Minggu, 20 Sep 2026 23:33 WIB

Dorong Pertumbuhan Komoditas Kopi, BI Gelar Java Coffee Culture 2024

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 28 Jun 2024 13:23 WIB
Java Coffee Culture (JCC)
Java Coffee Culture (JCC)

selalu.id - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur (KPw BI Jatim) kembali menggelar Java Coffee Culture (JCC). JCC tahun ini adalah penyelenggaraan untuk yang keempat kalinya

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Bandoe Widiarto berharap JCC dapat meningkatkan daya saing ekspor kopi, khususnya dari Jawa Timur.

"Bank Indonesia Jatim terlibat dalam tiga pilar sebagai upaya mendorong pertumbuhan komoditas kopi," kata Bandoe saat acara Bincang Bareng Media di Kantor KPw BI Jatim, Kamis (27/6/2024).

Yang pertama yaitu Pilar korporatisasi agar produsen kopi memiliki badan hukum. Pilar kedua adalah peningkatan kapasitas (technical assistant) dan pilar ketiga adalah pembiayaan berupa mediasi antara produsen dan lembaga pembiayaan (business matching).

Bandoe memastikan Bank Indonesia Jatim akan mendorong secara teknis agar lembaga pembiayaan dapat mendukung para produsen kopi di Jatim. Kemudian juga inovasi dari segi pemasaran secara digital.

Sementara dalam business matching sebagai roh dari JCC akan mempertemukan agregator dan potensial buyer. "Target kami Rp16 milliar transaksi dalam JCC tahun ini," ungkapnya.

Senada dengan Bandoe, Deputi Direktur Bank Indonesia Jatim, Iqbal Reza Nugraha menambahkan, target transaksi JCC tahun ini tidak berbeda dari 2023 lalu. Namun, realisasi transaksi di 2023 sudah melampaui target.

Dari business matching transaksinya mencapai Rp25,63 Miliar dari 70 buyer. Kemudian transaksi showcase sebesar Rp1,33 Miliar.

"Jadi tahun ini kami optimistis pasti lebih dari Rp16 Miliar karena kami memperluas kerjasama untuk business matching dengan menggandeng KPw luar negeri untuk mendatangkan potential buyer dari luar negeri," ujar Iqbal.

BI Jatim juga menggandeng komunitas dan asosiasi pengusaha. Selain itu juga menambah jumlah UMKM yang terlibat. Jika di tahun lalu ada 42 UMKM, maka tahun ini sebanyak 45 UMKM ikut serta.

Seperti diketahui, JCC tahun keempat ini mengusung tema "Sinergi dalam Secangkir Kopi, Mengupas Potensi Ekonomi dan Harmoni Bangsa". Menariknya kegiatan ini akan berlangsung dari sepanjang Jalan Tunjungan hingga Kawasan Kota Lama.

Puncak acara berlangsung pada 7 Juli di Jalan Tunjungan Surabaya. JCC juga akan disemarakkan dengan rangkaian acara Festival Peneleh. Ada banyak kegiatan di Festival Peneleh.

Salah satunya lomba penerapan Sapta Pesona. Kegiatan ini mengajak warga untuk berkreasi melakukan pembenahan kampung. "Pesertanya adalah masyarakat di kampung setempat," ungkapnya.

Selanjutnya adalah Peneleh Heritage Track, yaitu tour untuk melihat destinasi wisata di Kawasan Peneleh menggandeng travel agent.

"Peserta bisa melihat tempat bersejarah di situ. Kemudian juga ada pasar rakyat dan hiburan rakyat, penjual dan pengunjung menggunakan pakaian zaman pergerakan nasional," tukasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kawah Mirip Telur Ceplok Muncul di Gunung Anak Krakatau, Pertanda Apa? Ini Kata Ahli

Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau Lampung Selatan, Suwarno mengatakan, fenomena semacam ini tidak dialami oleh semua gunung api di Indonesia.

Promo Beras September 2026: Banyak Diskon Gila-gilaan Bunda, Segera Beli

Penawaran ini mencakup berbagai varian, mulai dari beras putih, beras merah, beras organik, hingga beras porang.

Detik-detik Tim Penyelam Basarnas Masuk Bangkai Kapal Virgo Transport 8 dan Temukan Satu Korban

Setelah ditemukan, korban kemudian dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan menuju KN SAR Kamajaya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Ketika Limbah Bawa PLN Nusantara Power Sabet 71 Penghargaan di ENSIA 2026

PLN Nusantara Power menegaskan bahwa energi tak sekadar soal listrik, melainkan tentang tumbuh bersama lingkungan dan masyarakat.

5 Kios di Jemur Andayani Surabaya Ludes Terbakar, Ini Dugaan Penyebabya

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa ini. Kasus kebakaran tersebut kini telah ditangani oleh pihak berwenang setempat.

Potret CFD di Desa Durung Bedug Sidoarjo yang Kini jadi Wadah Roda Ekonomi Warga

Membentang sepanjang 900 meter hingga satu kilometer, kawasan ini dirancang menjadi ruang publik terpadu untuk olahraga dan perputaran ekonomi warga.