Rabu, 22 Jul 2026 16:54 WIB

APK Kotak Kosong Hilang, Diduga Oknum ASN Terlibat

Spanduk Kotak Kosong
Spanduk Kotak Kosong

selalu.id - Spanduk dan banner-banner yang berisikan seputar sosialisasi Kotak Kosong yang sebelumnya tertempel dibeberapa titik di kota Surabaya, diketahui hilang, disinyalir kuat ada dugaan keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam penertibannya.

Diketahui, pihak Gerakan Coblos Kotak Kosong tengah menyebar pamflet selebaran, spanduk dan banner yang isinya mengenai sosialisasi seputar Kotak Kosong di Pilkada kota Surabaya 2024. Namun, tak berlangsung lama APK dari Gerakan Coblos Kotak Kosong yang tertempel dan terpasang ini hilang seketika.

Ketua Gerakan Coblos Kotak Kosong Harijono mengatakan, bahwa pihaknya sebelum melakukan sosialisasi, baik itu pemasangan spanduk maupun banner, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Menurut Harijono, untuk aturan yang telah ditetapkan oleh Bawaslu dan KPU memang tidak boleh melakukan pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) di area pertamanan atau area hijau kota Surabaya.

"Di acara sosialisasi coblos kotak kosong ini, kita mau menegakkan demokrasi. Karena partai ini sudah diborong oleh petahana. Dan karena itu demokrasi ini sudah mati," ungkap pentolan Gerakan Coblos Kotak Kosong ini kepada selalu.id di Surabaya, Selasa (29/10/2024).

Sementara itu, terkait dengan beberapa spanduk dan banner yang terpasang diketahui, lanjut Harijono menerangkan, telah dicopot paksa oleh para ASN. Meski pihaknya sudah berkoordinasi dengan Bawslu dan KPU, namun masih belum ada upaya tegas dari pihak Bawaslu maupun KPU.

Sementara, Humas Gerakan Coblos Kotak Kosong Diana Samar juga mengatakan, bahwa kotak kosong merupakan bentuk perlawanan untuk melawan arogansi partai, dimana ada 18 partai yang terlibat didalamnya.

Pihaknya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Surabaya supaya tidak memilih untuk Golput. "Kotak Kosong sudah diberi ruang oleh KPU dan Bawaslu untuk melakukan sosialisasi, dan kami melakukannya sesuai dengan aturan yang berlaku," jelas Ketua Arek Suroboyo Bergerak ini.

Baca Juga: Kecewa Berat, KPU Surabaya Dinilai Gagal Sosialisasikan Kotak Kosong

Editor : Ading
Berita Terbaru

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dr WP Djatmiko soal OTT Bupati Lombok Barat: Biaya Politik Tinggi hingga Lemahnya Pengawas Internal

Sebaliknya, publik harus mendorong reformasi sistemik pada legal substance dan legal culture agar kasus-kasus korupsi serupa tidak terus berulang.

Eks Dirut Kebun Binatang Surabaya Ditetapkan Tersangka Korupsi Rp10,2 Miliar

Berdasarkan hasil penyidikan, sekitar Rp7 miliar dari total kerugian negara diduga digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka.

Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen membantu UMKM agar mampu berkembang menjadi usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.