RSUD dr. Soetomo Kembali Tangani Kasus Kembar Siam Asal Tulungagung
- Penulis : Dony Maulana
- | Selasa, 20 Agu 2024 14:27 WIB
selalu.id - RSUD dr. Soetomo kembali menangani kasus Kembar Siam dari Tulungagung. Prof Dr Cita Rosita Sigit Prakowa selaku Direktur RSUD dr. Soetomo mengatakan, bahwa alur penanganan kembar siam ini, yang pertama yakni rujukan antenatal yaitu USG fetomaternal di putuskan Survive atau non Survive.
"Bila survive, kehamilan dilanjutkan sampai dengan lahir, bila non survive dilakukan dengan terminasi antenatal," kata Direktur yang akrab disapa Prof Cita ini kepada selalu.id saat dijumpai di Ruang Abiyoso RSUD dr. Soetomo Surabaya, Selasa (20/8/2024).
Kedua, lanjut Prof Cita menjelaskan, yaitu bayi kembar siam lahir di luar RSUD dr Soetomo tim akan melakukan diagnosis di RS asal untuk diputuskan non survive/survive/separatable/non separatable. Bila non survive dilakukan perawatan di RS asal, bila Survive dan Sparatable dilakukan perawatan di RS asal dan akan dilakukan operasi pemisahan sesuai dengan jenis kembar siam saat usia tertentu.
"dan yang terakhir, operasi pemisahan kembar siam dapat dilakukan di RS asal dengan fasilitas lengkap dan didampingi tim dari RSUD dr Soetomo," tandasnya.
Saat ini, sudah ada 125 kasus kembar siam yang saat ini ditangani di RSUD dr. Soetomo. Kasus kali ini adalah kasus kembar siam 'Pygopagus' asal Tulungagung yang telah dilakukan operasi separasi cito di RSUD de. Soetomo karena penurunan kondisi pada salah satu bayi kembar siam tersebut.
Untuk diketahui, kasus Tulungagung ini merupakan kasus ke-124 yang ditangani, dan kasus lain yangvmasih menunggu operasi adalah kembar siam asal Caruban, Jawa Timur yang notabenenya kasus ke-125.
Sementara, dr. Wurry Ayuningtyas, Sp.A selaku koordinator Tim Bedah Kembar Siam Terpadu RSUD dr. Soetomo mengatakan, dari awal pada umumnya kalau misalnya ada kasus kembar siam ini pada umumnya tidak cuman kembar siam. Dikatakannya, saat ini setiap kali ada kasus yang diketahui kembar siam, semisal belum lahir bisa dikonsultasikan terlebih dahulu ke RSUD dr. Soetomo.
"Kalau dia misalnya sebelum lahir sudah dikonsultasikan ke sini, itu bisa dikonsultasikan mulai dari awal. Jadi mulai dari poli hamil konsultasi untuk kasus yang ini (kembar siam). Karena diketahuinya pada saat setelah lahir banyak sudah lahir duluan," ungkap Wurry.
Sekadar informasi, kembar siam atas nama Arsello dan Arsenio lahir di RS Bhayangkara Tulungagung pada tanggal 17 April tahun 2024, kemudian di rujuk ke RSUD dr. Iskak Tulungagung sehingga setelah itu tim dari RSUD dr. Iskak Tulungagung konsultasi ke tim kembar siam RSUD dr. Soetomo Surabaya.
Menurut Wurry, kedua bayi kembar siam tersebut, saat sampai di RSUD dr. Soetomo dengan kondisi kritis. Meski operasi pemisahan berjalan lancar, namun Tuhan berkehendak lain kepada salah satu bayi bermama Arsenio yang nyawanya tidak tertolong lagi.
Kendati demikian, saudara kembar dari Arsenio yang bernama Arsello hingga kini masih berada di ruang ICU di Gedung Bedah Pusat Terpadu (GBPT) RSUD dr. Soetomo Surabaya untuk menjalani perawatan secara intensif.
"Jadi pada saat datang pasien ini, waktu dikonsultasikan ke kita di usia 3 bulan kan sebenarnya mulai dari lahir ya sudah dikonsultasikan ke kita. Tapi kita follow up karena biasanya pemisahan seperti ini kalau kondisinya stabil kita pasti akan menunggu dengan berat badan yang cukup dan usia yang cukup pada saat itu follow up usia 3 hingga 3 bulan setengah," papar Wurry.
Baca Juga: Potret Keluarga Pasien Tidur di Pelataran RSUD Soewandhie Jadi Sorotan Dewan
Editor : AdingURL : https://selalu.id/news-7850-rsud-dr-soetomo-kembali-tangani-kasus-kembar-siam-asal-tulungagung
