Selasa, 20 Okt 2026 20:42 WIB

Elektabilitas Risma-Gus Hans Diprediksi Naik dan Khofifah-Emil Turun, Begini Penjelasannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 19 Sep 2024 16:08 WIB
Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda AR
Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda AR

selalu.id - Elektabilitas Khofifah-Emil sebagai Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) di kontestasi Pilgub Jawa Timur 2024 menempati urutan tertinggi, yakni mencapai 57,3 persen.

Angka itu diperoleh dari rilis survei Pilgub Jawa Timur 2024 oleh Lembaga Survei Poltracking Indonesia. Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda AR mengatakan elektabitasi Risma-Gus Hans berada di urutan kedua dengan memperoleh angka hanya 22,7 persen. Disusul Luluk-Lukman berada di posisi terbawah dengan angka 2,2 persen.

“Tapi di saat yang sama penantang Risma-Gus Hans juga ada potensi untuk tumbuh di angka 22,7 persen dan yang ketiga Bu Luluk relatif sangat rendah, saya kira agak sulit untuk mengingmbangi dua kekuatan ini,” kata Hanta Yuda AR, saat konferensi pers daring, Kamis (18/9/2024).

Hanta mengatakan, perolehan suara masing-masing paslon pada 27 November nanti akan bergantung pada cara mereka meyakinan para undecided voters yang jumlahnya masih cukup besar.

Namun ia juga menilai bahwa elektabilitas Khofifah-Emil diprediksi akan cenderung turun karena mereka merupakan pasangan petahana. Suara keduanya tergantung dari approval rating atau tingkat kepuasan warga.

“Tinggal pada undecided ini akan kemana. Rumusnya dalam hukum elektoral, incumbent atau petahana relatif memang lebih bisa cendrung turun ketimbang naik, tapi apakah peluang Khofifah faktor incumbent ini bisa lebih besar menaikkan atau menurunkan, kita harus bisa melihat tingkat aprroval rating atau tingkat kepuasannya seperti apa,” kata Hanta.

“Begitu juga dengan penantang, apakah bisa meraup atau mengambil potensi yang belum menentukan pilihan sekaligus merebut potensi yang dimiliki petahana,” tambahnya.

Sementara itu dalam kategori perorangan bakal calon gubernur, elektabilitas Khofifah berada di posisi teratas sebesar 55,3 persen, disusul Risma dengan 22,8 dan Luluk 1,8 persen, sementara ada 20,1 persen belum menentukan pilihan yaitu tidak tahu dan tidak jawab.

Sementara elektibilitas para bakal calon wakil gubernur, Emil teratas dengan 51,7 persen, Gus Hans 9,9 persen, sementara Lukman 3,2 persen, kemudian pemilih yanh tidak tahu atau tidak menjawab mencapai 35,2 persen.

Survei Poltracking Indonesia dilakukan pada 4-10 September 2024 dengan metode multistage random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara tatap muka.

Survei ini dilakukan di 38 kabupaten/kota di seluruh Jatim. Total ada 1.200 responden, dengan tingkat margin of error di angka 2,9 persen dan tingkat kepercayaan di angka 95 persen.

Baca Juga: Latihan Baris Berbaris, Khofifah: Ini Simbol Kesatuan Pembangunan Nasional

Editor : Ading
Berita Terbaru

Guru SMK Hamil 8 Bulan Tewas Usai Tabrak Minibus di Mojokerto, Ini Namanya

Peristiwa tragis itu terjadi ketika korban sedang perjalanan hendak menuju tempatnya mengabdi sebagai pendidik di Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Gelar Razia Simpatik, Petugas Bagi-bagi Helm SNI Buat Pengendara Taat Pajak di Sidoarjo

Ke depan, operasi simpatik dan penagihan dari rumah ke rumah akan terus digencarkan secara bergiliran di sejumlah lokasi strategis di Kabupaten Sidoarjo.

Pemuda Bawa Truk Tronton Tabrak Tiang PJU di Balongbendo Sidoarjo

Atas kejadian ini, korban mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit. Sementara truknya yang terguling dievakuasi petugas.

Raker Pusat Studi UMSIDA: Buka Peluang Kolaborasi Global

Sebanyak 12 pusat studi dan satu Lembaga Pusat Unggulan (PUI) terlibat dalam pertemuan ini untuk menyusun program yang fokus pada luaran dan dampak nyata bagi m

Truk Boks Tabrak Trailer di Krembangan Surabaya, Begini Kondisi Korban

Saat ini, Unit Gakkum Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya masih melakukan penyelidikan untuk mencari penyebab kecelakaan tersebut.

Polda Jatim Gelar Donor Darah Sambut HUT ke-75 Humas Polri, 100 Kantong Terkumpul

Aksi kemanusiaan yang mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat, Menjaga Reputasi Polri” ini diikuti personel Polri, insan pers, hingga masyarakat umum.