Senin, 02 Feb 2026 01:40 WIB

Underpass Dibangun 2025, Warga Taman Pelangi Diminta Pindah Tahun Ini

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 08 Agu 2024 13:56 WIB
Kampung Bundaran  Dolog
Kampung Bundaran Dolog

selalu.id - Pemkot Surabaya menyebut perkiraan anggaran proyek nasional underpass Bundaran Dolog atau kawasan Taman Pelangi mencapai Rp200 Miliar. Proyek tersebut akan segera dibangun mulai 2025.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya Syamsul Hariadi menyebut bahwa pihaknya telah menyampaikan rencana pembangunan tersebut pemerintah pusat dan kini masih menunggu kepastiannya.

"Kita buatkan surat ke pusat agar bisa dikerjakan tahun 2025," kata Syamsul, kepada selalu.id, Kamis (8/8/2024).

Syamsul membeberkan angaran sekitar Rp 200 miliar lebih untuk proyek tersebut berbeda dengan anggaran pembebasan lahan yang menggunakan dana APBD.

"Dari pusat belum ada angkanya. Rp 220 M itu perkiraan biayanya dari pemkot," jelasnya.

Sementara Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Surabaya Irvan Wahyudrajat mengatakan, sebanyak 29 persil kawasan kampung taman pelangi, terdapat 22 rumah yang dihuni oleh puluhan kepala keluarga.

Puluhan persil, kata dia, Pemkot Surabaya ditargetkan dilakukan pembebasan tahun ini, namun ada sejumlah kendala yang dihadapi Pemkot Surabaya.

Karena itu untuk membebaskan 22 rumah di Jalan Jemur Gayungan I, RT 01, RW 03. Ia menyebut  Pemkot Surabaya telah mengalokasikan anggaran Rp 80 miliar.  Biaya pembebasan lahan itu dialokasikan dari APBD Surabaya Tahun Anggaran 2024.

"Untuk APBD (2024) kami selesaikan tahun ini untuk pembebasan 22 rumah. Kemudian untuk supporting atau penunjang kami kerjakan dulu melalui APBD, termasuk ruang terbuka hijau, sambil menunggu dari pemerintah pusat," ujarnya.

Kabid Pengadaan Tanah dan Penyelenggaraan Prasarana Sarana Utilitas DPRKPP Surabaya Farhan Sanjaya  juga menyebut, untuk perluasan Taman Pelangi dan penunjang fasilitas underpass, dari hasil identifikasi terdalat sekitar 29 persil yang akan dibebaskan.

"Sampai hari ini kami sudah melakukan pembebasan kurang lebih 10 persil," kata Farhan.

Ia menjelaskan, pekan depan akan proses pembebasan lagi. Karena masih ada kendala dalam tahapan pengerjaan underpas Taman Pelangi ini.

"Karena banyak permasalahan warga gugatan kepemilikan, masalah waris dan ada terkasit masalah aset. Insyaallah ke depan ada dua atau tiga lagi yang kami bebaskan bulan depan," jelasnya.

Target pembebasan lahan semua persil untuk pembangunan underpas Taman Pelangi tahun ini. Namun, pihaknya juga harus teliti dan memverifikasi.

"Karena ada yang masalah jadi harus hati-hati untuk verifikasi mana-mana dulu yang clear and clean kami dahulukan," ujarnya.

Pengosokan rumah, lanjutnya, yang telah diberikan uang ganti rugi telah dilakan sejak awal Juni lalu. Rencananya, tanggal 6 Oktober mendatang akan ada stu persil lagi yang dibebaskan.

Sebelum mengosongkan rumah, warga diberi waktu untuk berbenah terlebih dahulu. Kemudian menyerahkan kunci kepada Pemkot Surabaya.

"Kalau di kami untuk pengosongan setelah uang ganti rugi kami berikan kepada milik persil sekitar dua bulan pengosohan serah terima kunci," pungkasnya.

Baca Juga: Wali Kota Eri Sebut Proyek Flyover Taman Pelangi Jadi Kunci Atasi Banjir Surabaya Selatan

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.