Minggu, 08 Nov 2026 04:57 WIB

10 WNA Sindikat Scamming Ditangkap dan Dipulangkan ke Negara Asal

Kantor lmigrasi Kelas I TPI Tanjung Perak tangkap sindikat scamming
Kantor lmigrasi Kelas I TPI Tanjung Perak tangkap sindikat scamming

selalu.id - Kantor Imigrasi Kelas I TPI Tanjung Perak menyampaikan perkembangan penanganan kasus 10 Warga Negara Asing (WNA) pelaku sindikat scamming atau penipuan online yang telah diamankan oleh pihak Polrestabes Surabaya di kawasan perumahan elit daerah Surabaya Barat.

Diketahui 10 WNA yang diamankan oleh pihak kepolisian Polrestabes Surabaya tersebut, telah diserah terimakan kepada Kantor Imigrasi Kelas I TPI Tanjung Perak pada hari Jumat tanggal 20 September 2024.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Tim Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, paspor para pelaku berada di penjamin atau sponsor dan kesemuanya telah diserahkan ke Kantor Imigrasi. Kesepuluh orang tersebut masuk ke wilayah Indonesia dengan menggunakan visa kunjungan.

"Orang Asing tersebut telah melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan pemberian izin tinggalnya sebagaimana diatur dalam pasal 122 huruf a Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian", tutur Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Arief Satriawan kepada selalu.id di Surabaya, Kamis (24/10/2024).

Kantor lmigrasi Kelas I TPI Tanjung Perak bersama Direktorat Jenderal Imigrasi telah berkoordinasi dengan Pihak Kedutaan Republik Rakyat Tiongkok untuk memulangkan kesembilan Orang Asing tersebut.

"Proses hukum 9 Orang Asing ini akan dilanjutkan di negara asainya setelah dilakukan serah terima dengan pihak kepolisian Republik Rakyat Tiongkok," ujar Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Tanjung Perak, I Gusti Bagus M. Ibrahiem

Untuk proses pemulangan, direncanakan akan dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 27
Oktober 2024 dari Bandara Internasional Juanda Surabaya menuju ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta kemudian dilanjutkan ke Beijing China pada hari yang sama.

"Untuk 1 WNA asal Vietnam telah dikenai Tindakan Administratif Keimigrasian berupa pendeportasian ke negara asalnya pada tanggal 16 Oktober 2024 melalui Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya," tandasnya.

Sementara itu, satu WNA lainnya yang berasal dari Vietnam telah lebih dulu dideportasi pada 16 Oktober 2024.

"Pentingnya pengawasan kasus ini menjadi pengingat penting bagi kita semua untuk selalu waspada terhadap modus penipuan online yang semakin beragam. Pihak berwenang terus berupaya untuk membongkar jaringan kejahatan lintas negara ini dan memberikan perlindungan kepada masyarakat," pungkasnya.

Baca Juga: Sindikat Penipuan Online Internasional di Surabaya Terbongkar, Mayoritas WNA Cina

Editor : Ading
Berita Terbaru

Dramatis! Gol Menit Akhir Ivan Mamut Bawa Persija Bungkam Persebaya 1-0 dan Rebut Puncak Klasemen

Gol dramatis Ivan Mamut di penghujung laga memastikan Macan Kemayoran merangkak naik ke puncak klasemen sementara.

Vasa Hotel Surabaya Siapkan Kejutan Liburan Akhir Tahun Lewat Maison des Merveilles

Rudyanto Effendi, mengungkapkan bahwa para tamu akan dimanjakan dengan berbagai menu tradisi klasik Natal yang sarat cita rasa.

Misteri Bunker Jepang di Nganjuk, Konon jadi Bekas Penjara Presiden Soeharto

​Selain itu, benteng ini juga disebut-sebut menjadi tempat penahanan para pejuang yang terlibat dalam pemberontakan Pembela Tanah Air (PETA) di Blitar.

Lagi Heboh! Ahli Fisika Ramal Bumi Kiamat Pekan Depan, Begini Faktanya ​

​Topik ini sontak menarik perhatian publik, mengingat tidak ada satupun makhluk yang mengetahui pasti kapan dunia berakhir.

Aturan Baru Panti Pijat Mulai Desember 2026

Dengan aturan baru ini, panti pijat berkonsep terbuka resmi masuk dalam pengawasan ketat Kategori 3 dengan standar persyaratan yang jauh lebih mengikat.

Pemkot Surabaya Sabet Penghargaan Satya JKN Awards 2026

Capaian ini merupakan bukti nyata dari dedikasi, inovasi, serta kerja keras yang terbangun pada seluruh ekosistem pemerintahan dan ketenagakerjaan di Surabaya.