Senin, 02 Feb 2026 15:30 WIB

PKB dan PDIP Berkoalisi Kalahkan Khofifah, Begini Tanggapan Pengamat

Foto: Khofifah
Foto: Khofifah

selalu.id - Diketahui, untuk bisa maju, pasangan calon di Pemilihan Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim) 2024 harus memperoleh dukungan dari 20 persen suara DPRD atau minimal 24 kursi dari total 120 kursi DPRD Jatim sesuai hasil Pileg 2024.

Satu-satunya partai yang bisa mengusung pasangannya sendiri yaitu Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dimana PKB saat ini memperoleh 27 kursi atau 22,25 persen suara DPRD. Dengan begitu, tidak ada partai lain yang bisa mengusung pasangannya sendiri.

Berdasarkan hasil survei, elektabilitas KH. Marzuki Mustamar cukup tinggi dan dianggap mampu bersaing dengan petahana, Khofifah Indar Parawansa. PKB sendiri juga mempertimbangkan Ida Fauziyah sebagai calon alternatif.

Sementara itu, dukungan untuk Ida Fauziyah datang dari kelompok Fatayat NU, yang merupakan kelompok muda perempuan. Sekretaris DPW PKB Jatim, Anik Maslacha, menyatakan beberapa partai telah siap berkoalisi dengan PKB, termasuk PKS, Nasdem, dan Partai Ummat.

"Jika dilihat dari hasil survei, elektabilitas kiai Marzuki Mustamar cukup bagus dan mampu bersaing dengan Ibu Khofifah. PKB juga memiliki alternatif calon lain, yakni Ida Fauziah. Namun semua masih dalam tahap pendalaman," terangnya.

Anik Maslacha juga menyebut bahwa PDIP juga menunjukkan potensi dan memberikan 'sinyal' positif untuk berkoalisi, meskipun sampai saat ini pihak PDIP sendiri masih belum ada kepastian.

Sementara itu, menurut Pengamat Politik Tanah Air, Surokim mengungkapkan sepertinya, jika PKB bakal bangun poros sendiri, ini tentunya akan sulit, begitu pula dengan PDIP.

"Kalau mau menandingi khofifah, mau gak mau ya harus berkoalisi antara PKB dengan PDIP (Koalisi Merah Hijau)," cetusnya saat dikonfirmasi selalu.id, Selasa (11/6/2024) petang.

"Saya kira, pilihan yang lebih realistis harus berkoalisi (PKB dengan PDIP), karena yang dilawan ini petahana yang kuat dalam dunia politik Jatim," terangnya.

Semisal koalisi ini pun terbentuk, lanjut Surokim mengatakan, artinya PKB harus merelakan ketika posisi Calon Gubernur harus diberikan kepada Risma dan Calon Wakil Gubernur harus ditempati oleh KH. Marzuki Mustamar.

"Dengan begitu, ini tentunya menjadi kompetitif yang imbang antara Khofifah-Emil dan Risma-Marzuki," tandasnya.

Namun demikian, Surokim menyebut ketika koalisi Merah Hijau jadi dibentuk, tentu ini akan menjadi persaingan yang sangat sengit di putaran Pilgub Jatim 2024 ini. "Jika ini terjadi, maka pilgub di Jatim ini akan lebih menarik," tutupnya.

Hingga saat ini, PKB masih belum menentukan siapa yang akan diusung di Pilgub Jatim 2024. Sebelumnya, Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar juga sempat mengungkap, dirinya sengaja tak mengumumkan terlebih dahulu siapa pasangan cagub dan cawagub yang bakal diusung oleh partainya tersebut.

Baca Juga: Gus Halim Kembali Pimpin PKB Jatim untuk Kali Keempat, Didukung Kader Muda

Editor : Ading
Berita Terbaru

Wagub Jatim Emil Dardak dan Seskab Teddy Bertemu Empat Mata, Jabatan Wamenkeu?

Pengamat politik, Surokim menilai bahwa isu ini membuka peluang munculnya pasangan calon baru dalam kontestasi Pilgub Jawa Timur mendatang.

Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes dari Pokir DPRD Jatim, Gempar Desak Inspektorat Lakukan Audit

Gempar Jatim juga menyoroti pentingnya transparansi hasil pemeriksaan kepada publik serta tindak lanjut hukum apabila ditemukan pelanggaran.

Perkuat Keandalan Pasokan Gas Bumi di Jatim, BPH Migas Dorong Roadmap FSRU

Langkah ini dinilai penting seiring meningkatnya kebutuhan gas untuk sektor industri, kelistrikan, dan rumah tangga.

Presiden Prabowo Ingatkan Kepala Daerah: Rakyat Butuh Pemimpin yang Jujur!

Prabowo mengatakan, harapan rakyat yang menginginkan pemimpin baik, adil, jujur, dan bekerja untuk kepentingan rakyat bukan harapan segelintir orang.

PDBI Jember Mulai Seleksi Atlet Drumband Jelang Porprov Jatim 2027

Seleksi atlet drum band tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan teknis, namun juga pada aspek kedisiplinan, mental bertanding, serta daya juang para atlet.

Polda Jatim Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2026: Terjunkan 5.020 Personel, Ini yang Disasar

Iwan menegaskan, upaya-upaya pada operasi keselamatan memfokuskan kepada penyiapan masyarakat lebih memahami aturan-aturan berlalu lintas, menjaga keselamatan.