Minggu, 01 Feb 2026 23:45 WIB

Puan Maharani Tekankan Pentingnya Dukungan IPTEK dalam Persoalan Krisis Air

Puan Maharani saat di acara Forum Air Dunia di Bali
Puan Maharani saat di acara Forum Air Dunia di Bali

selalu.id - Ketua DPR RI Dr. (H.C) Puan Maharani menilai agenda Pertemuan Parlemen dalam rangka Forum Air Dunia ke-10 Tahun 2024 (Parliamentary Meeting on the Occasion of the 10th World Water Forum 2024) ini berpotensi sebagai ruang berbagi wawasan antarparlemen dari berbagai negara untuk menekan dampak dari isu krisis air yang kini terjadi di berbagai belahan dunia.

Menggaungkan tema ‘Memobilisasi Aksi Parlemen Mengenai Air untuk Kesejahteraan Bersama’, dirinya berharap isu krisis air yang dibahas bersama dalam Forum Air Dunia ke-10 ini bisa memperkuat komitmen politik negara, termasuk di antaranya parlemen. Upaya ini krusial agar poin ke-6 dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yang dicanangkan oleh PBB berupa ‘Air Bersih dan Sanitasi Layak’ terwujud nyata.

Baca Juga: Bencana Banjir dan Longsor Bali, Polri Kerahkan Personel Bantu Evakuasi

"Pertemuan ini merupakan kesempatan berharga bagi parlemen untuk memperkuat komitmen, dan menghasilkan langkah konkrret bagi pemenuhan mendasar manusia," ucap Puan membuka agenda Pertemuan Parlemen dalam rangka Forum Air Dunia ke-10 Tahun 2024 di Nusa Dua, Bali, Senin (20/5/2024).

Tidak hanya parlemen, Perempuan Pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu menilai perlunya mempertimbangkan aspek ilmu pengetahuan terkait untuk menyelesaikan isu krisis air ini melalui diplomasi air. Ia menekankan bahwa peran ilmu pengetahuan sangat krusial demi menciptakan solusi yang sangkil dan mangkus melalui inovasi pengelolaan sumber daya air dan teknologi terpadu.

Baca Juga: Penuhi Kebutuhan Air Warga Kawasan Bromo, SIER Bangun Pipanisasi di Desa Tosari

Tanpa mempertimbangkan aspek ilmu pengetahuan dan teknologi, isu krisis air ini hanya akan seperti ‘berjalan di tempat’. Ia pun menyakini masyarakat internasional, salah satunya parlemen, bisa berperan sebagai 'jembatan' dalam konteks alih teknologi dan transfer ilmu pengetahuan agar aksesibilitas air layak dan bersih bisa dirasakan oleh masyarakat dunia, termasuk Indonesia.

"Dinamika perkembangan di abad 21 menuntut adanya diplomasi yang lebih inklusif termasuk dengan partisipasi parlemen yang lebih aktif dalam mencari berbagai solusi persoalan global, termasuk guna mengatasi kelangkaan air," jelas Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.

Baca Juga: Pengembangan BMTH Diapresiasi Menteri Pariwisata, Diharap Pacu Pariwisata Bali

Oleh karena itu, dirinya berharap dengan menguatnya aspek ilmu pengetahuan dan teknologi sekaligus keterlibatan parlemen secara aktif, air tidak menjadi sumber bencana akan tetapi menjadi sebuah sumber anugerah dari Tuhan yang mengantarkan dunia kepada kemakmuran dan kesejahteraan untuk seluruh umat manusia.

"Kita harus memastikan agar pasokan air bersih bisa diakses dengan biaya terjangkau oleh semua rakyat tanpa terkecuali. Parlemen pun harus jadi motor penggerak perubahan untuk menyediakan air bersih bagi rakyat yang kita wakili," tegas Puan.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.