Sabtu, 05 Sep 2026 06:37 WIB

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Bupati Jember Muhammad Fawait saat berkunjung ke Puskesmas Pakusari.(Foto: Nurul/selalu.id).
Bupati Jember Muhammad Fawait saat berkunjung ke Puskesmas Pakusari.(Foto: Nurul/selalu.id).

selalu.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus mematangkan persiapan menjelang peluncuran program Home Care yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 24 Juli 2026. 

Program layanan kesehatan berbasis kunjungan ke rumah tersebut mulai mendapat perhatian luas dari masyarakat, termasuk di media sosial.

Baca Juga: Tiga OPD Pemkab Jember Sabet Penghargaan Public Service of The Year 2026

Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan seluruh personel dan armada Home Care akan mengikuti apel kesiapan pada Kamis (23/7/2026), sehari sebelum program resmi diluncurkan.

"Insya Allah hari Kamis apel kendaraan dan apel personel terkait Home Care. Hari Jumat launching," kata Fawait, Selasa (21/7/2026).

Menurutnya, tahap awal pelaksanaan program dipastikan membutuhkan proses penyesuaian. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Jember membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan kritik dan saran demi penyempurnaan layanan.

Fawait mengakui masih ada berbagai tantangan teknis yang kemungkinan akan muncul saat program mulai dijalankan. Namun, hal tersebut dinilai sebagai bagian dari proses membangun sistem pelayanan kesehatan yang lebih baik.

"Di awal pelaksanaan tentu masih ada kekurangan, mungkin ada kebingungan atau kegagapan. Karena itu kami berharap masyarakat memberikan masukan agar layanan ini terus bisa diperbaiki," jelasnya.

Baca Juga: Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang mengalami keterbatasan mobilitas. 

Sasaran utama program ini meliputi masyarakat kurang mampu, penyandang disabilitas, hingga pasien yang memerlukan perawatan berkelanjutan di rumah.

Fawait menjelaskan, selama ini kendala yang dihadapi masyarakat tidak hanya terkait biaya pengobatan, tetapi juga ongkos transportasi dan kesulitan menuju puskesmas maupun rumah sakit.

"Semangat kami adalah menghadirkan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan. Bukan hanya memberikan layanan kesehatan gratis, tetapi juga mengurangi beban mereka yang selama ini kesulitan datang ke fasilitas kesehatan. Petugas yang akan mendatangi rumah pasien," paparnya.

Baca Juga: Pemkab Jember Fokuskan APBD 2026 untuk Kesehatan hingga Pendidikan 

Dalam pelaksanaannya, layanan Home Care akan didukung teknologi telemedicine. Petugas kesehatan yang melakukan kunjungan ke rumah dapat berkonsultasi secara langsung dengan dokter melalui sistem digital, sehingga pasien tetap memperoleh penanganan medis sesuai kebutuhannya tanpa harus datang ke rumah sakit.

Pemkab Jember berharap peluncuran Home Care menjadi langkah awal dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih cepat, mudah dijangkau, dan merata. 

Evaluasi akan terus dilakukan setelah program berjalan guna memastikan kualitas pelayanan semakin optimal sesuai kebutuhan masyarakat.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Tokoh masyarakat Surabaya, Saleh Mukadar, menilai penerapan aturan jam operasional secara seragam tanpa melihat jenis komoditas adalah langkah yang keliru.

1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Mensos Gus Ipul Mulai Sisir Data dan Siapkan Sanksi ASN

Langkah ini diambil memastikan transaksi tersebut benar-benar dilakukan oleh penerima manfaat atau akibat penyalahgunaan identitas dan rekening oleh pihak lain.

SMARTFREN Unlimited 5G, Pengalaman Digital dan Entertainment yang Semakin Dekat dengan Masyarakat

selalu.id - PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) terus memperluas jaringan 5G nasional XLSMART dengan meningkatkan kualitas dan kapasitas jaringan di

Pemkot Surabaya Matangkan RDTR 2026, Bebaskan Lahan Warga yang 'Terjebak' Proyek Mangkrak

Saat ini, Pemkot mematangkan tahap penjaringan masukan akhir dari para pemangku kepentingan.

Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Tak cuma soal izin, limbah darah hingga kotoran yang dibuang sembarangan ke saluran air dinilai membahayakan kesehatan warga.

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.