Kamis, 23 Jul 2026 13:24 WIB

Epilepsi di Indonesia Capai 1,5 Juta Kasus, National Hospital Bangun EPIC

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 21 Mei 2024 10:14 WIB
Foto: NH membuka layanan kesehatan epilepsy secara komprehensif di Indonesia yang dinamakan Epilepsy Center (EPIC)
Foto: NH membuka layanan kesehatan epilepsy secara komprehensif di Indonesia yang dinamakan Epilepsy Center (EPIC)

selalu.id - Epilepsy merupakan penyakit kejang berulang sebagian atau seluruh anggota tubuh yang disebabkan adanya aktifitas listrik di otak yang berjalan secara tidak normal.

Tercatat mengacu pada data insidensi epilepsy di dunia, insidensinya penyakit ini 50,3 per 100.000 populasi per tahun. Sehingga Perkiraan kasus epilepsy di Indonesia adalah 1,5 juta dengan prevalensi 0,5-0,6 persen dari penduduk Indonesia.

Spesialis bedah saraf konsultan fungsional dan bedah epilepsy National Hospital, Dokter Heri Subianto mengatakan bahwa epilepsi terjadi pada segala usia mulai dari bayi baru lahir hingga orang tua. Karena itu, epilepsy perlu ditanggulangi dengan baik.

“Sebab muncul terjadinya kejang, akan dapat berdampak pada kerusakan sel saraf pada otak, sehingga akan mempengaruhi kognitif, psikologi, dan sosial penderita epilepsy,” kata Dokter Heri.

Dokter Heri menyampaikan epilepsy atau kejang dapat dikontrol. Ia menyebut sebesar 70 persen
orang dengan epilepsy (ODE) dapat bebas kejang jika dilakukan terapi atau pemberian obat-obatan secara tepat.

Selain dengan obat-obatan, lanjut dia, pada kasus epilepsy yang kebal terhadap obat atau yang biasa disebut Drug resistant epilepsy (DRE) dapat dilakukan tindakan operasi untuk mengontrol kejang yang terjadi.

“Tindakan operasi pada epilepsy, dilakukan oleh dokter spesialis bedah saraf yang khusus dalam membidangi bedah epilepsy. Dengan tindakan operasi bedah epilepsy dapat mengatasi atau mengontrol kejang dengan tingkat perbaikan hingga 90 persen,” katanya.

Karena itu, Vagus Nerve Stimulation (VNS) saat ini merupakan salah satu teknik tindakan operasi implantasi alat epilepsy yang terkini dan baik dalam mengatasi atau mengontrol kejang pada epilepsy.

Diketahui, pada 2016 National Hospital berkomitmen dalam menghadirkan layanan khusus penanganan epilepsy secara komprehensif di Indonesia yang dinamakan Epilepsy Center (EPIC) National Hospital yang di inisiasi oleh dr. Heri Subianto,  sebagai dokter spesialis bedah saraf yang khusus mendalami bedah epilepsy.

Kemudian dan dr. Neimy Novitasari, SpN sebagai dokter spesialis saraf yang ahli dan berpengalaman dalam mendalami EEG atau electroencephalography.

Pada bulan ini, Epilepsy Center National Hospital atau yang biasa disebut EPIC telah  memberikan layanan selama 8 tahun, kepada lebih dari 1.200 pasien sejak tahun 2016, dengan sebaran pasien hampir berasal dari berbagai kota di Indonesia.

Dokter Neimy Novitasari, SpN, spesialis saraf konsultan epilepsy menyebutkan, Epilepsy Center (EPIC) National Hospital menghadirkan layanan penanganan epilepsy secara komprehensif, di dukung oleh dokter spesialis yang ahli dalam penanganan epilepsy.

Tak hanya itu, peralatan-peralatan penunjang yang modern seperti MRI 3 tesla dengan protocol khusus epilepsy, dan long term Video EEG yang sangat jarang sekali ada di Indonesia.

Baca Juga: National Hospital Hadirkan Teknologi ABUS untuk Deteksi Dini Kanker Payudara

“Dalam penanganan epilepsy tidak hanya melalui obat-obatan, EPIC jg dapat melakukan tindakan operasi bedah epilepsy, hingga tindakan operasi menggunakan implantasi alat Vagus Nerve Stimulation (VNS). National Hospital juga sebagai pionir dan pertama kali menghadirkan alat VNS PINS di Indonesia serta pertama kali melakukan tindakan operasi VNS PINS di Indonesia,” terang Neimy. Juta Orang Idap Epilepsi di Indonesia, National Hospital Bangun Fasilitas Kesehataan Dengan EPIC

Selalu.id-Epilepsy merupakan penyakit kejang berulang sebagian atau seluruh anggota tubuh yang disebabkan adanya aktifitas listrik di otak yang berjalan secara tidak normal.

