• Loadingselalu.id
  • Loading

Minggu, 19 Mei 2024 00:47 WIB

DPRD Surabaya Minta Pemkot Percepat Pengentasan Kemiskinan

Foto: Komisi A DPRD Surabaya, Imam Syafi'i

Foto: Komisi A DPRD Surabaya, Imam Syafi'i

selalu.id - DPRD Surabaya meminta Pemerintah Kota (Pemkot) untuk mempercepat pengentasan kemiskinan terkait pendataan warga miskin di Kota Pahlawan

Komisi A DPRD Surabaya, Imam Syafi'i mengatakan bahwa pentingnya pembaruan data dan metodologi dalam menentukan status kemiskinan agar lebih tepat sasaran.

"Menentukan status miskin memang rumit. Memiliki aset seperti sepeda motor atau tinggal di rumah keramik bisa membuat orang dianggap tidak miskin, padahal itu bagian dari pekerjaan atau warisan keluarga," kata Imam, kepada Selalu.id, Rabu (13/5/2024).

Imam yang juga Sekretaris Fraksi Demokrat-NasDem menyorot rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang sedang dibahas perlu mempertimbangkan musyawarah di tingkat RT/RW atau kelurahan untuk penentuan status kemiskinan.

Menurutnya raperda tersebut sangat penting mengingat banyak warga miskin yang tidak tercatat dalam data formal. "Jangan hanya mengacu pada BPS, tapi ambil juga referensi dari lembaga seperti World Bank," tegasnya.

Ppembaruan data kemiskinan, kata dia,  secara berkala juga krusial. Kemiskinan  bisa terjadi sewaktu-waktu, seperti saat kepala keluarga meninggal, sakit, atau PHK.

Imam pun mengkritik metode perhitungan Upah Minimum Kota (UMK) yang menggunakan koefisien konsumsi. Menurutnya, status kemiskinan seharusnya didasarkan pada pendapatan dan pengeluaran tetap.

"Jika tidak mencukupi, maka miskin," tegasnya.

Lebih lanjut, mantan Jurnalis mengingatkan pentingnya pengawalan terhadap pelaksanaan perda ini. Imam menegaskan Perda ini harus menjadi payung hukum untuk meningkatkan alokasi anggaran dan evaluasi berkala untuk memastikan efektivitasnya.

"Pemkot Surabaya diharapkan menerima masukan dan kritik membangun untuk meningkatkan upaya pengentasan kemiskinan," kata Imam.

"Perda baru ini diharapkan memberikan dampak nyata dalam mengurangi tingkat kemiskinan di Kota Surabaya," pungkasnya. [ADV]

Baca Juga: Stadion GBT dan G10N Surabaya Jadi Venue Piala AFF U-19

Editor : Ading