Selasa, 03 Feb 2026 23:23 WIB

Berdayakan UMKM, Terminal Teluk Lamong Raih BISRA 2024

Foto: PT. Terminal Teluk Lamong
Foto: PT. Terminal Teluk Lamong

selalu.id - PT Terminal Teluk Lamong (TTL) anak perusahaan PT Pelindo Terminal Petikemas meraih penghargaan Bisnis Indonesia Corporate Social Responsibility Awards (BISRA) 2024 yang berlangsung di Hotel Raffles Jakarta, Ciputra World, Karet Kuningan beberapa hari lalu.

"Terminal Teluk Lamong meraih penghargaan di kategori 'Gold' pada program unggulan yaitu Program UMKM Kantin (Pemberdayaan UMK)," ungkap David Siagian Dirut Terminal Teluk Lamong, Minggu (30/6/2024).

Baca Juga: Wali Kota Eri Resmikan Flyover Teluk Lamong, Atasi Macet dan Arus Logistik di Surabaya

Anugerah BISRA 2024 yang mengusung tema “Paving The Way To Sustainable Business: Innovation In CSR” dihadiri langsung oleh Deputi Bidang Ekonomi, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia, Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, anugerah ini bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada perusahaan yang berkomitmen kuat dalam penyelenggaraan CSR.

"Ini merupakan upaya bersama-sama mencapai agenda pembangunan berkelanjutan 2030 sekaligus untuk menjalankan Indonesia Emas 2045," tandasnya.

Seperti diketahui, rangkaian tahap seleksi tersebut dilakukan sejak 12 Februari hingga 1 Maret 2024 diikuti sebanyak 46 perusahaan yang penjuriannya dilakukan langsung oleh Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Bappenas Vivi Yulaswati.

Sementara itu, Presiden Komisaris Bisnis Indonesia, Hariyadi Budi Santoso Sukamdani mengatakan, penyelenggaraan BISRA dirancang untuk menjadi acuan pelaksanaan program CSR terbaik.

Baca Juga: Fly Over Terminal Teluk Lamong Segera Beroperasi dalam Waktu Dekat

"Model penyelenggaraan BISRA didesain sedemikian rupa sehingga dapat menjadi barometer kualitas atas pelaksanaan program-program CSR, sekaligus tolok ukur tentang sejauh mana dan seberapa luas manfaatnya bagi masyarakat dan kehidupan," ujar Hariyadi.

Program CSR yang diusung TTL kali ini adalah pemberdayaan UMKM melalui program UMKM Kantin, dimana UMKM binaan di sekitar perusahaan menyediakan makanan dan minuman untuk pegawai.

TTL menyadari program CSR bukan sekadar sebagai penggugur kewajiban perusahaan dalam menjalankan bisnisnya melainkan, implementasi program yang baik juga dipercaya mampu membawa dampak positif bagi perusahaan.

Baca Juga: Kementerian BUMN Integrasikan Penyedia Logistik BUMN di PIER dan Teluk Lamong

Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong David Pandapotan Sirait usai menerima penghargaan tersebut mengatakan, Program UMKM ini merupakan komitmen Terminal Teluk Lamong melaksanakan pengembangan dan peningkatan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan.

"Penghargaan ini juga merupakan bentuk apresiasi atas pencapaian program UMKM Kantin Terminal Teluk Lamong yang sudah berjalan sejak Tahun 2023 dan terbukti memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat," tandasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.