Rabu, 04 Feb 2026 11:25 WIB

Tertular HIV dari Ibu, Gadis 9 Tahun di Surabaya Meninggal Dunia

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 23 Okt 2024 12:02 WIB
F, anak 9 tahun yang meninggal setelah tertular HIV
F, anak 9 tahun yang meninggal setelah tertular HIV

selalu.id - Seorang anak perempuan berisinial F (9) berjuang hidup dari infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV), setelah tertular dari alharmum ibu kandungnya.

Setelah ibunya meninggal tahun 2021, F mulai mengalami gejala sakit yang berawal dari paru-paru tahun 2022 hingga dinyatakan positif HIV stadium akhir.

Sayangnya, setelah dirawat beberapa kali di RSUD Dr Soetomo, F dinyatakan meninggal dunia, hari ini, Rabu (23/10/2024).

Semasa hidupnya sejak berawal mengalami sakit tersebut. Sang  sang Nenek, Kanipah (57) menceritakan bermula cucunya dinyatakan positif HIV hingga stadium akhir.

“F terkena paru-paru infeksi dan virus. Tahun 2022 awalnya dinyatakan kena TBC, kemudian diare, batuk gak berhenti berbulan-bulan. Terus di opname satu hari di RS Husada Utama. Tiba-tiba dirujuk ke RSUD Dr Soetomo. Dari situ kata ayahnya ketahuan kalau HIV,” ungkap Kanipah.

Setelah mengetahui positif HIV, F sempat terlihat sehat, bisa bermain dan kembali bersekolah seperti biasa. Namun, di tahun 2023 anak berusia 9 tahun itu yang masih duduk di bangku SD mengalami penurunan kesehatan lagi.

“Sempat sehat, bisa sekolah, normal, ngaji, sehat semua. Lalu tiba-tiba drop lagi,” ujarnya.

Akhirnya, F harus kembali dirawat di RSUD dr Soetomo sejak Maret hingga September 2024. Selang lamanya berobat, kondisi  F semakin parah, dia terlihat sangat kurus tampak bentuk tulangnya ditutupi kulitnya yang mulai mengering.

“Ia keliatan pucet, mulut ada jamur. Sebelumnya kan sudah dirawat 2 minggu dan pulang dari opname dia gak bisa jalan.  Kemarin terakhir waktu opname 3 minggu katanya stadium akhir, lalu herpes di kaki, sekarang kayak cacar air. Di paha sudah kering,” ungkapnya.

“Sekarang berat badannya 12,4 Kg, opname pertama berat badannya 21 Kg. Opname terakhir divonis gizi buruk,” tambahnya.

Lebih lanjut Kanipah pun menceritakan bahwa F positif HIV karena tertular oleh ibu kandungnya yang telah meninggal karena penyakit yang sama.

Ia pun menjelaskan bahwa Ayah kandung F bernama Dhani dan ibu kandungnya sudah bercerai. Ibunya pun menikah lagi dengan pria lain. F yang tinggal bersama ibunya sempat merawat ibunya yang sakit sebelum meninggal dunia.

“Ketularan saat ngerawat mamanya. Waktu mamanya luka ada darah dan nanah, yang bersihin adik F, jadi tertular. Setelah ibunya meninggal 2021 ikut ayahnya disini,” ujarnya.

Lebih lanjut Kanipah bercerita, F yang mempunyai adik yang baru lahir dari Ayah sambung juga meninggal dunia setelah 20 hari dilahirkan oleh ibunya.

“Bayi 20 hari meninggal adiknya waktu ibunya itu nikah lagi. Mamanya meninggal karena HIV juga,” terangnya.

Kanipah tak tega melihat kondisi cucunya, terlebih lagi Ayahnya belum ada pekerjaan. Ia berharap cucunya kembali sembuh dan sehat kembali. Namun sayangnya, F telah menembus nafas terakhirnya, di RSUD dr Soetomo.

Baca Juga: Kasus HIV di Surabaya Meningkat, Pemkot Perluas Pelayanan

Editor : Ading
Berita Terbaru

Susur Sungai Ngotok di TBM, Destinasi Wisata Baru Kota Mojokerto

Dengan hadirnya susur Sungai Ngotok, Pemkot Mojokerto berharap TBM akan menjadi magnet wisata baru yang mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

Arif Fathoni: Perikanan Surabaya Siap Sokong Ketahanan Pangan Presiden Prabowo

Karena itu, Fathoni mendorong pemerintah hadir lewat pembangunan infrastruktur dasar dan fasilitas pascapanen.

Kota Mojokerto Dipercaya Jadi Pilot Project Digitalisasi Bansos Nasional

Melalui program ini, diharapkan model digitalisasi bansos yang diuji di beberapa daerah pilot project dapat direplikasi secara nasional.

Operasional Dermaga Jamrud Selatan Surabaya Kembali Normal Pasca Insiden Kapal Pacific 88

"Saat ini seluruh kegiatan operasional berjalan lancar dan terus dipantau secara intensif," kata Branch Manager Terminal Jamrud, Nilam Mirah Muh Junaedhy.

Balita 2 Tahun di Probolinggo Hilang Misterius

Balita itu bernama Muhammad Arsyad Arrazi, berusia 2 tahun, anak dari pasangan Abdul Manan dan Zuharo, warga Dusun Polai, Desa Sumendi.

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.