Senin, 20 Jul 2026 02:56 WIB

Kisah Sukses Made Suliati, Penerima PKH di Bali dengan Berdagang Canang

Made Suliati tengah menunggu daganagannya
Made Suliati tengah menunggu daganagannya

selalu.id - Tekad kuat dan kerja keras Made Suliati (38) asal Desa Perean Tengah, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali membuahkan hasil. Perempuan yang dulunya hidup pra sejahtera dan menjadi penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) itu, kini sudah sukses menjadi pengusaha canang atau sesajen yang biasa digunakan umat Hindu di Bali.

Ibu dari dua anak ini, sejak tahun 2010 sudah berjualan canang kecil-kecilan di rumahnya dengan penghasilan bersih sekitar Rp 30.000 – Rp 50.000 per hari. Pada tahun 2017, Made Suliati menjadi penerima Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial. Tak ingin terus-menerus dililit kemiskinan, Made Suliati menyisihkan sebagian uang yang diterimanya dari PKH untuk tambahan modal usaha canang.



Tekad dan usahanya mulai membuahkan hasil. Seiring dengan penambahan modal, usaha Made Suliati dalam pembuatan canang terus berkembang dan jumlah pelanggannya semakin bertambah. Keuntungan yang diperoleh juga semakin meningkat. Omzetnya kini sekitar Rp 600.000 – Rp 700.000 per hari, dengan keuntungan sekitar Rp 300.000 – Rp 400.000 per hari. Made Suliati bahkan kini mempekerjakan empat karyawan untuk membuat sekitar 2.000 canang setiap hari. Ia juga mulai mengembangkan usaha dengan menyewa lapak di Jimbaran Bali.

Baca Juga: Arus Balik Lebaran di Bandara Juanda Mulai Meningkat, Jakarta-Bali Jadi Rute Favorit



Dari hasil usahanya, Made Suliati bisa merenovasi rumah dan membeli mobil bekas untuk mengangkut barang dagangannya. "Astungkara berkat bantuan PKH usaha saya bisa berkembang dan menolong orang lain dengan menjadikannya sebagai karyawan,” kata Made.

Merasa kondisi ekonominya sudah membaik, pada 2023 lalu, Made Suliati kemudian memutuskan untuk keluar dari penerima bantuan PKH. "Sekarang saya sudah merasa mampu, hasil penjualan canang sudah bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari. Jadi saya memutuskan untuk keluar dari bantuan PKH. Anggaran PKH bisa digunakan untuk membantu masyarakat lain yang membutuhkan,” kata Made, penuh rasa syukur atas bantuan PKH yang dulu diterimanya.

Baca Juga: Mensos Targetkan Tambah 100 Sekolah Rakyat Permanen Setiap Tahun

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

1 Rumah dan 3 Lapak di Dukuh Kupang Surabaya Terbakar

Berdasarkan laporan petugas, objek yang terbakar meliputi satu rumah milik Suprapti serta tiga lapak usaha.

Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo.

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi," ujar Fawait.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.