Minggu, 01 Feb 2026 18:55 WIB

Kisah Sukses Made Suliati, Penerima PKH di Bali dengan Berdagang Canang

Made Suliati tengah menunggu daganagannya
Made Suliati tengah menunggu daganagannya

selalu.id - Tekad kuat dan kerja keras Made Suliati (38) asal Desa Perean Tengah, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali membuahkan hasil. Perempuan yang dulunya hidup pra sejahtera dan menjadi penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) itu, kini sudah sukses menjadi pengusaha canang atau sesajen yang biasa digunakan umat Hindu di Bali.

Ibu dari dua anak ini, sejak tahun 2010 sudah berjualan canang kecil-kecilan di rumahnya dengan penghasilan bersih sekitar Rp 30.000 – Rp 50.000 per hari. Pada tahun 2017, Made Suliati menjadi penerima Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial. Tak ingin terus-menerus dililit kemiskinan, Made Suliati menyisihkan sebagian uang yang diterimanya dari PKH untuk tambahan modal usaha canang.



Tekad dan usahanya mulai membuahkan hasil. Seiring dengan penambahan modal, usaha Made Suliati dalam pembuatan canang terus berkembang dan jumlah pelanggannya semakin bertambah. Keuntungan yang diperoleh juga semakin meningkat. Omzetnya kini sekitar Rp 600.000 – Rp 700.000 per hari, dengan keuntungan sekitar Rp 300.000 – Rp 400.000 per hari. Made Suliati bahkan kini mempekerjakan empat karyawan untuk membuat sekitar 2.000 canang setiap hari. Ia juga mulai mengembangkan usaha dengan menyewa lapak di Jimbaran Bali.

Baca Juga: Warga Pacarkeling Surabaya Mengadu Tak Kebagian Bansos, Begini Faktanya



Dari hasil usahanya, Made Suliati bisa merenovasi rumah dan membeli mobil bekas untuk mengangkut barang dagangannya. "Astungkara berkat bantuan PKH usaha saya bisa berkembang dan menolong orang lain dengan menjadikannya sebagai karyawan,” kata Made.

Merasa kondisi ekonominya sudah membaik, pada 2023 lalu, Made Suliati kemudian memutuskan untuk keluar dari penerima bantuan PKH. "Sekarang saya sudah merasa mampu, hasil penjualan canang sudah bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari. Jadi saya memutuskan untuk keluar dari bantuan PKH. Anggaran PKH bisa digunakan untuk membantu masyarakat lain yang membutuhkan,” kata Made, penuh rasa syukur atas bantuan PKH yang dulu diterimanya.

Baca Juga: Polri Percepat Pemulihan Infrastruktur dan Kebutuhan Dasar Pascabencana  

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.