Rabu, 22 Jul 2026 00:44 WIB

Kawal Bansos di Surabaya, Mensos Risma: Warga Tidak Tahu Ada Dua Bantuan Tunai

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 27 Des 2021 16:51 WIB
Mensos Risma saat di Surabaya
Mensos Risma saat di Surabaya

selalu.id - Mentri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini, berkunjung ke kantor Kecamatan Tambaksari, Surabaya, Senin (27/12/2021). Kunjungan tersebut bertujuan untuk membantu warga yang belum menerima bantuan sosial. Sebab masih ada yang belum menerima Kartu Keluarga Sejahterah (KKS).

"Pertama banyak yg belum terima kartu. Dia kesulitan terutama ngambil yang untuk kartu sembako atau BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai)," kata Risma di Kantor Kelurahan Tambaksari, Senin (27/12/2021) siang.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Risma juga mengatakan, warga seringkali tidak mengetahui sebetulnya kartu sembako atau BPNT itu dalam rangka PPKM, Pemerintah memberikan dua kali ekstra.

Risma memastikan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak bank agar pembagian kartu KKS bisa secepatnya didapatkan warga.

"Saya sudah komunikasi dengan direktur BNI pusat akan disiapkan kartu instan," jelasnya.

"Mereka (penerima) harus ke bank ambil kartu asli punya dia. Sementara ini kita keluarkan uang itu tapi dengan (menggunakan) kartu dari bank," imbuhnya.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

Di samping itu, sebenarnya warga bisa mendapatkan dua jenis bantuan, yakni BPNT dan PKH (Program Keluarga Harapan).

"Nah kadang itu tidak terambil, sehingga tadi saya cek itu ternyata bisa ambil. Nah kemudian, boleh dobel antara BPNT dan PKH. Kalau PKH dengan BST gaboleh, karna BST itu untuk saat pandemi," jelas Risma.

Jadi, lanjut Risma, artinya kalau warga yang menerima PKH juga boleh menerima BPNT. Seringkali masyarakat mengambil hanya PKH saja, namun BPNT tidak.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

"Padahal ada dua dua ekstra, dua bulan, 2×200 ribu bisa diambil," ungkapnya.

Sementara itu, Risma mengaku, seringkali birokrasi membuat bingung warga yang tidak terlalu familiar dengan hal tersebut. Mengatasi hal ini, Risma telah berkoordinasi dengan bank untuk membantu menyiapkan.

"Saya juga sudah kontak langsung dengan direktur BLT pusat, dan saya nanti bicara dengan kepala kantor cabang, insyallah permintaan saya dipenuhi dan mereka janji untuk diselesaikan," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.