Kamis, 03 Sep 2026 17:08 WIB

Kisah Sukses Made Suliati, Penerima PKH di Bali dengan Berdagang Canang

Made Suliati tengah menunggu daganagannya
Made Suliati tengah menunggu daganagannya

selalu.id - Tekad kuat dan kerja keras Made Suliati (38) asal Desa Perean Tengah, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali membuahkan hasil. Perempuan yang dulunya hidup pra sejahtera dan menjadi penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) itu, kini sudah sukses menjadi pengusaha canang atau sesajen yang biasa digunakan umat Hindu di Bali.

Ibu dari dua anak ini, sejak tahun 2010 sudah berjualan canang kecil-kecilan di rumahnya dengan penghasilan bersih sekitar Rp 30.000 – Rp 50.000 per hari. Pada tahun 2017, Made Suliati menjadi penerima Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial. Tak ingin terus-menerus dililit kemiskinan, Made Suliati menyisihkan sebagian uang yang diterimanya dari PKH untuk tambahan modal usaha canang.



Tekad dan usahanya mulai membuahkan hasil. Seiring dengan penambahan modal, usaha Made Suliati dalam pembuatan canang terus berkembang dan jumlah pelanggannya semakin bertambah. Keuntungan yang diperoleh juga semakin meningkat. Omzetnya kini sekitar Rp 600.000 – Rp 700.000 per hari, dengan keuntungan sekitar Rp 300.000 – Rp 400.000 per hari. Made Suliati bahkan kini mempekerjakan empat karyawan untuk membuat sekitar 2.000 canang setiap hari. Ia juga mulai mengembangkan usaha dengan menyewa lapak di Jimbaran Bali.

Baca Juga: Foto: Kemacetan Parah Menuju Akses Pelabuhan Ketapang Banyuwangi



Dari hasil usahanya, Made Suliati bisa merenovasi rumah dan membeli mobil bekas untuk mengangkut barang dagangannya. "Astungkara berkat bantuan PKH usaha saya bisa berkembang dan menolong orang lain dengan menjadikannya sebagai karyawan,” kata Made.

Merasa kondisi ekonominya sudah membaik, pada 2023 lalu, Made Suliati kemudian memutuskan untuk keluar dari penerima bantuan PKH. "Sekarang saya sudah merasa mampu, hasil penjualan canang sudah bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari. Jadi saya memutuskan untuk keluar dari bantuan PKH. Anggaran PKH bisa digunakan untuk membantu masyarakat lain yang membutuhkan,” kata Made, penuh rasa syukur atas bantuan PKH yang dulu diterimanya.

Baca Juga: Ketika Persebaya Mengunci Drama, Menemukan Mahkota di Gianyar Bali

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ketika Peziarah Terusik dengan Markanya Anjal dan Pengemis di Kawasan Sunan Ampel Surabaya

Aduan tersebut mengalir deras ke hotline Lapor Cak Eri. Sejumlah peziarah mengaku kerap diresahkan oleh aksi anjal yang meminta uang dengan berbagai macam cara.

Resmi Dikelola Pemkab Pasuruan, Rest Area dan Tengger Cultural Center Tosari Siap Dihidupkan

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menegaskan komitmennya untuk segera mengaktifkan fasilitas penunjang wisata tersebut.

Gandeng PMI Surabaya, PT PAL Indonesia Kirim Donasi Kemanusiaan Rp83,1 Juta ke Korban Gempa NTT

Berdasarkan komunikasi dan assessment sementara tim lapangan di NTT, bantuan akan difokuskan untuk pemenuhan fasilitas dasar masyarakat terdampak.

Bahlil Mini Soccer Zona Madiun Raya Resmi Bergulir, Dibuka Laga Golkar Vs PKB

Ketua Pelaksana Bahlil Mini Soccer 2026 Arif Fathoni mengatakan, antusiasme sekolah dan pelajar untuk mengikuti kompetisi tersebut cukup tinggi.

Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

Majelis hakim dijadwalkan bakal memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV pada persidangan pekan depan guna mencocokkan fakta lapangan.

Dua Atlet Balap Sepeda SEA Games jadi Korban Pelecehan Seksual di Pacet Mojokerto

Keduanya menjadi korban aksi tidak senonoh atau pelecehan seksual di kawasan Jurang Gongso, Desa Kesimantengah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.