Tercatat mengacu pada data insidensi epilepsy di dunia, insidensinya penyakit ini 50,3 per 100.000 populasi per tahun. Sehingga Perkiraan kasus epilepsy di Indonesia adalah 1,5 juta dengan prevalensi 0,5-0,6 persen dari penduduk Indonesia.

Spesialis bedah saraf konsultan fungsional dan bedah epilepsy National Hospital, Dokter Heri Subianto mengatakan bahwa epilepsi terjadi pada segala usia mulai dari bayi baru lahir hingga orang tua. Karena itu, epilepsy perlu ditanggulangi dengan baik.

“Sebab muncul terjadinya kejang, akan dapat berdampak pada kerusakan sel saraf pada otak, sehingga akan mempengaruhi kognitif, psikologi, dan sosial penderita epilepsy,” kata Dokter Heri.

Dokter Heri menyampaikan epilepsy atau kejang dapat dikontrol. Ia menyebut sebesar 70 persen
orang dengan epilepsy (ODE) dapat bebas kejang jika dilakukan terapi atau pemberian obat-obatan secara tepat.

Selain dengan obat-obatan, lanjut dia, pada kasus epilepsy yang kebal terhadap obat atau yang biasa disebut Drug resistant epilepsy (DRE) dapat dilakukan tindakan operasi untuk mengontrol kejang yang terjadi.

“Tindakan operasi pada epilepsy, dilakukan oleh dokter spesialis bedah saraf yang khusus dalam membidangi bedah epilepsy. Dengan tindakan operasi bedah epilepsy dapat mengatasi atau mengontrol kejang dengan tingkat perbaikan hingga 90 persen,” katanya.

Karena itu, Vagus Nerve Stimulation (VNS) saat ini merupakan salah satu teknik tindakan operasi implantasi alat epilepsy yang terkini dan baik dalam mengatasi atau mengontrol kejang pada epilepsy.

Diketahui, pada 2016 National Hospital berkomitmen dalam menghadirkan layanan khusus penanganan epilepsy secara komprehensif di Indonesia yang dinamakan Epilepsy Center (EPIC) National Hospital yang di inisiasi oleh dr. Heri Subianto,  sebagai dokter spesialis bedah saraf yang khusus mendalami bedah epilepsy.

Kemudian dan dr. Neimy Novitasari, SpN sebagai dokter spesialis saraf yang ahli dan berpengalaman dalam mendalami EEG atau electroencephalography.

Pada bulan ini, Epilepsy Center National Hospital atau yang biasa disebut EPIC telah  memberikan layanan selama 8 tahun, kepada lebih dari 1.200 pasien sejak tahun 2016, dengan sebaran pasien hampir berasal dari berbagai kota di Indonesia.

Dokter Neimy Novitasari, SpN, spesialis saraf konsultan epilepsy menyebutkan, Epilepsy Center (EPIC) National Hospital menghadirkan layanan penanganan epilepsy secara komprehensif, di dukung oleh dokter spesialis yang ahli dalam penanganan epilepsy.

Tak hanya itu, peralatan-peralatan penunjang yang modern seperti MRI 3 tesla dengan protocol khusus epilepsy, dan long term Video EEG yang sangat jarang sekali ada di Indonesia.

“Dalam penanganan epilepsy tidak hanya melalui obat-obatan, EPIC jg dapat melakukan tindakan operasi bedah epilepsy, hingga tindakan operasi menggunakan implantasi alat Vagus Nerve Stimulation (VNS). National Hospital juga sebagai pionir dan pertama kali menghadirkan alat VNS PINS di Indonesia serta pertama kali melakukan tindakan operasi VNS PINS di Indonesia,” terang Neimy.

Baca Juga: National Hospital Surabaya Dinobatkan sebagai Hospital of the Year 2025

Editor : Ading
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Ada yang Tidak Konsisten, Tapi Keberuntungan juga Datang

Ramalan zodiak pada umumnya meliputi tentang kehidupan secara umum, kesehatan, pekerjaan, hingga cinta. Kali ini keberuntungan juga datang.

Langkah Nyata Pemkab Jember dalam Hadirkan Layanan Gratis dan Sejahterakan Guru Ngaji

Pemkab Jember berharap informasi mengenai layanan administrasi, kesehatan, pendidikan, hingga program kesejahteraan dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

Diperiksa Bapenda Surabaya soal Kepatuhan Pajak PBJT, Manajemen RM Ayam Goreng Ny Suharti Bungkam

Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari penelusuran kepatuhan pelaporan PBJT sektor makanan dan minuman untuk masa pajak 1 tahun. 

75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

Program ini bertujuan memberikan perlindungan hukum bagi anak yatim piatu, anak terlantar, hingga anak yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot akan memperketat pengawasan dengan menerapkan audit independen secara rutin.