuk dalam pengawasan ketat Kategori 3 dengan standar persyaratan yang jauh lebih mengikat.

Pemkot Surabaya Sabet Penghargaan Satya JKN Awards 2026

Capaian ini merupakan bukti nyata dari dedikasi, inovasi, serta kerja keras yang terbangun pada seluruh ekosistem pemerintahan dan ketenagakerjaan di Surabaya.