Sabtu, 05 Sep 2026 19:40 WIB

Pengamat Sebut Koalisi PKB-PDIP Berat, Pilgub Jatim Bakal Tiga Poros

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 12 Jun 2024 16:03 WIB
Foto: 3 sosok kandidat Pilgub Jatim 2024
Foto: 3 sosok kandidat Pilgub Jatim 2024

selalu.id- Pengamat Politik Universitas Negeri Surabaya (UNESA), yakni Mubarok menyebut arus politik dalam Pemilihan Kepala Daerah untuk Calon Gubernur Jatim memungkinkan bakal terjadi tiga poros.

Tiga poros pasangan yang beredar disebutkan untuk Pilgub Jatim yakni partai koalisi pengusungan Gerindra, PSI, Golkar, PAN, Demokrat Khofifah-Emil yang dipastikan PDIP Risma-Arifin, PKB Kiai Marzuki-Ida Fauziah.

“Bisa jadi tiga poros. Tapi PDIP masih berjuang keras untuk mendapatkan tiket (calonkan Kadernya untuk Cagub Jatim),” kata Mubarok, saat dihubungi, Rabu (12/6/2024).

Terlebih lagi, PDIP tidak bisa mengusung kadernya sendiri untuk maju Cagub. Sebab, Partai Banteng tersebut hanya memiliki 21 kursi DPRD Jatim, hal itu karena tak penuhi syarat untuk bisa usung calon sendiri yakni 20 persen atau 24 kursi dari total  DPRD Jatim. Maka PDIP membutuhkan partai lain untuk membangun koalisi.

Meskipun PDIP dan PKB ingin berkoalisi, Mubarok menyebut Kiai Marzuki Mustamar yang pernah menjabat  Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur itu juga akan berpikir ulang jika dipasangkan sebagai Cawagub bersama Risma misalnya.

“Kalau itu mungkin Kiai Marzuki masih berpikir ulang,” tuturnya.

Apalagi, PKB yang mendapatkan melebihi 24 kursi yakni sebanyak 27 kursi merupakan salah satu partainya yang bisa mengusung sendiri  tanpa harus berkoalisi dengan partai lain.

“Karena kiai Marzuki sejak awal diproyeksikan sebagai Calon Gubernur bukan Calon Wakil Gubernur. Dan apabila terjadi tiga poros akan sangat menarik, karena pemilih akan mendapatkan banyak pilihan,” terangnya.

Lebih lanjut Mubarok menerangkan PKB yang merupakan pemenang pemilu ini akan berat tawar menawar kepada PDIP jika ingin berkoalisi.

“PKB pemenang pemilu, dia merasa calonkan sendiri. Kalau koalisi dengan PDIP tidak bisa menawarkan itu karena PDIP tak bisa jalan sendiri,” terangnya.

“Tapi juga PDIP merasa kalau dia punya layak jual yaitu bu Risma. Dan itu PDIP juga menginginkan menjadi calon Gubernur tapi kan PDIP harus berkoalisi,” lanjutnya.

Terkecuali, kata dia, PDIP mau bergandeng dengan PKS maka Risma bisa dicalonkan menjadi Gubernur, kemudian Wagubnya dari PKS.

“Kemungkinan saya bisa mengatakan tiga poros di Pilkada Jatim. Apalagi PDIP bisa bertemu dengan PKS di DKI Jakarta. PDIP bisa bertemu Pilkada Jatim. Sekarang PDIP kan menggandeng Anies di di Jakarta, Anies kan selama ini merasa miliknya PKS,” pungkasnya.

Baca Juga: Demi Dongkrak Daya Beli, Pemprov Jatim Salurkan Bantuan Sosial Rp32,16 Miliar di Ngawi 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.