Kamis, 22 Okt 2026 01:37 WIB

Nenek di Mojokerto jadi Korban Perampasan, Kalung Emas 7 Gram Raib

Pelaku terekam CCTV saat merampas kalung emas milik nenek di Mojokerto. (Dok. Tangkapan layar).
Pelaku terekam CCTV saat merampas kalung emas milik nenek di Mojokerto. (Dok. Tangkapan layar).

selalu.id - Seorang nenek di Desa Candiharjo, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto menjadi korban perampasan.

Kalung emas seberat 7 gram yang dibawa korban pun raib. Kerugian diperkirakan mencapai Rp8 juta.

Baca Juga: Antisipasi Kekeringan, Pemkab Mojokerto Salurkan 84 Tangki Air Bersih ke Trawas dan Ngoro

Nenek itu diketahui bernama Paita (70). Saat kejadian korban sedang duduk berjemur sendirian di teras rumah. Tiba-tiba datang seorang pria mengendarai Honda Scoopy putih dan mengajaknya mengobrol.

Pelaku berpura-pura memberi makanan, kemudian langsung merampas kalung emas yang dipakai korban. 

Perampasan yang terjadi pada Selasa (21/7/2026) sekitar pukul 06.57 WIB, itu sempat terekam kamera CCTV dan videonya kini viral di media sosial.

Muhammad Lasianto, anak korban, menyebut pelaku sengaja bersikap ramah supaya ibunya tidak curiga. Pelaku bahkan sempat memberikan sebungkus makanan getuk kepada Paita sebelum beraksi.

"Pelakunya dari timur naik Scoopy warna putih. Tanya-tanya terus ngasih makanan ke orang tua saya," kata Lasianto kepada wartawan.

Di saat korban lengah, pelaku langsung menarik kalung emas yang melingkar di leher Paita kemudian kabur.

Baca Juga: 21 Anggota Geng Motor Pengeroyok Pengunjung Angkringan di Mojokerto Diringkus

"Langsung ditarik kalungnya ibu saya, terus pelaku melarikan diri," jelas pria 36 tahun tersebut.

Saat dirampas itu, korban spontan berteriak minta tolong sambil menangis.

"Kalau beratnya sekitar 7 gram. Kerugian sekitar Rp8 jutaan," sebut Lasianto.

Sementara berdasarkan dari rekaman CCTV dan keterangan saksi, pelaku diketahui beraksi seorang diri. Ciri-cirinya memakai jaket hoodie putih dan mengendarai motor Honda Scoopy putih.

Baca Juga: Doa Kebangsaan di Mojokerto, Ning Ita dan Kapolres Kompak Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran

"Ciri-ciri pelaku sendirian bawa motor Scoopy putih pakai jaket hoodie warna putih," katanya.

Setelah melancarkan aksinya, pelaku melarikan diri ke arah barat melalui jembatan menuju wilayah Kabupaten Sidoarjo.

Meski videonya sudah menyebar luas, keluarga korban hingga kini belum melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

"Belum dilaporkan ke polisi, cuma diviralkan saja," tandas Lasianto.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Bentengi Siswa dari Bullying dan Narkoba

Irjen Dekananto memastikan Polisi Jogo Sekolah tidak akan berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka, melainkan memberi manfaat nyata bagi pendidikan di Jatim.

DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

Langkah ini didorong pengalaman pembahasan Peraturan Daerah (Perda) tentang Hunian Layak yang menuai protes setelah aturan tersebut disahkan.

Sindikat Pengoplos LPG Subsidi Digulung Polres Pasuruan, 8 Orang Diamankan

Nilai penjualan ditaksir mencapai Rp300 juta dengan proyeksi keuntungan pihak B-P hingga Rp1 miliar, yang kini masih terus didalami penyidik.

Pemkab Sidoarjo Jemput Bola Layanan Usaha, Minta Perusahaan Rekrut 80% Pekerja Lokal

Pemkab Sidoarjo meminta dunia usaha memberikan prioritas kepada warga ber-KTP Sidoarjo dalam perekrutan tenaga kerja melalui layanan one desk stop service.

DPRD dan Pemprov Jatim Ancam Sanksi Sekolah Penahan Ijazah: Jangan Hambat Masa Depan Siswa!

Praktik tersebut dinilai sangat merugikan dan menghambat masa depan siswa untuk melanjutkan studi maupun melangkah ke dunia kerja.

Polda Jatim dan Stakeholder Targetkan Jawa Timur Bebas ODOL pada 2027

Polda Jatim juga menyoroti bahwa simpul utama praktik ODOL berakar pada komitmen bisnis antara pemilik barang (shipper) dan pengusaha angkutan (transporter).