Jumat, 06 Nov 2026 00:28 WIB

Dianggap Membahayakan, Komisi VI DPR RI Imbau Telkom Tegas Antisipasi Starlink

Anggota Komisi VI DPR RI Rudi Hartono Bangun
Anggota Komisi VI DPR RI Rudi Hartono Bangun

selalu.id - Anggota Komisi VI DPR RI Rudi Hartono Bangun dengan tegas mengingatkan PT Telkom Indonesia agar mengantisipasi masuknya provider penyedia internet berbasis satelit seperti Starlink ke Indonesia.

Hal itu karena berpengaruh terhadap proses bisnis BUMN yang sudah sedari lama di bisnis penyedia jaringan tersebut, seperti Telkom maupun Telkomsel.

"Bagaimana Telkom atau anak perusahaan seperti Telkomsel dan Indihome mengimbangi penyedia jaringan dari luar negeri ini?," ujar Rudi dalam keterangan tertulis yang diterima selalu.id, Minggu (2/6/2024).

Politisi Fraksi Partai NasDem ini mengatakan, dengan masuknya Starlink ke Indonesia tentu akan menjadi tantangan bagi BUMN telekomunikasi tersebut. Terlebih, Starlink dinilai dapat menyediakan koneksi internet yang lebih cepat dan berbiaya lebih rendah.

Legislator dari dapil Sumatra Utara III ini juga mengingatkan terkait perkembangan teknologi komunikasi yang sangat pesat. Telkom diharapkan terus beradaptasi dan mampu bersaing.

"Dulu ada telepon rumah, lalu ada wartel. Lalu itu ditinggalkan karena ada HP. Teknologi berkembang cepat, kini ada whatsapp (aplikasi pesan singkat) yang tanpa menggunakan pulsa," urainya.

Rudi pun mewanti-wanti Telkom agar tak ketinggalan dengan masuknya teknologi baru. Ia khawatir dengan persaingan teknologi ini Telkom tak mampu mengimbangi, sehingga produknya tak lagi dipakai masyarakat.

"Ini saya ingatkan, jangan sampai Telkom kalah saing nantinya. Jangan sampai Telkom hilang pendapatan, karena mereka menawarkan yang lebih canggih sekaligus murah," tukas Rudi.

Sementara itu, pihak telkom sampai saat ini masih belum memberikan statement terkait imbauan dari Komisi VI DPR RI tersebut. Menyoal layanan langsung ke konsumen atau Business-to-Consumer (B2C), Starlink melakukan sendiri.

Sekadar diketahui, Telkom juga telah menawarkan bekerja sama dengan perusahaan itu dalam rangka membuka operasional B2C di Indonesia. Namun Starlink menolak tawaran tersebut. Alasannya perusahaan memiliki aturan bisnis tersebut akan dilakukannya sendiri.

Baca Juga: Kinerja Pelindo Semester I 2026 Tumbuh Positif, DPR RI Beri Catatan Begini

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gunung Bromo Erupsi, Warga dan Wisatawan Diminta Waspada

Tinggi kolom abu erupsi sekitar 500 M di atas puncak atau sekitar 2.829 M di atas permukaan laut (Mdpl). Warga dan wisatawan diminta waspada.

HP Luncurkan Laptop AI PC Daya Tinggi, Berikut Harga dan Spesifikasinya

Perangkat ini menjawab tingginya kebutuhan masyarakat akan laptop yang tidak hanya bertenaga, tetapi juga mendukung gaya hidup dan estetika visual modern.

Kemnaker Salurkan BSU Rp900 Ribu Mulai November 2026, Ini Syarat Lengkap Penerimanya

Kemnaker mengimbau seluruh pihak pemberi kerja untuk melaporkan data upah dan kepesertaan pekerja secara jujur dan akurat.

Polda Jatim Tetapkan MCL Tersangka Penipuan Arisan Meow Rp4 Miliar

Penetapan tersangka tersebut dilakukan usai penyidik menggelar perkara serta serangkaian pemeriksaan intensif.

DPRD Jatim Desak Aplikasi Majadigi Benar-benar Bermanfaat, Bisa Contoh Sapawarga dan JAKI

Selain itu, aplikasi harus dirancang sederhana dan mudah digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga desa dan lansia.

Langkah Sigap Bupati Nganjuk Marhaen Tangani Data Kemiskinan Warganya yang Tak Sesuai

Program ini merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga zakat dalam upaya percepatan pengentasan kemiskinan.