Reklamasi Pesisir Surabaya Timur Tuai Kritik Kelompok Pencinta Lingkungan
- Penulis : Ade Resty
- | Rabu, 24 Jul 2024 14:47 WIB
selalu.id - DPRD Surabaya menyoroti rencana Proyek Strategis Nasional (PSN) Reklamasi Surabaya Waterfront Land seluas 1.084 hektar senilai 72 triliun rupiah ini mendapat keluhan dari para pencinta lingkungan dan pengusaha kapal, serta warga pesisir yang khawatir akan dampak negatifnya.
"Komisi C baru mendapat keluhan dari kelompok-kelompok pencinta lingkungan, mereka dari Persatuan pengusaha kapal yang besi tadi itu, kapal Tongkang terus kapal kayu dan juga warga pesisir sana itu menyampaikan hal yang seperti itu," ujar Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Baktiono.
Kritik utama adalah kurangnya koordinasi pemerintah pusat sebelum menetapkan proyek ini sebagai PSN. DPRD Surabaya mempertanyakan apakah proyek ini akan menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.
"Sebelum menetapkan PSN seharusnya pemerintah pusat itu koordinasi dahulu. Apakah nanti akan menimbulkan dampak yang negatif," tegasny.
Dia juga menyoroti urgensi pembangunan pulau baru. Mengingat banyak pulau di Indonesia yang belum dimanfaatkan secara optimal.
"Kenapa Pulau kita ini banyak? Kok masih pengen bangun Pulau Wong belum dimanfaatkan aja banyak. Harusnya seperti itulah cara berpikirnya itu," tambahnya.
Kekhawatiran lain adalah dampak proyek ini terhadap Jalur Luar Lingkar Timur (JLLT). DPRD Surabaya berharap proyek ini tidak mengganggu tatanan yang sudah ada dan bahkan bisa meningkatkan kualitas infrastruktur kota.
"Ya jelas berpengaruh dong jangan merubah tatanan yang sudah bagus ya kan harusnya ini tambah diperbaiki diperbaiki diperbaiki tambah bagus," tegasnya.
DPRD Surabaya awalnya berharap PSN ini akan membangun jalan tol di tepi laut atau pantai Surabaya, menciptakan waterfront city yang menarik seperti di luar negeri.
"Pemikiran kami waktu itu PSN tadi akan membangun jalan tol di tepi laut atau pantai Surabaya jadi waterfront city-nya itu nanti kelihatan seperti di luar negeri," kata dia.
"Ada jogging track-nya di tepi pantai tadi jalannya tadi di situ pikirnya awalnya untuk seperti itu ya," pungkasnya.
Diketahui, Kawasan pesisir Surabaya Waterfront Land (SWL) masuk dalam salah satu dari 14 Proyek Strategi Nasional (PSN).
PSN sendiri masuk Rancangan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian tentang Perubahan Kelima Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 7 Tahun 2021 tentang Perubahan Daftar Proyek Strategis Nasional.
Ada Empat PSN di Surabaya, yakni pembangunanfly over dari dan menuju Terminal Teluk Lamong. Double Track Jawa Selatan. SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) Umbulan, dan Kawasan Pesisir Terpadu Surabaya Waterfront Land (SWL).
Baca Juga: Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin
Editor : Ading