Rabu, 04 Feb 2026 02:26 WIB

DPRD Surabaya Minta Pemkot Percepat Pengentasan Kemiskinan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 15 Mei 2024 19:50 WIB
Foto: Komisi A DPRD Surabaya, Imam Syafi'i
Foto: Komisi A DPRD Surabaya, Imam Syafi'i

selalu.id - DPRD Surabaya meminta Pemerintah Kota (Pemkot) untuk mempercepat pengentasan kemiskinan terkait pendataan warga miskin di Kota Pahlawan

Komisi A DPRD Surabaya, Imam Syafi'i mengatakan bahwa pentingnya pembaruan data dan metodologi dalam menentukan status kemiskinan agar lebih tepat sasaran.

"Menentukan status miskin memang rumit. Memiliki aset seperti sepeda motor atau tinggal di rumah keramik bisa membuat orang dianggap tidak miskin, padahal itu bagian dari pekerjaan atau warisan keluarga," kata Imam, kepada Selalu.id, Rabu (13/5/2024).

Imam yang juga Sekretaris Fraksi Demokrat-NasDem menyorot rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang sedang dibahas perlu mempertimbangkan musyawarah di tingkat RT/RW atau kelurahan untuk penentuan status kemiskinan.

Menurutnya raperda tersebut sangat penting mengingat banyak warga miskin yang tidak tercatat dalam data formal. "Jangan hanya mengacu pada BPS, tapi ambil juga referensi dari lembaga seperti World Bank," tegasnya.

Ppembaruan data kemiskinan, kata dia,  secara berkala juga krusial. Kemiskinan  bisa terjadi sewaktu-waktu, seperti saat kepala keluarga meninggal, sakit, atau PHK.

Imam pun mengkritik metode perhitungan Upah Minimum Kota (UMK) yang menggunakan koefisien konsumsi. Menurutnya, status kemiskinan seharusnya didasarkan pada pendapatan dan pengeluaran tetap.

"Jika tidak mencukupi, maka miskin," tegasnya.

Lebih lanjut, mantan Jurnalis mengingatkan pentingnya pengawalan terhadap pelaksanaan perda ini. Imam menegaskan Perda ini harus menjadi payung hukum untuk meningkatkan alokasi anggaran dan evaluasi berkala untuk memastikan efektivitasnya.

"Pemkot Surabaya diharapkan menerima masukan dan kritik membangun untuk meningkatkan upaya pengentasan kemiskinan," kata Imam.

"Perda baru ini diharapkan memberikan dampak nyata dalam mengurangi tingkat kemiskinan di Kota Surabaya," pungkasnya. [ADV]

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Balita 2 Tahun di Probolinggo Hilang Misterius

Balita itu bernama Muhammad Arsyad Arrazi, berusia 2 tahun, anak dari pasangan Abdul Manan dan Zuharo, warga Dusun Polai, Desa Sumendi.

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.