Rabu, 04 Feb 2026 03:18 WIB

Imbas Ketakpastian Ekonomi, 45 Persen Pelaku Usaha Tak Lakukan Ekspansi

Ketua Umum Apindo Shinta W. Kamdani
Ketua Umum Apindo Shinta W. Kamdani

selalu.id - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengungkap bahwa sekitar 45 persen kalangan pelaku usaha memilih untuk tidak melakukan ekspansi saat ini. Hal tersebut menjadi salah satu indikator imbas ketidakpastian ekonomi dari kebanyakan pelaku usaha.

Ketua Umum Apindo Shinta W. Kamdani mengatakan, bahwa data survei tersebut menjadi indikasi enggannya para pengusaha untuk bersikap agresif. Menurutnya, para pengusaha cenderung melihat kondisi terkini, terkait situasi ekonomi global hingga kebijakan ekonomi di masa transisi.

"Kalau kita masukkan dalam survei itu banyak juga produsen manufaktur. Nah itu ekspornya juga menurun lumayan, jadi banyak faktornya, tapi saya cuma memberikan indikasi bahwa mereka yang menyatakan tidak akan (ekspansi)," jelasnya, Kamis (27/6/2024).

"Kita tidak bisa mengatakan faktornya hanya pelemahan rupiah. Permintaan pasar juga menurun signifikan. Ekspor marketnya juga, di dalam negeri daya beli juga menurun," tambahnya.

Sementara itu, pihaknya juga mengapresiasi beberapa langkah pemerintah dimana salah satunya yaitu dengan menerbitkan undang-undang cipta kerja atau Omnibuslaw dalam menggenjot investasi maupun perekonomian secara keseluruhan.

Namun demikian, ia juga menyebut dampak Omnibuslaw baru akan terlihat dalam jangka panjang. Dengan adanya upaya dari pemerintah tersebut, pihaknya juga mendukung secara penuh.

"Kita angkat topi untuk pemerintah membuat Omnibuslaw. Makanya kita dukung dari awal, cuma implementasinya butuh waktu. Makanya kita awalnya yang terlalu tinggi harapannya, mau semuanya diberesin, akhirnya tidak bisa terjadi di lapangan," tutup Shinta yang juga merupakan pendiri Dewan Bisnis Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjutan (IBCSD).

Baca Juga: Pelindo Petikemas Optimis Capai Target 2025, Arus Peti Kemas Tumbuh 5 Persen

Editor : Ading
Berita Terbaru

Balita 2 Tahun di Probolinggo Hilang Misterius

Balita itu bernama Muhammad Arsyad Arrazi, berusia 2 tahun, anak dari pasangan Abdul Manan dan Zuharo, warga Dusun Polai, Desa Sumendi.

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya.