Jumat, 04 Sep 2026 17:06 WIB

PKB dan PDIP Berkoalisi Kalahkan Khofifah, Begini Tanggapan Pengamat

Foto: Khofifah
Foto: Khofifah

selalu.id - Diketahui, untuk bisa maju, pasangan calon di Pemilihan Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim) 2024 harus memperoleh dukungan dari 20 persen suara DPRD atau minimal 24 kursi dari total 120 kursi DPRD Jatim sesuai hasil Pileg 2024.

Satu-satunya partai yang bisa mengusung pasangannya sendiri yaitu Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dimana PKB saat ini memperoleh 27 kursi atau 22,25 persen suara DPRD. Dengan begitu, tidak ada partai lain yang bisa mengusung pasangannya sendiri.

Berdasarkan hasil survei, elektabilitas KH. Marzuki Mustamar cukup tinggi dan dianggap mampu bersaing dengan petahana, Khofifah Indar Parawansa. PKB sendiri juga mempertimbangkan Ida Fauziyah sebagai calon alternatif.

Sementara itu, dukungan untuk Ida Fauziyah datang dari kelompok Fatayat NU, yang merupakan kelompok muda perempuan. Sekretaris DPW PKB Jatim, Anik Maslacha, menyatakan beberapa partai telah siap berkoalisi dengan PKB, termasuk PKS, Nasdem, dan Partai Ummat.

"Jika dilihat dari hasil survei, elektabilitas kiai Marzuki Mustamar cukup bagus dan mampu bersaing dengan Ibu Khofifah. PKB juga memiliki alternatif calon lain, yakni Ida Fauziah. Namun semua masih dalam tahap pendalaman," terangnya.

Anik Maslacha juga menyebut bahwa PDIP juga menunjukkan potensi dan memberikan 'sinyal' positif untuk berkoalisi, meskipun sampai saat ini pihak PDIP sendiri masih belum ada kepastian.

Sementara itu, menurut Pengamat Politik Tanah Air, Surokim mengungkapkan sepertinya, jika PKB bakal bangun poros sendiri, ini tentunya akan sulit, begitu pula dengan PDIP.

"Kalau mau menandingi khofifah, mau gak mau ya harus berkoalisi antara PKB dengan PDIP (Koalisi Merah Hijau)," cetusnya saat dikonfirmasi selalu.id, Selasa (11/6/2024) petang.

"Saya kira, pilihan yang lebih realistis harus berkoalisi (PKB dengan PDIP), karena yang dilawan ini petahana yang kuat dalam dunia politik Jatim," terangnya.

Semisal koalisi ini pun terbentuk, lanjut Surokim mengatakan, artinya PKB harus merelakan ketika posisi Calon Gubernur harus diberikan kepada Risma dan Calon Wakil Gubernur harus ditempati oleh KH. Marzuki Mustamar.

"Dengan begitu, ini tentunya menjadi kompetitif yang imbang antara Khofifah-Emil dan Risma-Marzuki," tandasnya.

Namun demikian, Surokim menyebut ketika koalisi Merah Hijau jadi dibentuk, tentu ini akan menjadi persaingan yang sangat sengit di putaran Pilgub Jatim 2024 ini. "Jika ini terjadi, maka pilgub di Jatim ini akan lebih menarik," tutupnya.

Hingga saat ini, PKB masih belum menentukan siapa yang akan diusung di Pilgub Jatim 2024. Sebelumnya, Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar juga sempat mengungkap, dirinya sengaja tak mengumumkan terlebih dahulu siapa pasangan cagub dan cawagub yang bakal diusung oleh partainya tersebut.

Baca Juga: Penebangan Hutan Ilegal Picu Risiko Karhutla, Anggota DPRD Jatim Minta Pengawasan Diperketat

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.

Tiga OPD Pemkab Jember Sabet Penghargaan Public Service of The Year 2026

Gus Fawait menegaskan apresiasi ini bukan sekadar piala biasa, melainkan pelecut semangat agar Pemkab Jember terus melahirkan terobosan baru.