Selasa, 20 Okt 2026 01:43 WIB

PKB dan PDIP Berkoalisi Kalahkan Khofifah, Begini Tanggapan Pengamat

Foto: Khofifah
Foto: Khofifah

selalu.id - Diketahui, untuk bisa maju, pasangan calon di Pemilihan Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim) 2024 harus memperoleh dukungan dari 20 persen suara DPRD atau minimal 24 kursi dari total 120 kursi DPRD Jatim sesuai hasil Pileg 2024.

Satu-satunya partai yang bisa mengusung pasangannya sendiri yaitu Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dimana PKB saat ini memperoleh 27 kursi atau 22,25 persen suara DPRD. Dengan begitu, tidak ada partai lain yang bisa mengusung pasangannya sendiri.

Berdasarkan hasil survei, elektabilitas KH. Marzuki Mustamar cukup tinggi dan dianggap mampu bersaing dengan petahana, Khofifah Indar Parawansa. PKB sendiri juga mempertimbangkan Ida Fauziyah sebagai calon alternatif.

Sementara itu, dukungan untuk Ida Fauziyah datang dari kelompok Fatayat NU, yang merupakan kelompok muda perempuan. Sekretaris DPW PKB Jatim, Anik Maslacha, menyatakan beberapa partai telah siap berkoalisi dengan PKB, termasuk PKS, Nasdem, dan Partai Ummat.

"Jika dilihat dari hasil survei, elektabilitas kiai Marzuki Mustamar cukup bagus dan mampu bersaing dengan Ibu Khofifah. PKB juga memiliki alternatif calon lain, yakni Ida Fauziah. Namun semua masih dalam tahap pendalaman," terangnya.

Anik Maslacha juga menyebut bahwa PDIP juga menunjukkan potensi dan memberikan 'sinyal' positif untuk berkoalisi, meskipun sampai saat ini pihak PDIP sendiri masih belum ada kepastian.

Sementara itu, menurut Pengamat Politik Tanah Air, Surokim mengungkapkan sepertinya, jika PKB bakal bangun poros sendiri, ini tentunya akan sulit, begitu pula dengan PDIP.

"Kalau mau menandingi khofifah, mau gak mau ya harus berkoalisi antara PKB dengan PDIP (Koalisi Merah Hijau)," cetusnya saat dikonfirmasi selalu.id, Selasa (11/6/2024) petang.

"Saya kira, pilihan yang lebih realistis harus berkoalisi (PKB dengan PDIP), karena yang dilawan ini petahana yang kuat dalam dunia politik Jatim," terangnya.

Semisal koalisi ini pun terbentuk, lanjut Surokim mengatakan, artinya PKB harus merelakan ketika posisi Calon Gubernur harus diberikan kepada Risma dan Calon Wakil Gubernur harus ditempati oleh KH. Marzuki Mustamar.

"Dengan begitu, ini tentunya menjadi kompetitif yang imbang antara Khofifah-Emil dan Risma-Marzuki," tandasnya.

Namun demikian, Surokim menyebut ketika koalisi Merah Hijau jadi dibentuk, tentu ini akan menjadi persaingan yang sangat sengit di putaran Pilgub Jatim 2024 ini. "Jika ini terjadi, maka pilgub di Jatim ini akan lebih menarik," tutupnya.

Hingga saat ini, PKB masih belum menentukan siapa yang akan diusung di Pilgub Jatim 2024. Sebelumnya, Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar juga sempat mengungkap, dirinya sengaja tak mengumumkan terlebih dahulu siapa pasangan cagub dan cawagub yang bakal diusung oleh partainya tersebut.

Baca Juga: Bursa Ketua KONI Sidoarjo Mengerucut, Dua Bacalon Resmi Mendaftar

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Ruang aman untuk mendengar cerita, arahan, dan perhatian emosional dinilai jauh lebih krusial agar anak merasa terlindungi di rumah sendiri.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).