Senin, 15 Jul 2024 02:51 WIB

Penyakit Bahu Beku, Begini Penjelasan Dokter Ortopedi Asal Malaysia

  • Reporter : Ade Resty
  • | Senin, 01 Jul 2024 16:47 WIB
Dokter atau Pakar Ortopedi asal ALTY Orthopaedic Hospital, Kuala Lumpur, Malaysia, Prof. Dr Ruslan Nazaruddin Simanjuntak

Dokter atau Pakar Ortopedi asal ALTY Orthopaedic Hospital, Kuala Lumpur, Malaysia, Prof. Dr Ruslan Nazaruddin Simanjuntak

selalu.id - Dokter atau Pakar Ortopedi asal ALTY Orthopaedic Hospital, Kuala Lumpur, Malaysia, Prof. Dr Ruslan Nazaruddin Simanjuntak menyebut penyakit bahu beku atau capsulitis perekat merupakan kekakuan dan nyeri pada sendi baru.

Prof Ruslan mengatakan ini bahwa penyakit ini terlihat tanda atau gejala yang biasanya dimulai secara perlahan. Kemudian, menjadi lebih buruk.

Seiring waktu, gejalanya membaik, biasanya dalam 1 hingga 3 tahun. Biasanya, penyakit ini terkena dengan orang yang sudah berumur puluhan ketas sekisar umut 50-60 tahun.

“Kalau hal utamanya bisanya sakit. Dia gak bisa bergerak. Itu permulaannya bisa bergerak dulu, nanti kelama-lamaan satu dua bulan itu dia kaku. Kaku gak bisa begini begini (angkat bahu),” kata Prof Ruslan, kepada selalu.id, saat ditemui di Hotel Sheraton For Points, Surabaya, Senin (7/6/2024).

Ia menyebut kalau penyakit ini biasanya disebabkan oleh orang yang mempunyai penyakit diabetes ataupun yang lain bisa menyebabkan kaku.

“Biasanya, orang jatuh dia nahan, tangannya reflek, atau mereka angkat berat, atau mereka belanja berat. Atau naik mobil terus kita mau ambil ke belakang sesuatu, contohnya gitu,” ujarnya.

“Keluhan hal utama sakit pergerakan sendinya itu, Kalau rasakan sakitnya itu bukan besok, lusa, seminggu, mungkin sebulan atau dua bulan kemudian. Kalau udah kaku baru mereka berjumpa ke dokter, Atau kalau sakit sakit biasanya mereka pergi ke tukang pijet. Itu tambah rusak sebenarnya,”tambahnya.

Untuk gejalanya, kata dia,  Frozen shoulder biasanya berkembang perlahan dalam tiga tahap. Yakni, Tahap pembekuan. Setiap gerakan bahu menyebabkan nyeri, dan kemampuan bahu untuk bergerak menjadi terbatas.

“Tahap ini berlangsung dari 2 hingga 9 bulan.
Tahap beku. Rasa sakit mungkin berkurang pada tahap ini. Namun bahunya menjadi kaku, Menggunakannya menjadi lebih sulit,” jelasnya.

Tahap ini, lanjutnya, berlangsung dari 4 hingga 12 bulan. Kemudian, tahap pencairan, kemampuan  bahu untuk bergerak mulai membaik.

“Tahap ini berlangsung dari 5 hingga 24 bulan.
Bagi sebagian orang, rasa sakitnya memburuk di malam hari, terkadang mengganggu tidur,” lanjutnya.

Lebih lanjut ia juga menjelaskan kalau yang terkena diabetes lebih rawan terkena. Terlebih lagi, pola makannga yang tak teratur. Sehingga, bisa menjalar ke kaki, bahu, ataupun lutut.

“Ngatur pola makan paling penting untuk diabetes satu penyakit ini meruapak. ibu segala penyakit. Apa saja, otak sampai ke kaki bisa sakit. Otak bisa struk, kaki bisa sakit jari jari bisa hitam.  Apalagi kalau diabetes mereka merokok, gula darahnya sudah jantung kaki paha bisa semua,” ungkapnya.

Kemudian, bahu beku ini juga banyak yang dialami oleh perempuan. Karena aktivitasnya yang banyak ketimbang laki-laki

“Kalau perempua biasanya banyak gendong anak, gendong tas, dan lain-lain. Laki laki biasanya llambat presentasi ke saya. Jadi kaku, sampai kesana 3 bulan. Kalau perempuan cepat. Laki laki klau kaku sekali tulang bisa patah,” terangnya.

Ia menambahkan, untuk solusi dari penyakit ini harus menjaga bahu tetap diam dalam waktu lama meningkatkan risiko terjadinya bahu beku. Ini mungkin terjadi setelah menjalani operasi atau patah lengan.
 
Perawatan untuk bahu beku melibatkan latihan rentang gerak. Terkadang pengobatan melibatkan kortikosteroid dan obat mati rasa yang disuntikkan ke dalam sendi.

“Meski jarang, pembedahan arthroscopic diperlukan untuk melonggarkan kapsul sendi agar bisa bergerak lebih leluasa,” pungkasnya.

Editor : Ading