Pemkab Sidoarjo Dorong Perbaikan Sekolah Terpencil dan Usulan Tunjangan Khusus Guru Pesisir
- Penulis : Ariyanto
- | Selasa, 21 Jul 2026 16:00 WIB
selalu.id - Ketimpangan layanan pendidikan di wilayah pesisir Kecamatan Jabon kembali menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.
Kondisi bangunan yang mengalami kerusakan di SD Negeri Kupang 3 dan SD Negeri Kupang 4 mendorong percepatan perbaikan sarana pendidikan sekaligus penyelesaian distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa di kawasan terpencil tersebut.
Baca Juga: MTQ ke-32 Kabupaten Sidoarjo Resmi Ditutup, Berikut Daftar Juaranya
Persoalan tersebut mengemuka saat Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana melakukan peninjauan langsung ke dua sekolah bersama Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Netty Lastiningsih, Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo, Dhamroni Chudlori, beserta jajaran.
Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan sejumlah ruang kelas membutuhkan rehabilitasi karena kondisinya dinilai sudah tidak layak dan kurang mendukung proses belajar mengajar secara optimal.
Meski berada jauh dari pusat kota dan memiliki jumlah siswa yang relatif sedikit, kedua sekolah tersebut tetap menjadi bagian dari prioritas pembangunan daerah.
Pemkab Sidoarjo menilai seluruh anak berhak memperoleh fasilitas pendidikan yang aman dan nyaman tanpa membedakan lokasi tempat tinggal mereka.
Di SDN Kupang 4, empat ruang kelas ditetapkan sebagai prioritas rehabilitasi. Bangunan sekolah yang berdiri sejak 1987 itu mengalami penurunan kondisi fisik sehingga memerlukan perbaikan menyeluruh.
Rencana rehabilitasi akan mempertimbangkan karakter lingkungan pesisir dengan penggunaan material yang lebih tahan terhadap korosi akibat kadar garam yang tinggi.
“Walaupun siswanya hanya dua belas orang, mereka tetap memiliki hak mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak. Sekolah di daerah terpencil seperti ini harus menjadi perhatian bersama,” kata Mimik, Selasa (21/7/2026).
Sementara itu, kerusakan di SDN Kupang 3 terlihat pada sejumlah bagian bangunan. Mulai dari atap yang bocor, dinding retak hingga sekat antar ruang kelas yang berlubang.
Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu kenyamanan dan keselamatan siswa selama mengikuti kegiatan belajar.
“Kondisi seperti ini tidak bisa dibiarkan. Kalau memang harus direhabilitasi total, segera direncanakan agar anak-anak bisa belajar dengan aman dan nyaman,” tegasnya.
Selain perbaikan bangunan, perhatian pemerintah juga tertuju pada pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik.
Hingga saat ini, siswa SDN Kupang 3, SDN Kupang 4 dan taman kanak-kanak di wilayah Kupang belum menerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis. K
Baca Juga: Diperas, Kehilangan Kerja dan Foto Syurnya Tersebar: Ibu di Sidoarjo Awalnya Hanya Pinjam Rp200 Ribu
Kendala tersebut terjadi karena pembangunan dapur pelayanan masih berlangsung, sementara lokasi distribusi dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berada cukup jauh.
Di balik keterbatasan fasilitas yang ada, proses pendidikan tetap berlangsung berkat dedikasi para guru yang setiap hari mengajar di wilayah pesisir.
Komitmen para tenaga pendidik tersebut mendapat apresiasi karena dinilai menjadi ujung tombak keberlangsungan pendidikan di daerah terpencil.
“Terima kasih atas pengabdian bapak dan ibu guru. Meskipun muridnya sedikit, tetap semangat mendidik mereka karena setiap anak berhak memperoleh pendidikan yang terbaik,” turur Mimik.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Netty Lastiningsih, menyatakan hasil peninjauan akan segera ditindaklanjuti melalui kajian teknis.
Menurutnya, desain rehabilitasi akan disesuaikan dengan kondisi kawasan pesisir agar bangunan memiliki daya tahan lebih lama dan penggunaan anggaran menjadi lebih efektif.
Selain itu, pihaknya memastikan Tunjangan Bantuan Pendidikan (TB) tahap I dan tahap II bagi siswa yang memenuhi syarat dapat direalisasikan pada tahun ini.
Baca Juga: Foto Syur Tersebar di Grup WA, Ibu Muda di Sidoarjo Cari Keadilan ke Polda Jatim
"Khusus untuk SDN 4 Kupang, pada tahun ini Pemerintah Kabupaten Sidoarjo telah menyiapkan anggaran rehabilitasi sekitar Rp247 juta sebagai bentuk komitmen kami dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan," jelas Mimik.
Dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan di wilayah terpencil juga disampaikan Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Dhamroni Chudlori.
Ia mendorong agar perbaikan sekolah-sekolah terpencil dilakukan secara menyeluruh serta diikuti dengan perhatian terhadap kesejahteraan guru yang bertugas di daerah dengan akses terbatas.
“Saya mendukung langkah Pemkab untuk melakukan perbaikan total sekolah terpencil sehingga bisa menjadi sarana belajar mengajar yang nyaman dan aman," kata Dhamroni.
"Saya juga meminta agar Pemkab memberikan tunjangan khusus kepada guru di sekolah terpencil, karena mereka mengajar dengan perjuangan yang lebih demi mencerdaskan muridnya sebagai generasi bangsa kedepan,” tambahnya.
Dhamroni pun mengusulkan pemberian insentif dan tunjangan transportasi bagi guru di sekolah terpencil untuk dibahas dalam APBD 2027.
"Dukungan tersebut penting sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian para tenaga pendidik yang bertugas di wilayah pesisir," jelasnya.
Editor : Zein Muhammad