Selasa, 03 Feb 2026 20:43 WIB

Nilai Tukar Rupiah Melemah, Mendag Bakal Naikkan Harga Minyakita

Minyak kita
Minyak kita

selalu.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menyebut bahwa pihaknya tengah melakukan rapat finalisasi kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng Minyakita. Ia pun mengusulkan, HET Minyakita naik Rp 1.500, sehingga akan berubah dari Rp 14 ribu per liter menjadi Rp 15.500 per liter.

Kenaikan harga HET, lanjut pria yang akrab disapa Zulhas ini, minyak goreng bersubsidi itu disebabkan melonjaknya ongkos produksi. Mendag menyebut juga sejumlah faktor eksternal seperti nilai tukar rupiah turut jadi pertimbangan.

"Saya memang mengusulkan naiknya Rp 1.500 karena sekarang di pasar juga beras saja kan dari Rp 10.900 jadi Rp 12.500 jadi naiknya Rp 1.600 kini sudah saatnya Minyakita naik harga," kata Zulhas seperti dikutip, Kamis (20/6/2024).

Meski begitu, dirinya tidak menjelaskan kapan dan siapa saja yang akan terlibat dalam rapat pengambilan keputusan kenaikan harga Minyakita di pasaran. Dia hanya menyebut akan mengumumkan secara luas saat keputusan sudah diambil secara mufakat.

Lantaran selain pertimbangan ongkos produksi serta harga kebutuhan pokok lain secara pembanding, Mendag juga menyebut kondisi ekonomi dalam negeri mempengaruhi kenaikan minyak goreng. Termasuk nilai tukar rupiah yang sedang melemah dibandingkan dolar Amerika Serikat.

"Karena kan disesuaikan juga dulu (keputusan kenaikan harga Minyakita). Kan (semula nilai tukar rupiah ke dolar) Rp 14.500 sekarang rupiah sudah Rp 16.000 berapa, nanti khawatir kalau tidak disesuaikan," paparnya.

Kendati demikian, saat ini, harga resmi eceran produk Minyakita kemasan 1 liter berada di kisaran Rp 14.000. Angka tersebut mengacu pada Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2023 tentang Pedoman Penjualan Minyak Goreng Rakyat yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan.

Hanya saja dalam kenyataan di lapangan, harga jual Minyakita kemasan 1 liter di tingkat pedagang ritel maupun pasar tradisional sudah mencapai Rp 16.000. Pedagang berdalih menaikkan harga untuk mendapat keuntungan setelah memperoleh barang dari distributor atau agen terkait.

Baca Juga: Tim Satgas Pangan Temukan Kecurangan Minyak Goreng di Pasar Wonokromo

Editor : Ading
Berita Terbaru

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.

Hujan Disertai Angin di Surabaya Juga Tumbangkan 30 Pohon

Kepala DLH Surabaya Dedik Irianto menegaskan petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemotongan batang dan pembersihan material pohon. 

Hujan Angin Terjang Surabaya: Genteng Rumah Warga Berterbangan, Sejumlah Pohon Juga Tumbang

Genteng rumah warga yang terdampak hujan angin itu berada di Kelurahan Pakis, yang diketahui rumah milik Arif.