Kamis, 04 Jun 2026 10:50 WIB

Underpass Dibangun 2025, Warga Taman Pelangi Diminta Pindah Tahun Ini

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 08 Agu 2024 13:56 WIB
Kampung Bundaran  Dolog
Kampung Bundaran Dolog

selalu.id - Pemkot Surabaya menyebut perkiraan anggaran proyek nasional underpass Bundaran Dolog atau kawasan Taman Pelangi mencapai Rp200 Miliar. Proyek tersebut akan segera dibangun mulai 2025.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya Syamsul Hariadi menyebut bahwa pihaknya telah menyampaikan rencana pembangunan tersebut pemerintah pusat dan kini masih menunggu kepastiannya.

"Kita buatkan surat ke pusat agar bisa dikerjakan tahun 2025," kata Syamsul, kepada selalu.id, Kamis (8/8/2024).

Syamsul membeberkan angaran sekitar Rp 200 miliar lebih untuk proyek tersebut berbeda dengan anggaran pembebasan lahan yang menggunakan dana APBD.

"Dari pusat belum ada angkanya. Rp 220 M itu perkiraan biayanya dari pemkot," jelasnya.

Sementara Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Surabaya Irvan Wahyudrajat mengatakan, sebanyak 29 persil kawasan kampung taman pelangi, terdapat 22 rumah yang dihuni oleh puluhan kepala keluarga.

Puluhan persil, kata dia, Pemkot Surabaya ditargetkan dilakukan pembebasan tahun ini, namun ada sejumlah kendala yang dihadapi Pemkot Surabaya.

Karena itu untuk membebaskan 22 rumah di Jalan Jemur Gayungan I, RT 01, RW 03. Ia menyebut  Pemkot Surabaya telah mengalokasikan anggaran Rp 80 miliar.  Biaya pembebasan lahan itu dialokasikan dari APBD Surabaya Tahun Anggaran 2024.

"Untuk APBD (2024) kami selesaikan tahun ini untuk pembebasan 22 rumah. Kemudian untuk supporting atau penunjang kami kerjakan dulu melalui APBD, termasuk ruang terbuka hijau, sambil menunggu dari pemerintah pusat," ujarnya.

Kabid Pengadaan Tanah dan Penyelenggaraan Prasarana Sarana Utilitas DPRKPP Surabaya Farhan Sanjaya  juga menyebut, untuk perluasan Taman Pelangi dan penunjang fasilitas underpass, dari hasil identifikasi terdalat sekitar 29 persil yang akan dibebaskan.

"Sampai hari ini kami sudah melakukan pembebasan kurang lebih 10 persil," kata Farhan.

Ia menjelaskan, pekan depan akan proses pembebasan lagi. Karena masih ada kendala dalam tahapan pengerjaan underpas Taman Pelangi ini.

"Karena banyak permasalahan warga gugatan kepemilikan, masalah waris dan ada terkasit masalah aset. Insyaallah ke depan ada dua atau tiga lagi yang kami bebaskan bulan depan," jelasnya.

Target pembebasan lahan semua persil untuk pembangunan underpas Taman Pelangi tahun ini. Namun, pihaknya juga harus teliti dan memverifikasi.

"Karena ada yang masalah jadi harus hati-hati untuk verifikasi mana-mana dulu yang clear and clean kami dahulukan," ujarnya.

Pengosokan rumah, lanjutnya, yang telah diberikan uang ganti rugi telah dilakan sejak awal Juni lalu. Rencananya, tanggal 6 Oktober mendatang akan ada stu persil lagi yang dibebaskan.

Sebelum mengosongkan rumah, warga diberi waktu untuk berbenah terlebih dahulu. Kemudian menyerahkan kunci kepada Pemkot Surabaya.

"Kalau di kami untuk pengosongan setelah uang ganti rugi kami berikan kepada milik persil sekitar dua bulan pengosohan serah terima kunci," pungkasnya.

Baca Juga: Wali Kota Eri Sebut Proyek Flyover Taman Pelangi Jadi Kunci Atasi Banjir Surabaya Selatan

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.