Sabtu, 06 Jun 2026 18:33 WIB

KK Diblokir, Warga Surabaya Ngamuk ke Kadis Dispendukcapil

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 02 Jul 2024 14:53 WIB
Indra protes langsung ke Kepala Dispendukcapil Surabaya, Eddy Christijanto.
Indra protes langsung ke Kepala Dispendukcapil Surabaya, Eddy Christijanto.

selalu.id - Salah satu warga Kebraon, Surabaya, Indra Wahyudi, mengamuk karena Kartu Keluarganya (KK) diblokir oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya.

Indra pun protes langsung ke Kepala Dispendukcapil Surabaya, Eddy Christijanto. Ia membeberkan bahwa dirinya termasuk dalam daftar blokir Kartu Keluarga (KK) yang dipublikasikan Dispendukcapil, meskipun ia lahir dan besar di Surabaya tanpa pernah pindah domisili.

"Saya sudah ngomong ke lurah, saya tidak akan mau menuliskan satu tetes pun tinta saya memohon di rumah saya sendiri," ujar Indra dengan nada tinggi di depan Komisi A DPRD Surabaya, Senin (1/7/2024).

Dia juga mempertanyakan proses verifikasi dan pencocokan data hingga dia dinyatakan tidak sesuai domisili dan masuk daftar blokir. Indra menegaskan bahwa ia tidak akan mengajukan permohonan apapun terkait hal ini.

"Sopo sing nyoklit (pencocokan data) lek setan pak sing nyoklit aku gak iso ketemu wonge. Tapi kan menungso (manusia). Apakah dia melakukan konfirmasi? Tidak," tegas Indra.

"Saya minta pertanggung jawaban dan saya tidak akan satu tetes tinta pun meletakkan permohonan," tambah dia.

Sementara itu, Kepala Dispendukcapil Surabaya, Eddy Christijanto, menjelaskan bahwa pihaknya belum melakukan pemblokiran atau penonaktifan data sama sekali.

Kewenangan pemblokiran KK hanya ada di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Eddy menjelaskan bahwa daftar blokir yang dipublikasikan Dispendukcapil Surabaya diperoleh berdasarkan data dari aplikasi cek in yang diverifikasi oleh kelurahan. Dispendukcapil tidak memiliki akses untuk membuka aplikasi tersebut.

"Data itu belum diblokir. Jadi kalau data itu saya kirim ke Kemendagri, terus datanya dinonaktifkan warga yang 97 ribu itu kan yang terdampak," jelas Eddy.

Ia menambahkan bahwa tujuan publikasi daftar tersebut adalah untuk mendapatkan klarifikasi langsung dari warga terkait data yang tidak sesuai.

Baca Juga: Cegah Praktik Nakal, Pemkot Surabaya Perketat Verifikasi Domisili Jelang SPMB

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sebulan Buron, Tersangka Penembakan di Tretes Akhirnya Dibekuk Polres Pasuruan

Peristiwa bermula saat korban, mendatangi tersangka untuk meminta uang ganti rugi sebesar Rp500 ribu, karena pelayanan yang menecewakan tamu korban.

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Jatim Gelar Bromo KOM XII

Sejak pertama kali digelar pada 2014, Mapolda Jatim tercatat sudah 10 kali menjadi titik start event yang selalu diikuti ribuan cyclist.

Krisis Kepala Sekolah di Sidoarjo Mulai Terurai, Namun Puluhan SD Masih Dipimpin Plt

Masih terdapat 61 SD negeri yang untuk sementara dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt) sambil menunggu proses rekrutmen berikutnya.

Info Kepulangan Haji Terkini: 8 Wafat, 3 Masih Dirawat di Arab Saudi

Masih terdapat tiga jamaah yang belum bisa dikembalikan ke Tanah Air karena kondisi kesehatan yang memerlukan perawatan lanjutan di rumah sakit Arab Saudi.

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.